
Jakarta, Pintu News – Saat mengirim atau menerima uang dari luar negeri, bank biasanya meminta satu kode khusus agar dana sampai ke rekening yang tepat. Kode itu disebut SWIFT code, yaitu identitas unik yang membantu sistem perbankan global mengenali bank tujuan transfer. Bagi siapa pun yang pernah bertransaksi lintas negara, memahami SWIFT code adalah langkah dasar agar proses transfer berjalan lancar dan tidak salah kirim.
SWIFT code merupakan singkatan dari Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication, yaitu jaringan pesan yang menghubungkan ribuan bank dan lembaga keuangan di seluruh dunia. Kode ini juga sering disebut BIC atau Bank Identifier Code, karena fungsinya memang untuk mengidentifikasi bank tertentu secara spesifik di antara ribuan institusi keuangan lain.
Setiap bank yang tergabung dalam jaringan SWIFT memiliki kode uniknya sendiri, sama seperti nomor identitas yang tidak mungkin dimiliki oleh dua bank yang berbeda. Ketika seseorang mengirim uang ke luar negeri, bank pengirim akan menggunakan kode ini untuk mengarahkan instruksi transfer ke bank penerima yang benar, sebelum dana akhirnya diteruskan ke rekening tujuan.

Fungsi utama SWIFT code adalah memastikan pesan transfer dana antarbank sampai ke pihak yang tepat, terutama pada transaksi lintas negara yang melibatkan banyak institusi keuangan. Tanpa kode ini, bank pengirim akan kesulitan menentukan bank mana yang dituju karena nama bank saja tidak cukup spesifik, apalagi jika ada banyak bank dengan nama serupa di negara berbeda.
Selain sebagai alat identifikasi, kode ini juga berfungsi sebagai lapisan verifikasi keamanan. Sistem SWIFT memungkinkan bank saling bertukar informasi transaksi secara terenkripsi, sehingga risiko kesalahan pengiriman maupun penyalahgunaan data dapat diminimalkan. Karena itu, SWIFT code menjadi penting untuk transfer uang pribadi, transaksi bisnis, pembayaran ekspor impor, hingga penyelesaian tagihan internasional.
Bagi orang yang aktif bertransaksi dengan mitra atau keluarga di luar negeri, mengetahui fungsi SWIFT code membantu mempercepat proses administrasi. Kesalahan penulisan kode sering menjadi penyebab transfer tertunda atau bahkan dikembalikan oleh bank penerima.
Baca juga: “Outward Remittance: Arti, Proses, dan Hal yang Perlu Diperhatikan”
Kode SWIFT terdiri dari 8 atau 11 karakter yang tersusun dari kombinasi huruf dan angka. Format 8 karakter biasanya merujuk pada kantor pusat sebuah bank, sedangkan format 11 karakter menunjukkan cabang tertentu dari bank tersebut. Setiap segmen dalam kode ini memiliki arti masing-masing dan tidak disusun secara acak.
Empat karakter pertama menunjukkan kode bank, biasanya berupa singkatan dari nama institusi keuangan tersebut. Dua karakter berikutnya adalah kode negara sesuai standar internasional, misalnya ID untuk Indonesia. Dua karakter setelahnya menandakan lokasi atau kota tempat kantor bank berada. Jika kode terdiri dari 11 karakter, tiga digit terakhir menunjukkan kode cabang spesifik, sementara kode yang diakhiri dengan “XXX” biasanya menandakan kantor pusat.
Susunan ini membuat SWIFT code bersifat sangat spesifik. Satu kesalahan huruf atau angka saja bisa membuat sistem mengarahkan dana ke bank atau cabang yang keliru, sehingga penting untuk selalu memeriksa ulang kode sebelum melakukan transfer.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menemukan SWIFT code sebuah bank. Cara paling praktis adalah menghubungi langsung layanan pelanggan bank yang bersangkutan, baik melalui call center, aplikasi mobile banking, maupun kunjungan ke cabang terdekat. Petugas bank biasanya dapat memberikan kode ini dengan cepat karena informasinya sudah tersedia dalam sistem internal mereka.
