
Jakarta, Pintu News – Kerugian akibat phishing di ekosistem cryptocurrency mengalami penurunan signifikan di tahun 2025, menurut data terbaru dari platform keamanan blockchain. Fenomena ini dipandang sebagai salah satu perubahan penting dalam lanskap risiko digital, meskipun para ahli menegaskan bahwa ancaman belum sepenuhnya hilang dan justru menunjukkan pergeseran modus operandi. Informasi berikut berdasarkan laporan yang dikutip dari NewsBTC dan studi Scam Sniffer.

Kerugian yang disebabkan oleh serangan phishing di pasar crypto pada 2025 turun tajam menjadi sekitar USD83,85 juta, setara dengan sekitar Rp1,4 triliun berdasarkan kurs 1 USD = Rp16.708. Angka ini mencerminkan penurunan sekitar 83 persen dibandingkan periode 2024 yang mencapai hampir USD494 juta. Data ini diambil dari laporan analisis tahunan oleh platform keamanan blockchain Scam Sniffer.
Penurunan ini juga tercatat disertai dengan penurunan jumlah korban. Jumlah wallet yang terjangkit serangan phishing diperkirakan turun sebanyak 68 persen dari tahun ke tahun. Informasi ini menunjukkan bahwa tidak hanya total nilai kerugian berkurang, tetapi juga skala dampak terhadap pengguna secara keseluruhan.
Para analis mengaitkan penurunan ini dengan perbaikan keamanan di berbagai layanan kripto serta meningkatnya kesadaran pengguna terhadap risiko tanda tangan palsu dan persetujuan smart contract yang menyesatkan.
Baca Juga: 2026, Tahun Penuh Harapan untuk Solana: Prediksi dan Tantangan

Jumlah insiden yang menyebabkan kerugian besar — yakni lebih dari USD1 juta per kejadian — juga mengalami penurunan tajam sepanjang 2025. Hanya 11 kasus dengan kerugian lebih dari USD1 juta yang tercatat, jauh lebih rendah dibandingkan 30 insiden besar pada 2024. Data ini menunjukkan tren mengecilnya serangan berukuran besar dalam lanskap phishing crypto.
Penurunan jumlah insiden besar tersebut disinyalir karena pergeseran strategi para pelaku kejahatan ke serangan dengan skala lebih kecil namun lebih sering. Langkah ini membuat dampak per kejadian lebih rendah dan sulit terdeteksi dalam tahap awal.
Akibatnya, kerugian rata-rata per pengguna yang menjadi korban juga menurun tajam, mencerminkan pergeseran modus phishing ke skema yang lebih tersebar.
Meskipun total kerugian menurun, laporan tersebut menegaskan bahwa ancaman phishing belum hilang dari dunia crypto. Pelaku kejahatan diketahui mulai menggunakan strategi baru yang menargetkan jumlah korban lebih banyak dengan jumlah kerugian per kejadian yang lebih rendah.
Jenis serangan yang masih umum termasuk penyalahgunaan tanda tangan digital seperti Permit dan Permit2, di mana pengguna tanpa sadar memberikan persetujuan yang memungkinkan pencurian. Teknik ini tetap menjadi salah satu vektor kerugian tertinggi meskipun total nilai per insiden relatif lebih rendah.
Laporan juga menunjukkan bahwa EIP-7702, sebuah metode tanda tangan baru yang muncul setelah peningkatan jaringan tertentu, turut digunakan dalam insiden serangan kompleks.

Data menunjukkan bahwa kerugian phishing turut mengikuti siklus aktivitas pasar crypto secara umum, termasuk periode ketika harga Ethereum dan cryptocurrency lainnya mengalami reli. Selama kuartal ketiga 2025, ketika ETH rally cukup kuat, total kerugian phishing mencapai puncaknya untuk periode itu, sekitar USD31 juta.
Hal ini menunjukkan bahwa pelaku phishing cenderung memanfaatkan periode meningkatnya aktivitas transaksi dan minat pasar. Ketika lebih banyak pengguna aktif, peluang keberhasilan serangan meningkat, sehingga total kerugian pun meningkat di kuartal tersebut.
Hubungan antara aktivitas pasar dan tingkat kerugian phishing ini penting dipahami oleh pengguna cryptocurrency agar dapat menyesuaikan kewaspadaan mereka sesuai kondisi pasar.
Seiring berubahnya strategi para penyerang, komunitas keamanan dan pengembang dompet digital juga terus meningkatkan fitur perlindungan. Misalnya, banyak dompet sekarang menyediakan peringatan ketika permintaan persetujuan tanda tangan tampak mencurigakan.
Namun para ahli memperingatkan bahwa penurunan statistik tidak berarti risiko hilang sepenuhnya. Serangan phishing yang berhasil masih terjadi dan terus beradaptasi dengan tren teknologi dan perilaku pengguna.
Pengguna cryptocurrency tetap disarankan untuk selalu meninjau permintaan persetujuan sebelum menandatangani interaksi dengan smart contract, dan memanfaatkan alat keamanan tambahan seperti pemantauan on-chain untuk mengurangi ancaman yang terus berkembang.
Penurunan drastis dalam total kerugian akibat serangan phishing menunjukkan bahwa upaya edukasi dan teknologi keamanan memiliki dampak nyata dalam mengurangi risiko bagi pemilik aset digital.
Namun karena para pelaku terus mengubah taktik, pengguna crypto perlu tetap waspada dan mengikuti praktik keamanan terbaru. Kewaspadaan ini penting untuk mengurangi kemungkinan menjadi target berikutnya, terutama selama periode pasar aktif atau rally harga.
Baca Juga: Terobosan Besar Ripple (XRP) di 2026, Siapkah Anda?
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin hari ini, harga Solana hari ini, Pepe coin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: