
Jakarta, Pintu News ā Bitcoin kembali menunjukkan kekuatannya dengan adanya peningkatan aliran dana ke ETF Bitcoin (BTC) spot, namun analisis data menunjukkan keraguan bahwa harga dapat mencapai $105.000 dalam waktu dekat.

Meskipun Bitcoin (BTC) berhasil menembus angka $97.000, pasar derivatif belum memberikan konfirmasi yang kuat atas kelanjutan tren ini. Skew opsi menunjukkan bahwa para trader masih berhati-hati terhadap potensi rally yang berkelanjutan. Indikator skew opsi delta BTC masih menunjukkan angka 4%, yang tidak berubah dari minggu sebelumnya, menandakan persepsi risiko yang stabil meskipun harga telah melonjak di atas $96.000 pada hari Rabu.
Kenaikan harga Bitcoin (BTC) ini terjadi di tengah kelemahan yang berkelanjutan dari indeks Nasdaq, yang masih berjuang untuk kembali ke level 26.000 yang terakhir kali terlihat pada awal November 2025. Sentimen investor terbagi, dengan Bitcoin (BTC) masih diperdagangkan 23% di bawah rekor tertingginya, sementara harga emas dan perak mencapai rekor tertinggi baru pada tahun 2026, menunjukkan permintaan yang lebih kuat untuk aset safe-haven tradisional.
Baca Juga: Monero (XMR) Cetak Rekor Baru, Apakah Akan Terus Melonjak di Januari 2026?

Ketidakoptimisan pasar juga dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik, seperti protes di Iran yang memicu ancaman militer dari Presiden AS Donald Trump. Ancaman ini termasuk tarif impor tambahan sebesar 25% terhadap negara-negara yang berbisnis dengan Republik Islam Iran. Kekhawatiran ini meningkat karena hubungan AS dengan China dan India bisa memburuk jika proposal tersebut bergerak maju.
Selain itu, kepercayaan investor juga tertekan oleh niat administrasi Trump untuk menguasai Greenland, yang dianggap kritis untuk keamanan nasional AS. Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, dilaporkan menawarkan bantuan kepada Denmark jika terjadi pengambilalihan yang bermusuhan. Situasi ini menambah ketidakpastian di pasar, yang juga mempengaruhi sentimen terhadap mata uang kripto seperti Bitcoin (BTC).

Yield Treasury AS dua tahun turun menjadi 3,51% pada hari Rabu, menunjukkan bahwa trader lebih memilih keamanan obligasi pemerintah meskipun inflasi konsumen AS berada di atas target Federal Reserve sebesar 2,7% per tahun. Warren Buffett, ketua dan mantan CEO Berkshire Hathaway, mengungkapkan kekhawatirannya tentang ketidakjelasan arah masa depan kecerdasan buatan, yang tercermin dari posisi kas Berkshire yang meningkat menjadi rekor $381,7 miliar.
Indeks Nasdaq turun 1,6%, sementara saham Oracle (ORCL US) jatuh 5% setelah pemegang obligasi mengajukan gugatan class action yang menuduh perusahaan tersebut gagal mengungkapkan kebutuhan akan utang tambahan yang signifikan untuk memperluas infrastruktur kecerdasan buatannya. Ketidakpastian ini membuat trader mengurangi eksposur mereka terhadap ekuitas, yang juga membatasi selera mereka untuk aset berisiko seperti kripto.
Meskipun Bitcoin (BTC) telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan dari pasar bear selama dua bulan, data derivatif menunjukkan bahwa trader masih sangat skeptis terhadap kemungkinan rally cepat menuju $105.000. Fokus investor saat ini tetap pada risiko geopolitik yang lebih luas dan apakah Federal Reserve AS dapat mendukung pertumbuhan ekonomi tanpa memicu kembali inflasi.
Baca Juga: 7 Sinyal Oversupply Crypto Bisa Reset Bitcoin ke $10.000 ā Ini Indikatornya!
Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin hari ini,Ā harga Solana hari ini,Ā Pepe coinĀ dan harga asetĀ cryptoĀ lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.