Harga Emas Melonjak Usai Data Inflasi Juli, Tapi Bitcoin (BTC) Masih Lesu? Ini Alasannya!

Di-update
August 20, 2026
Bagikan
Gambar Harga Emas Melonjak Usai Data Inflasi Juli, Tapi Bitcoin (BTC) Masih Lesu? Ini Alasannya!

Jakarta, Pintu News – Data inflasi Amerika Serikat untuk Juli 2024 membawa kejutan bagi pasar keuangan global. Harga emas langsung meroket, sementara aset kripto seperti Bitcoin justru bergerak lambat meski sempat naik tipis.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan investor: mengapa emas begitu responsif, sedangkan Bitcoin (BTC) masih tertahan? Artikel ini akan membedah penyebab di balik perbedaan reaksi dua aset populer tersebut, serta menyoroti sinyal penting dari pasar kripto yang patut diwaspadai.

Fed Berpotensi Tahan Suku Bunga, Emas Langsung Menguat

Laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat untuk Juli 2024 menunjukkan inflasi hanya naik 0,1% secara bulanan, dengan laju tahunan melambat ke 3,4% dari 3,5% di bulan sebelumnya. Penurunan harga bensin sebesar 2,9% menjadi faktor utama yang menekan inflasi.

Merespons data ini, pelaku pasar langsung memperkirakan peluang 61,9% bahwa The Fed akan menahan suku bunga pada September mendatang, naik drastis dari prediksi sebelumnya yang cenderung hawkish. Harga emas pun melonjak 0,5% ke sekitar $4.436 per ons, melanjutkan tren positif sejak laporan tenaga kerja AS yang lemah pekan lalu.

Emas memang dikenal sebagai aset lindung nilai saat ketidakpastian ekonomi meningkat, sehingga reaksi positif ini sangat wajar. Sementara itu, aset kripto juga sempat ikut menguat, didorong oleh arus masuk stabil ke ETF Bitcoin (BTC) spot yang terus bertambah sejak awal tahun. Namun, lonjakan harga di pasar kripto tidak sekuat emas, menandakan ada faktor lain yang menahan laju Bitcoin (BTC) dan kawan-kawan.

Inflasi Terkendali, Tapi Ada Risiko Tersembunyi di Balik Data CPI

Meski data inflasi Juli terlihat menenangkan, sejumlah analis memperingatkan agar pasar tidak terlalu cepat berpuas diri. Lindsay Rosner dari Goldman Sachs Asset Management menilai laporan CPI kali ini memberi ruang bagi The Fed untuk menahan suku bunga, namun ekonom Peter Schiff justru mengingatkan adanya bias dalam data tersebut.

Menurut Schiff, penurunan harga energi pada Juli sebenarnya masih dipengaruhi oleh anjloknya harga minyak pada Mei, bukan kenaikan tajam yang terjadi di akhir Juli. Jika analisis Schiff benar, maka data CPI berikutnya berpotensi menunjukkan lonjakan inflasi yang lebih tinggi. Hal ini bisa kembali memicu kekhawatiran pasar dan membalikkan sentimen positif yang saat ini mendukung emas dan aset berisiko.

Baca juga: Pixel 11 Bikin Kecewa: Harga Melonjak, Fitur Baru Minim, Saham Alphabet Anjlok?

Oleh sebab itu, pelaku pasar perlu mencermati perkembangan harga energi dan menunggu data inflasi selanjutnya sebelum mengambil keputusan investasi besar. Satu laporan CPI lagi akan sangat menentukan arah kebijakan The Fed pada pertemuan 16 September mendatang.

Bitcoin (BTC) Masih Menunggu Sinyal Kapitulasi, Bear Market Belum Selesai?

Di tengah euforia pasar emas, Bitcoin (BTC) justru menunjukkan pergerakan yang lebih hati-hati. Menurut CryptoQuant, indikator adjusted Net Unrealized Profit/Loss (aNUPL) menunjukkan bahwa investor jangka panjang Bitcoin (BTC) saat ini mengalami kerugian lebih dalam dibandingkan rata-rata pasar.

Pola ini sebelumnya selalu menandai titik terendah siklus besar Bitcoin (BTC), seperti yang terjadi pada Desember 2018 dan November 2022. Namun, kali ini kerugian yang dialami investor belum sedalam siklus sebelumnya, di mana Bitcoin (BTC) sempat anjlok hingga 77% dari puncaknya.

Saat ini, Bitcoin (BTC) masih berada sekitar 50% di bawah harga tertinggi siklus, di kisaran $64.160. CryptoQuant menilai, belum terjadi “kapitulasi” atau penjualan panik besar-besaran yang biasanya menandai akhir bear market. Kehadiran ETF Bitcoin (BTC) spot sejak Januari 2024 juga membuat institusi bisa menyerap tekanan jual, sehingga pola klasik bear market bisa saja berubah di siklus ini.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->