Emas Tembus US$4.831/oz Meski Bank Sentral Mulai Jual, Ke Mana Arah Selanjutnya?

Di-update
August 28, 2026
Bagikan
Gambar Emas Tembus US$4.831/oz Meski Bank Sentral Mulai Jual, Ke Mana Arah Selanjutnya?

Jakarta, Pintu News – Harga emas dunia kembali jadi sorotan setelah level acuannya diangkat ke kisaran US$4.831 per ons dalam beberapa sesi terakhir, level yang menegaskan momentum penguatan logam mulia sepanjang tahun ini. Yang menarik, lonjakan ini terjadi justru ketika sejumlah bank sentral mulai melepas sebagian cadangan emasnya, bukan menambah. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar bagi pelaku pasar: apakah reli emas masih punya ruang untuk lanjut, atau justru rentan koreksi setelah kenaikan yang begitu tajam.

Emas Cetak Level Tinggi di Tengah Ketidakpastian Global

Sumber: Forbes Advisor

Berdasarkan data Forbes Advisor, harga spot emas tercatat di level US$4.577,48 per ons pada 27 Agustus 2026, naik 12,28% dibandingkan sebulan sebelumnya meski turun tipis 0,37% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang lima tahun terakhir, emas bahkan mencatatkan kenaikan 152,88%, jauh melampaui return S&P 500 pada periode yang sama.

Penguatan ini tidak lepas dari ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed, ketegangan geopolitik yang belum sepenuhnya reda, serta permintaan safe haven yang tetap tinggi. Analis Citi menaikkan target harga emas jangka pendek (0-3 bulan) dari US$4.500 menjadi US$4.800 per ons, menurut laporan Eamonn Sheridan di InvestingLive pada 25 Agustus 2026, sementara JPMorgan menyebut emas berpotensi menembus level US$5.000 dalam hitungan minggu apabila data inflasi inti (PCE) melunak.

Baca juga: “Prediksi Harga Emas 2026: Berpotensi Tembus $6.300 per Ounce?

Bank Sentral Terpecah: Ada yang Jual, Lebih Banyak yang Beli

Di balik reli harga, dinamika permintaan bank sentral justru lebih rumit dari sekadar “borong emas” seperti narasi dua tahun terakhir. Laporan World Gold Council yang ditulis Marissa Salim dan dipublikasikan 4 Agustus 2026 mencatat bahwa sepanjang Juni 2026, pembelian emas oleh bank sentral global mencapai 51 ton, dengan Uzbekistan, Kazakhstan, Yordania, Republik Ceko, Ghana, dan Georgia sebagai pembeli utama.

Namun di sisi lain, Rusia dan Turki tercatat sebagai penjual bersih pada bulan yang sama. Secara akumulasi paruh pertama 2026, Turki bahkan mencatat penjualan bersih hingga 83 ton, meski mayoritas terjadi di kuartal pertama dan tersisa hanya 4 ton di kuartal kedua, sementara Rusia melepas 44 ton. Sebaliknya, Polandia menjadi pembeli terbesar dengan tambahan 82 ton, diikuti Uzbekistan 41 ton, China 40 ton, dan Kazakhstan 27 ton.

Artinya, meski ada bank sentral yang mulai jual, aksi jual itu sifatnya masih terbatas pada beberapa negara tertentu, sementara mayoritas bank sentral lain justru tetap menambah cadangan emasnya. Pergeseran strategi cadangan devisa menuju aset yang tidak bergantung pada satu mata uang tertentu tetap menjadi tren utama di kalangan otoritas moneter global.

Koin emas dan perak melambangkan cadangan emas bank sentral
Koin emas dan perak batangan, ilustrasi cadangan emas yang dikelola otoritas moneter. Sumber: Zlaťáky.cz via Pexels / Pexels License

Proyeksi Wall Street: Berapa Target Harga Emas Selanjutnya?

Sejumlah bank besar dunia punya pandangan yang beragam soal arah harga emas ke depan. J.P. Morgan Global Research dalam publikasi terbarunya memproyeksikan harga emas bisa mencapai US$6.000 per ons pada akhir 2026 dan lanjut ke US$6.300 pada 2027, didorong oleh diversifikasi cadangan devisa dari dolar AS serta minat investor institusi Tiongkok yang kini diizinkan mengalokasikan sebagian aset ke emas fisik.

Sementara itu, Morgan Stanley memasang target lebih moderat di kisaran US$4.800 untuk kuartal keempat 2026, dan Goldman Sachs berada di level US$5.400. Wells Fargo memproyeksikan rentang US$6.100 hingga US$6.300, sedangkan HSBC menjadi salah satu yang paling berhati-hati dengan rentang proyeksi US$3.950 hingga US$5.050, mencerminkan bahwa konsensus pasar soal arah emas sejatinya belum benar-benar seragam.

Faktor penentu jangka pendek yang banyak disorot pelaku pasar antara lain rilis data inflasi inti AS serta simposium kebijakan moneter Jackson Hole, yang keduanya dianggap krusial dalam menentukan apakah The Fed akan melanjutkan pelonggaran suku bunga atau menahan sikap lebih hati-hati.

Baca juga: “5 Hal tentang Prediksi Harga Emas H2 2026

Grafik tren kenaikan koin melambangkan penguatan harga emas
Susunan koin membentuk grafik tren naik, ilustrasi penguatan harga emas dunia. Sumber: Aurelijus U. via Pexels / Pexels License

Bagaimana Dampaknya bagi Harga Emas di Indonesia?

Menariknya, penguatan harga emas dunia belum sepenuhnya tercermin di pasar domestik dalam jangka pendek. Berdasarkan laporan Disway.id oleh Syifa Lulu yang terbit 28 Agustus 2026, harga emas Antam justru turun tipis Rp5.000 menjadi Rp2.718.000 per gram, dengan harga buyback di level Rp2.578.000 per gram. Sebagai perbandingan, rekor tertinggi emas Antam masih berada di level Rp3.168.000 per gram yang tercatat pada 29 Januari 2026, bertepatan dengan periode ketika harga emas dunia juga menyentuh puncak 52 minggunya di US$5.597,23 per ons menurut data Forbes Advisor.

Fluktuasi jangka pendek seperti ini menunjukkan bahwa harga emas domestik tidak selalu bergerak satu arah dengan harga spot global, karena turut dipengaruhi nilai tukar rupiah dan penyesuaian harga dari masing-masing produsen. Bagi investor, dinamika ini menegaskan pentingnya memantau data dari sumber yang kredibel sebelum mengambil keputusan, alih-alih hanya berpatokan pada satu angka saja.

Investasi Emas Crypto Mulai dari Rp11.000

Seiring berkembangnya teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga melalui aset crypto berbasis emas seperti PAX Gold dan Tether Gold .

EMAS CRYPTO · bisa dibeli/dijual 24/7 · 1 token ≈ 31,1 g · PAXG & XAUT   

Emas crypto, bisa dibeli & dijual kapan saja.

Didukung 1:1 emas fisik · mulai Rp11.000 · tanpa ongkos cetak.

Pelajari →

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->