
Jakarta, Pintu News – Dogecoin , salah satu cryptocurrency meme paling dikenal, menghadapi tekanan pasar yang signifikan seiring pergeseran sentimen investor dan perubahan dinamika aset digital pada awal 2026.
Berbagai analis teknikal kini memperkirakan kemungkinan harga DOGE turun di bawah level psikologis US$0,10 dalam jangka pendek, sementara faktor fundamental dan perilaku pasar tetap menjadi indikator kunci bagi investor. Informasi ini dirangkum dari laporan pasar terbaru yang menyebutkan perubahan struktur pasar dan pergeseran fokus modal di pasar crypto global.
Dogecoin kini mengalami pergerakan harga volatil yang ditandai dengan penurunan di beberapa level support utama. Data teknikal terbaru menunjukkan bahwa jika tren penurunan berlanjut, DOGE berpotensi bergerak di bawah US$0,10, atau sekitar Rp1.679 per DOGE berdasarkan kurs 1 USD = Rp16.796. Perubahan ini sebagian mencerminkan berkurangnya minat investor ritel dibanding periode reli sebelumnya.
Menurut laporan pasar, tekanan jual ini berkaitan dengan berkurangnya likuiditas di pasar Dogecoin. Sejumlah besar pemegang besar atau whales dilaporkan memindahkan modal ke aset lain yang dianggap memiliki utilitas lebih jelas sementara permintaan terhadap DOGE menurun. Kondisi tersebut meningkatkan risiko penurunan lanjutan dalam jangka pendek.
Baca Juga: Ethereum (ETH) Terus Melaju, Apakah Tahun 2026 Waktu yang Tepat untuk Membeli?

Perubahan fokus investor di pasar cryptocurrency turut memengaruhi pergerakan harga Dogecoin. Laporan pasar menyebutkan adanya rotasi modal dari aset yang hanya mengandalkan sentimen sosial ke aset yang memiliki kasus penggunaan atau utilitas teknis lebih kuat. Perubahan ini dapat dilihat sebagai respons terhadap pencarian peluang investasi yang lebih stabil di tengah volatilitas pasar.
Investor yang mencari potensi pertumbuhan jangka panjang kini lebih mengamati proyek dengan fundamental teknis kuat atau adopsi nyata di sektor DeFi dan Web3. Karena Dogecoin tidak memiliki penggunaan selain sebagai media transaksi atau spekulasi harga, hal ini menjadikan DOGE kurang menarik bagi sebagian pelaku pasar institusional.

Pergerakan harga Dogecoin di masa lalu menunjukkan bahwa token ini sangat dipengaruhi oleh momentum sosial dan tren komunitas online. Pada puncaknya pada 2021, DOGE sempat mencapai harga yang sangat tinggi dibanding level saat ini, namun volatilitas ekstrem sering kali mengikuti setelah periode reli tersebut. Data historis ini menunjukkan bagaimana pasar meme coin sangat sensitif terhadap faktor sentimen.
Namun volatilitas tinggi yang menyertai Dogecoin juga mencerminkan risiko yang melekat pada aset yang kurang didukung oleh kasus penggunaan fundamental. Pemahaman ini penting bagi investor yang mempertimbangkan eksposur jangka panjang di pasar crypto yang fluktuatif.
Dogecoin telah mempertahankan relevansi sebagai salah satu meme coin tertua, tetapi teknologi yang mendasarinya tidak berkembang secepat beberapa proyek lain di ruang cryptocurrency. Laporan pasar menyebut bahwa sejumlah aset lain dengan utilitas teknis atau model bisnis yang lebih terdefinisi kini menarik perhatian lebih besar dari investor. Aset tersebut sering kali menawarkan fitur tambahan seperti staking, DeFi, atau integrasi lintas jaringan.
Ketiadaan upgrade teknologi besar untuk DOGE seperti yang dialami oleh beberapa pesaing juga memengaruhi persepsi pasar terhadap proyeksi harga. Investor yang menilai proyek berdasarkan roadmap teknis kini semakin selektif dalam menyusun portofolio mereka.

Dogecoin juga menghadapi risiko terkait persepsi pasar umum terhadap meme coin, yang sering kali bergantung pada aktivitas sosial dan tren komunitas digital. Ketika tren tersebut mereda atau beralih ke aset lain, likuiditas dan volume perdagangan DOGE cenderung menurun. Laporan pasar mencatat bahwa fase momentum sosial ini kini jauh berkurang dibanding periode reli puncak.
Faktor eksternal seperti sentimen makro ekonomi dan pergerakan pasar cryptocurrency secara keseluruhan juga memberikan tekanan tambahan pada Dogecoin. Ketika pasar kripto secara luas mengalami koreksi atau konsolidasi, aset dengan utilitas lebih rendah sering kali memimpin penurunan dibanding aset yang lebih mapan.
Dogecoin tetap menjadi salah satu token yang menarik perhatian komunitas kripto, namun proyeksi harga jangka pendek menunjukkan adanya risiko penurunan jika tren tekanan pasar terus berlanjut. Investor disarankan memahami karakteristik volatilitas dan menggabungkannya dengan strategi manajemen risiko yang matang.
Baca Juga: Strategi Baru dalam Dunia Kripto: Akuisisi 680.000 BTC oleh Strategy!
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin hari ini, harga Solana hari ini, Pepe coin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
• Crypto News. Dogecoin (DOGE) Could Drop Below $0.10 as This Best Cheap Crypto to Buy Now Shows Strength . Diakses tanggal 9 Januari 2026.