Cardano Resmi Aktifkan Protocol v11 Lewat Hard Fork Van Rossem

Di-update
July 20, 2026
Bagikan
Gambar Cardano Resmi Aktifkan Protocol v11 Lewat Hard Fork Van Rossem

Jakarta, Pintu News – Cardano resmi menjadi jaringan blockchain lapis satu pertama yang mengaktifkan pembaruan protokol utama sepenuhnya melalui mekanisme tata kelola on-chain, tanpa arahan langsung dari entitas pendiri seperti Input Output Global, Cardano Foundation, maupun Emurgo.

Hard fork bernama Van Rossem ini mengantarkan jaringan ke Protocol Version 11, sebuah pembaruan intra-era yang tetap mempertahankan Cardano di era Conway sehingga tidak mengubah bentuk transaksi maupun memerlukan migrasi ledger besar-besaran. Aktivasi berlangsung pada Sabtu, 18 Juli 2026 pukul 21:44:51 UTC di slot 192.844.800, tanpa laporan gangguan jaringan.

Hard Fork Pertama yang Disetujui Sepenuhnya lewat Tata Kelola On-Chain

Berbeda dari hard fork sebelumnya seperti Vasil pada September 2022 yang disusun secara top-down oleh entitas pendiri, Van Rossem murni digagas, diperdebatkan, dan diratifikasi melalui proses Voltaire, yaitu kerangka tata kelola terdesentralisasi Cardano yang melibatkan Delegated Representatives (DRep), Stake Pool Operator (SPO), dan Komite Konstitusi.

Chip komputer di atas motherboard melambangkan infrastruktur node Cardano
Ilustrasi chip komputer yang merepresentasikan infrastruktur jaringan blockchain. Sumber: Michael Förtsch via Unsplash / Unsplash License

Aksi inisiasi hard fork diajukan ke mainnet pada 16 Juni 2026 pada Epoch 637, kemudian melalui masa pemungutan suara selama kurang lebih empat minggu sebelum akhirnya disetujui oleh seluruh badan tata kelola yang disyaratkan konstitusi Cardano.

Proses Ratifikasi: DRep, SPO, dan Komite Konstitusi

Pemungutan suara ditutup pada batas epoch 13 Juli 2026 pukul 21:45 UTC dengan hasil DRep mencatatkan dukungan 77,63 persen, jauh melampaui ambang batas 60 persen yang disyaratkan. SPO turut memberikan dukungan 52,7 persen, sedikit di atas ambang minimal 51 persen, sementara enam dari tujuh anggota Komite Konstitusi memberikan suara mendukung dan satu anggota tidak berpartisipasi dalam pemungutan suara tersebut.

Proses ini dikoordinasikan oleh Hard Fork Working Group di bawah naungan Intersect MBO bekerja sama dengan Technical Steering Committee, dengan kontributor dari Input Output, Cardano Foundation, Midnight Foundation, Shielded, Ensurable Systems, dan Emurgo. Van Rossem tercatat sebagai hard fork ketiga yang dikoordinasikan Intersect, menyusul hard fork Chang pada 2024 dan Plomin pada 2025, sekaligus menjadi bukti bahwa kerangka Voltaire mampu menjalankan perubahan protokol tanpa ketergantungan pada entitas pendiri.

Baca juga: “Whale Cardano Borong ADA di Tengah Lesunya Aktivitas Jaringan, Ada Apa?

Nama Van Rossem sendiri menyimpan makna simbolis bagi komunitas. Nama tersebut diambil dari Max van Rossem, kontributor tata kelola Cardano yang meninggal dunia pada 11 Januari 2026, bertepatan dengan hari kelahiran putranya, Max Louis Hans van Rossem. Antara Januari dan Februari 2026, Intersect menggelar pemungutan suara on-chain khusus untuk penamaan Protocol Version 11, yang memperoleh dukungan lebih dari 80 persen dari total stake DRep aktif, salah satu hasil voting paling meyakinkan yang pernah tercatat di jaringan Cardano.

Koin emas melambangkan aset kripto ADA di jaringan Cardano
Ilustrasi koin kripto yang merepresentasikan aset digital seperti ADA. Sumber: Kanchanara via Unsplash / Unsplash License

Pembaruan Teknis: Plutus dan Model Biaya Baru

Dari sisi teknis, proposal tata kelola Van Rossem merinci sejumlah pembaruan pada lapisan smart contract Plutus. Setelah hard fork berlangsung, sejumlah primitif Plutus baru yang didefinisikan dalam CIP-0109, CIP-0132, CIP-0133, CIP-0138, dan CIP-0153 resmi tersedia, sementara seluruh fungsi bawaan Plutus kini dapat diakses secara konsisten di ketiga versi, yaitu Plutus V1, V2, dan V3. Pembaruan ini juga menambahkan dukungan ekspresi “case” pada tipe data bawaan seperti Bool, Integer, dan Data di Untyped Plutus Core, yang memberikan peningkatan performa sekaligus logika skrip yang lebih ringkas bagi pengembang.

Sebagai pelengkap, pembaruan model biaya Plutus atau Plutus Cost Model yang menentukan besaran biaya komputasi setiap operasi smart contract di on-chain, telah lebih dulu diberlakukan secara terpisah pada 16 Mei 2026 pukul 00:00 UTC di jaringan utama, agar developer dan aplikasi terdesentralisasi punya waktu menyesuaikan sistem sebelum hard fork berlangsung. Secara praktis, perubahan ini diperkirakan menekan biaya eksekusi untuk sejumlah operasi on-chain tertentu, sebuah perubahan yang menyasar pengembang DeFi, platform NFT, dan penyedia aplikasi terdesentralisasi yang selama ini kerap menyoroti ekonomi transaksi sebagai salah satu hambatan.

Dari sisi kesiapan jaringan, telemetri menunjukkan adopsi berjalan jauh di atas ambang konstitusi, dengan sekitar 93 persen produksi blok sudah berjalan di node versi 11 menjelang aktivasi, sementara kesiapan bursa dari sisi likuiditas mencapai 84,15 persen.

Baca juga: “Harga Cardano (ADA) Hari Ini 22 Juni 2026: $0,16 di Five-Year Low, Testnet Leios Segera Meluncur

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->