
Jakarta, Pintu News – Harga Ethereum saat ini berada di bawah tekanan seiring munculnya sinyal sensitif dari data on-chain. Pada akhir Januari, jumlah total transfer Ethereum—yang dirata-ratakan menggunakan Simple Moving Average (SMA) 14 hari—melonjak tajam hingga mencapai 1,17 juta.
Angka tersebut sebelumnya kerap dikaitkan dengan titik balik besar di pasar. Lonjakan mendadak ini memunculkan kembali kekhawatiran terhadap potensi risiko dalam jangka pendek. Lalu, bagaimana pergerakan harga Ethereum hari ini?

Pada 5 Februari 2026, harga Ethereum tercatat berada di sekitar $2,149 atau setara dengan Rp36.264.682, mengalami penurunan 4,31% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, ETH sempat menyentuh level terendahnya di Rp35.069.232 dan level tertingginya di Rp38.519.232.
Saat penulisan, kapitalisasi pasar Ethereum kini berada di sekitar Rp4.361 triliun, dengan volume perdagangan harian yang turun 7% menjadi Rp763,93 triliun dalam waktu 24 jam terakhir.
Baca juga: Harga Bitcoin Terjun Bebas ke $72.000 Hari Ini (5/2/26): Analis Soroti Pola Bull-Run Sebelumnya!
Grafik harga Ethereum terbaru menunjukkan perkembangan di tengah lonjakan tajam aktivitas jaringan. Berdasarkan data on-chain, jumlah transfer meningkat pesat hingga mencapai level yang jarang bertahan lama dalam siklus pasar sebelumnya.
Meskipun peningkatan aktivitas bisa menjadi tanda adopsi yang meluas, kecepatan dan besarnya lonjakan ini menempatkannya dalam kategori yang lebih perlu diwaspadai.

Secara historis, lonjakan mendadak seperti ini kerap muncul di masa-masa penuh tekanan. Sementara itu, pergerakan harga pada time frame yang lebih tinggi mulai melemah, menunjukkan bahwa aktivitas ini mungkin bukan sepenuhnya didorong oleh pertumbuhan organik. Sebaliknya, bisa jadi mencerminkan pergeseran posisi pasar saat pelaku menyesuaikan eksposurnya.
Jika ditelusuri lebih dalam, data historis Ethereum semakin menguatkan kekhawatiran ini. Pada Januari 2018, lonjakan jumlah transfer terjadi beberapa hari sebelum Ethereum mencapai puncak siklusnya. Saat itu, momentum harga melemah dan pasar memasuki fase bearish berkepanjangan.
Pola serupa terjadi pada 19 Mei 2021. Aktivitas transfer melonjak tajam saat volatilitas harga meningkat, bersamaan dengan terjadinya crash pasar secara luas.
Dalam kedua kasus tersebut, lonjakan aktivitas jaringan mencerminkan distribusi dan aliran paksa (forced flows), bukan akumulasi sehat. Meskipun sejarah tidak selalu terulang persis, kesamaan struktural ini membuat risiko tetap tinggi.
Dari sudut pandang analisis, lonjakan parabolis dalam jumlah transfer sering kali terjadi saat pasar berada dalam kondisi emosional ekstrem. Biasanya, fase ini ditandai dengan pergerakan aset besar-besaran antara dompet dan bursa. Perilaku ini mencerminkan realisasi keuntungan, penyeimbangan ulang jaminan (collateral), atau transfer karena likuidasi.
Di saat yang sama, volatilitas cenderung memuncak di sekitar peristiwa-peristiwa seperti ini. Dalam ekosistem Ethereum, lonjakan volume transaksi secara historis terjadi ketika keyakinan mulai goyah di salah satu sisi pasar.
Oleh karena itu, meningkatnya aktivitas bukan berarti arah pergerakan sudah pasti—namun menjadi sinyal adanya ketidakstabilan.
Baca juga: Ethereum Tertekan: Vitalik Buterin Pindahkan 5.493 ETH, Trend Research Lepas 20 Ribu ETH
Menambah nuansa kehati-hatian, indikator MVRV pricing bands Ethereum menunjukkan pergeseran menuju wilayah yang secara historis penting. Harga Ethereum dalam USD cenderung membentuk dasar yang kuat hanya setelah turun ke bawah level MVRV 0,80—yang saat ini berada sedikit di bawah $2.000.
Dalam siklus sebelumnya, harga Ethereum biasanya menghabiskan waktu cukup lama dalam fase konsolidasi di sekitar zona valuasi rendah ini sebelum akhirnya memasuki fase pemulihan. Dari sudut pandang struktural, prediksi harga Ethereum masih sangat dipengaruhi oleh apakah zona ini akan diuji atau justru berhasil dipertahankan.
Sementara itu, dinamika cost basis (harga rata-rata beli) terus meningkat secara perlahan, yang memang mengangkat batas bawah jangka panjang, tetapi belum sepenuhnya menghilangkan risiko penurunan.
Namun, pergerakan pasar jarang berjalan dalam garis lurus. Meskipun sinyal saat ini menunjukkan meningkatnya risiko, hal ini juga mencerminkan kondisi pasar yang sedang mengalami transisi.
Seiring berkurangnya spekulasi berlebihan, harga Ethereum mungkin akan terus mencari keseimbangan dalam rentang valuasi yang relevan secara historis. Apakah aktivitas pasar akan stabil atau justru semakin meningkat akan menjadi faktor penentu arah pergerakan jangka pendek ke depan.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: