5 Pertimbangan Shiba Inu: Harga Tertekan, Potensi Rebound, Risiko Jual Rugi di Crypto 2026

Di-update
February 9, 2026
Bagikan
Gambar 5 Pertimbangan Shiba Inu: Harga Tertekan, Potensi Rebound, Risiko Jual Rugi di Crypto 2026

Jakarta, Pintu News – Pasar crypto masih bergerak dalam fase penuh tekanan di awal 2026, dan Shiba Inu menjadi salah satu cryptocurrency yang paling terdampak sentimen negatif. Performa harga yang lesu sepanjang 2025 berlanjut hingga tahun ini, seiring ketidakpastian makroekonomi global dan pengetatan likuiditas. Kondisi tersebut membuat banyak investor bertanya, apakah menjual Shiba Inu sekarang adalah keputusan tepat.

1. Tren Turun SHIB Terjadi di Tengah Tekanan Pasar Global

Harga Shiba Inu (SHIB) belum menunjukkan pemulihan berarti sejak tahun lalu. Tekanan ini bukan hanya faktor internal, tetapi juga dipengaruhi kondisi pasar crypto secara keseluruhan.

Ketidakpastian ekonomi global, tensi geopolitik, dan penurunan likuiditas membuat banyak cryptocurrency bergerak melemah. Dalam situasi seperti ini, aset berbasis sentimen seperti SHIB cenderung lebih rentan terhadap tekanan jual.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik: Bitcoin Sering Rebound di Februari — Pelajaran dari Data Historis

2. Siklus Crypto Menunjukkan Pola Berulang

Sejarah pasar cryptocurrency menunjukkan pergerakan siklus yang berulang. Pada 2021, pasar mengalami reli besar sebelum anjlok tajam pada 2022.

Sebagai contoh, Bitcoin sempat jatuh ke USD15.000 atau sekitar Rp253 juta pada November 2022. Dua tahun kemudian, Bitcoin justru melonjak ke USD100.000 atau sekitar Rp1,69 miliar pada Desember 2024, menegaskan bahwa fase turun tidak selalu bersifat permanen.

3. SHIB Pernah Mengikuti Pola Pemulihan Pasar

Shiba Inu juga pernah mengalami lonjakan signifikan seiring reli pasar. Pada periode yang sama dengan kenaikan Bitcoin, SHIB sempat diperdagangkan di kisaran USD0,000032.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa SHIB sangat bergantung pada momentum pasar crypto secara luas. Ketika sentimen berbalik positif, aset ini berpotensi ikut terdorong meski sebelumnya mengalami tekanan panjang.

4. Pengembangan Utilitas Masih Berjalan

Di luar pergerakan harga, tim Shiba Inu terus mengembangkan ekosistemnya. Beberapa inisiatif yang diperkenalkan mencakup ShibOS, Shib Metaverse, dan wacana peluncuran stablecoin.

Selain itu, muncul rencana mekanisme burn baru yang dikabarkan mampu mengurangi suplai hingga triliunan token per tahun. Peningkatan utilitas dan pengurangan suplai sering dianggap sebagai faktor pendukung nilai jangka panjang dalam dunia cryptocurrency.

5. Risiko Menjual di Fase Tertekan

Menjual SHIB saat harga berada di bawah tekanan berarti mengunci potensi kerugian. Bagi investor yang masuk di harga lebih tinggi, keputusan ini perlu dipertimbangkan secara matang.

Namun, menahan aset juga bukan tanpa risiko. Pasar crypto tetap volatil, dan pemulihan bisa memakan waktu lebih lama dari perkiraan.

Gambaran Netral untuk Investor Pemula

Kondisi Shiba Inu saat ini mencerminkan dinamika umum pasar cryptocurrency. Tekanan jangka pendek masih dominan, tetapi sejarah menunjukkan peluang pemulihan selalu ada dalam siklus pasar.

Bagi investor pemula, memahami konteks makro dan siklus crypto lebih penting daripada bereaksi pada pergerakan harga sesaat. Keputusan terkait SHIB sebaiknya disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan investasi masing-masing.

Baca Juga: 5 Perspektif AI: Apakah XRP Akan Turun di Bawah $1 di Februari 2026?

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga BitcoinUSDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->