Selain itu, banyak bank juga mencantumkan SWIFT code pada halaman resmi situs webnya, biasanya di bagian layanan transfer internasional atau pertanyaan umum. Rekening koran atau slip transaksi lama yang pernah melibatkan transfer dari luar negeri juga sering mencantumkan kode ini di bagian keterangan bank penerima.
Jika ingin mencari melalui pihak ketiga, beberapa situs direktori perbankan internasional menyediakan basis data SWIFT code dari berbagai negara. Namun tetap disarankan untuk mengonfirmasi ulang ke bank terkait sebelum menggunakan kode tersebut untuk transaksi, mengingat kesalahan kecil dapat berdampak pada keterlambatan dana.
Banyak orang menganggap SWIFT code dan BIC adalah dua hal yang berbeda, padahal keduanya sebenarnya merujuk pada sistem kode yang sama. Istilah BIC atau Bank Identifier Code hanyalah nama resmi lain dari SWIFT code, sehingga kedua istilah ini dapat digunakan secara bergantian tanpa mengubah fungsinya.
Yang perlu dibedakan justru adalah SWIFT code dengan routing number, yaitu kode yang digunakan khusus untuk transaksi domestik di Amerika Serikat. Routing number hanya berlaku untuk transfer antarbank di dalam negeri, sementara SWIFT code dirancang untuk transaksi lintas negara yang melibatkan banyak sistem perbankan berbeda. Karena cakupan dan fungsinya berbeda, kedua kode ini tidak bisa saling menggantikan satu sama lain dalam proses transfer.
Baca juga: “7 Cara Menabung Dollar (USD) Agar Maksimal dan Efektif”
SWIFT code adalah kode identifikasi unik sebuah bank yang digunakan dalam jaringan pesan keuangan internasional. Kode ini dibutuhkan agar bank pengirim dan penerima dapat saling mengenali dengan tepat saat memproses transfer lintas negara.
Ya, SWIFT code dan BIC merujuk pada kode yang sama. BIC adalah istilah resmi yang digunakan dalam standar internasional, sedangkan SWIFT code adalah sebutan yang lebih umum dipakai masyarakat.
Kesalahan penulisan SWIFT code dapat menyebabkan dana tertunda, dikembalikan ke rekening pengirim, atau dalam kasus tertentu terkirim ke bank yang salah. Karena itu, kode ini sebaiknya selalu diperiksa ulang sebelum transaksi dikonfirmasi.
Tidak semua bank memiliki SWIFT code, karena kode ini hanya dimiliki oleh institusi keuangan yang terdaftar dalam jaringan SWIFT. Bank kecil atau lembaga keuangan nonbank tertentu mungkin tidak memilikinya dan memerlukan bank perantara untuk transaksi internasional.
SWIFT code biasanya dicantumkan pada situs resmi bank, buku tabungan, rekening koran, atau dapat ditanyakan langsung melalui layanan pelanggan bank terkait.

Penggunaan jaringan perbankan tradisional dengan SWIFT code memang menjadi standar dalam transfer dana internasional, namun proses ini seringkali memakan waktu berhari-hari dan melibatkan biaya koresponden yang tinggi. Sebagai alternatif yang lebih efisien, kebutuhan transfer lintas negara kini dapat dijembatani menggunakan jalur (rail) stablecoin, yang menawarkan penyelesaian transaksi dalam hitungan menit dengan biaya yang jauh lebih rendah.
Pintu Institutional hadir menyediakan infrastruktur perdagangan aset digital berstandar institusi yang aman, berbiaya rendah, dan sepenuhnya diawasi oleh OJK. Akses layanan Pintu Institutional sekarang untuk mulai memanfaatkan stablecoin sebagai solusi transfer internasional dan manajemen kas perusahaan yang lebih optimal.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi