
Jakarta, Pintu News ā Pada awal tahun 2026, dunia kripto menghadapi periode sensitivitas tinggi terhadap kebijakan makroekonomi. Dengan partisipasi institusional yang mencapai rekor tertinggi, aset seperti Bitcoin , Ethereum , dan Ripple menunjukkan respons yang lebih tajam terhadap perubahan likuiditas, ekspektasi inflasi, dan perdagangan globalāterutama seiring kebijakan tarif yang diterapkan oleh Presiden Donald Trump yang terus membentuk sentimen pasar.
Pada tahun 2025, administrasi Trump memberlakukan serangkaian tarif pada barang impor, termasuk logam, kendaraan, dan produk kunci lainnya, yang secara signifikan mengubah kebijakan perdagangan AS dan menciptakan ketidakpastian dalam rantai pasokan global.
Langkah ini, yang mencakup peningkatan bea masuk pada beberapa impor, memicu respons dari mitra dagang dan berkontribusi pada volatilitas pasar, mempengaruhi harga barang impor dan aset keuangan.
Melihat ke depan, kelanjutan atau ekspansi dari tarif ini bisa meningkatkan tekanan pada pasar keuangan. Biaya impor yang lebih tinggi dan risiko inflasi yang meningkat mungkin mendorong bank sentral untuk mempertahankan kondisi moneter yang lebih ketat, menciptakan ketidakpastian bagi aset berisiko.
Baca juga: Harga 1 Pi Network (PI) di Indonesia Hari Ini (5/1/26)

Dilansir dari Crypto.news, Tarif Trump pada tahun 2026 diperkirakan akan menciptakan ketidakpastian jangka pendek di seluruh pasar keuangan, termasuk kripto. Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Ripple (XRP) mungkin semua mengalami volatilitas sebagai reaksi investor terhadap kekhawatiran inflasi, ekspektasi suku bunga, dan ketegangan perdagangan global.
Meskipun aset-aset ini bisa menghadapi tekanan awal, beberapa mungkin mendapat manfaat jika kekhawatiran inflasi atau ketidakstabilan mata uang mendorong investor ke arah penyimpanan nilai alternatif.
Baca juga: Proyeksi XRP 2026: Berpotensi Tembus $5?
Bitcoin (BTC) kemungkinan akan naik turun seiring berita tarif masuk ke pasar. Ketika investor bermain aman, Bitcoin sering turun bersama pasar saham. Di sisi lain, kekhawatiran tentang inflasi bisa membuatnya menarik kembali sebagai aset langka yang tidak tergantung pada pemerintah.
Ethereum (ETH) biasanya bergerak lebih tajam ketika terjadi pergeseran likuiditas atau investor merasa gugup. Suku bunga yang lebih tinggi bisa memperlambat aliran modal ke proyek DeFi dan aplikasi berbasis ETH lainnya. Namun, imbalan staking dan pertumbuhan jaringan yang stabil mungkin membantu mendukung harga.
Tarif Trump pada tahun 2026 mungkin awalnya akan mengguncang pasar kripto, terutama jika memicu kekhawatiran inflasi atau menunda pemotongan suku bunga. Meskipun harga mungkin turun dalam jangka pendek, peran keseluruhan kripto sebagai sistem keuangan alternatif tetap sama. Sepanjang tahun, tren yang lebih jelas harus muncul seiring penyesuaian pedagang dengan lingkungan perdagangan baru.
Itu dia informasi terkini seputar crypto. Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkanĀ berita cryptoĀ terkini seputar project crypto dan teknologi blockchain. Temukan juga panduan belajar crypto dari nol dengan pembahasan lengkap melalui Pintu Academy dan selalu up-to-date dengan pasar crypto terkini sepertiĀ harga bitcoin hari ini,Ā harga coin xrp hari ini,Ā dogecoinĀ dan harga asetĀ cryptoĀ lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui GoogleĀ PlayĀ Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitasĀ jual beli bitcoinĀ dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi