Apa Itu Memory Supercycle?

Di-update
August 28, 2026
Bagikan
Gambar Apa Itu Memory Supercycle?

Jakarta, Pintu News – Memory supercycle menjadi istilah yang makin ramai dibahas di industri semikonduktor sepanjang 2026, seiring harga chip DRAM yang melonjak lebih dari 50% hanya dalam hitungan kuartal. Lonjakan ini dipicu oleh permintaan chip memori untuk pusat data AI yang meningkat sangat cepat, sehingga produsen seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron kewalahan memenuhi pesanan. Artikel ini membahas definisi, penyebab kenaikan harga chip DRAM, serta dampaknya bagi pasar saham dan konsumen.

Apa Itu Memory Supercycle?

Memory supercycle adalah kondisi ketika permintaan chip memori, baik DRAM maupun NAND flash, melonjak jauh melebihi kapasitas produksi yang tersedia, sehingga harga naik tajam dalam waktu relatif singkat. Siklus semacam ini bukan hal baru di industri chip. Sebelumnya, lonjakan serupa pernah terjadi karena gelombang adopsi PC dan smartphone. Bedanya, pemicu utama kali ini adalah ekspansi besar-besaran pusat data AI oleh perusahaan cloud raksasa.

Skala kenaikan harga pada siklus kali ini terbilang ekstrem. Menurut riset J.P. Morgan Global Research, harga DRAM diproyeksikan naik hingga 400% dari awal 2024 sampai akhir 2026. Sementara itu, data TrendForce mencatat harga kontrak DRAM konvensional naik 58 sampai 63% secara kuartalan pada kuartal kedua 2026, sedangkan NAND flash naik lebih tinggi lagi, yaitu 70 sampai 75% pada periode yang sama.

Kenapa Harga Chip DRAM Bisa Melonjak Lebih dari 50%?

Penyebab utama lonjakan harga chip DRAM adalah permintaan raksasa dari penyedia layanan cloud yang sedang berlomba membangun infrastruktur AI. Perusahaan cloud besar mengikat kontrak jangka panjang, bahkan sampai lebih dari lima tahun, dengan pabrik chip untuk memastikan pasokan memori mereka aman. Akibatnya, kapasitas produksi yang tersedia untuk produsen elektronik konsumen seperti laptop dan ponsel jadi semakin terbatas.

Selain itu, produsen chip memori juga mengalihkan sebagian besar kapasitas produksi DRAM konvensional ke produksi High Bandwidth Memory (HBM), jenis chip memori berkecepatan tinggi yang dibutuhkan oleh akselerator AI seperti GPU. TrendForce mencatat pergeseran alokasi ini membuat pasokan DRAM untuk kebutuhan umum semakin ketat, sementara permintaan tetap tinggi, sehingga harga terus terdorong naik.

Baca juga: “SK Hynix (SKHY) Melejit 27%: Peluang Saham Chip Memory di Bursa AS?

Modul RAM yang harganya terdongkrak akibat kelangkaan chip DRAM
Modul RAM yang harganya ikut terdongkrak akibat kelangkaan chip DRAM global. Sumber: Jeremy Waterhouse via Pexels / Pexels License

Siapa yang Paling Diuntungkan dari Lonjakan Harga Chip Memori Ini?

Produsen chip memori besar menjadi pihak yang paling diuntungkan dari lonjakan harga ini. Samsung Electronics melaporkan lonjakan laba operasional hingga sekitar 89,4 triliun won, atau setara 59 miliar dolar AS, naik sekitar 19 kali lipat dibanding tahun sebelumnya, menurut laporan IG International. SK Hynix bahkan mencatatkan pencapaian penting dengan pencatatan sahamnya di Nasdaq pada 10 Juli 2026 yang berhasil menghimpun dana sekitar 28 miliar dolar AS, didorong posisi mereka sebagai pemimpin pasar HBM dengan pangsa sekitar 58%.

Performa Saham Produsen Memori di Bursa Global

Micron juga tidak ketinggalan, dengan kapasitas produksi HBM mereka yang dilaporkan sudah terjual habis hingga 2027. Kioxia, produsen NAND flash asal Jepang, mencatat kenaikan harga saham hingga sekitar 590% secara year to date menurut data yang sama. Momentum ini turut membuat saham produsen memori menjadi salah satu sorotan utama investor saham teknologi global sepanjang 2026.

Baca juga: “Harga Saham SK Hynix di AS Melonjak 51% Lebih Mahal dari Seoul, Apa Penyebabnya?

Dampak Kenaikan Harga Chip ke Industri Teknologi dan Konsumen

Kenaikan harga chip DRAM yang tajam berimbas langsung pada biaya produksi perangkat elektronik. J.P. Morgan Global Research mencatat indeks harga impor untuk komputer dan periferal naik sekitar 37%, sementara indeks harga produsen untuk perangkat penyimpanan naik sekitar 23% sejak akhir 2024. Fenomena ini oleh sejumlah analis disebut sebagai “chipflation”, yaitu tekanan inflasi yang berasal langsung dari kenaikan harga komponen chip.

Dampaknya tidak berhenti di harga laptop atau ponsel saja. Produsen perangkat keamanan siber turut menghadapi keterlambatan pasokan untuk memperbarui perangkat firewall dan sistem deteksi, karena kebutuhan chip memori yang sama diperebutkan banyak sektor sekaligus. J.P. Morgan bahkan memperingatkan potensi lonjakan permintaan chip senilai 145 miliar dolar AS apabila terjadi serangan siber berskala nasional di tengah pasokan yang sudah ketat.

Ruang server pusat data konsumen utama chip memori AI
Ruang server pusat data, konsumen utama chip memori AI di tengah lonjakan permintaan ini. Sumber: Apke via Pixabay / Pixabay License

Apakah Siklus Kali Ini Berbeda dari Supercycle Sebelumnya?

Salah satu pembeda utama siklus kenaikan harga chip kali ini dibanding periode sebelumnya adalah disiplin pasokan dari produsen besar. Samsung, SK Hynix, dan Micron kompak menahan diri untuk tidak membangun kapasitas produksi secara berlebihan seperti pada siklus sebelumnya yang berujung pada kelebihan pasokan dan anjloknya harga. Chip memori khusus AI juga membutuhkan kapasitas produksi tiga sampai empat kali lebih besar dibanding chip konvensional dengan kapasitas serupa, sehingga penambahan pasokan baru berjalan lebih lambat.

Kontrak jangka panjang antara penyedia cloud dan produsen chip turut memperlambat potensi pembalikan arah harga dibanding siklus sebelumnya. Analis J.P. Morgan, Jay Kwon, menyebut industri kemungkinan akan tetap berada dalam kondisi kekurangan pasokan selama beberapa tahun ke depan, seiring pertumbuhan beban kerja AI yang terus berlanjut sementara kapasitas produksi baru butuh waktu lama untuk siap beroperasi.

Pertanyaan Umum tentang Memory Supercycle

Apa itu memory supercycle secara sederhana?

Istilah ini merujuk pada periode ketika permintaan chip memori seperti DRAM dan NAND flash melonjak jauh melampaui kapasitas produksi, sehingga harga chip naik tajam dalam waktu singkat.

Kenapa harga chip DRAM naik tajam di 2026?

Kenaikan ini terutama didorong oleh permintaan besar dari penyedia layanan cloud untuk membangun infrastruktur AI, ditambah pengalihan kapasitas produksi ke chip HBM yang membuat pasokan DRAM konvensional semakin terbatas.

Berapa lama siklus kenaikan harga chip ini diperkirakan berlangsung?

Sejumlah analis, termasuk dari J.P. Morgan Global Research, memperkirakan kondisi kekurangan pasokan chip memori bisa bertahan selama beberapa tahun ke depan karena permintaan AI yang terus tumbuh dan waktu pembangunan kapasitas baru yang panjang.

Apakah kenaikan harga chip ini memengaruhi harga laptop dan HP?

Ya. Karena chip DRAM dan NAND flash adalah komponen inti perangkat elektronik, kenaikan harganya turut mendorong naik biaya produksi laptop, ponsel, dan berbagai perangkat lain yang menggunakan chip memori.

Saham apa saja yang diuntungkan dari lonjakan harga chip ini?

Produsen chip memori besar seperti Samsung, SK Hynix, Micron, dan Kioxia tercatat mengalami lonjakan kinerja saham signifikan sepanjang 2026 seiring berlangsungnya siklus permintaan chip AI ini.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->