
Jakarta, Pintu News – Di tengah kenaikan harga kebutuhan sehari-hari, semakin banyak orang mencari cara mengelola uang secara lebih cerdas. Frugal living adalah salah satu pendekatan yang belakangan makin populer, yaitu gaya hidup yang menekankan pengeluaran secara sadar tanpa mengorbankan kebutuhan penting. Konsep ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan strategi jangka panjang untuk mencapai kestabilan finansial sekaligus menyisakan ruang untuk menabung dan berinvestasi.
Banyak orang bertanya apa itu frugal living ketika pertama kali mendengar istilah ini. Secara sederhana, frugal living artinya cara hidup yang mempertimbangkan setiap pengeluaran dengan matang sebelum uang dibelanjakan. Bukan berarti menahan diri dari semua kesenangan, melainkan memilih dengan sadar mana pengeluaran yang benar-benar memberi nilai dan mana yang hanya kebiasaan atau dorongan sesaat.
Gaya hidup ini menuntut seseorang untuk lebih peka terhadap kebutuhan versus keinginan. Barang atau layanan tetap boleh dibeli, asalkan sesuai dengan prioritas dan kemampuan finansial, bukan sekadar mengikuti tren atau tekanan sosial di lingkungan sekitar.
Beberapa prinsip dasar biasanya menjadi pegangan orang yang menjalani frugal living. Pertama, mengutamakan kualitas dibandingkan harga murah semata. Barang yang lebih awet meskipun harganya sedikit lebih tinggi seringkali lebih hemat dalam jangka panjang karena tidak perlu sering diganti.
Kedua, membedakan kebutuhan dan keinginan secara jujur sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu. Ketiga, membuat anggaran yang jelas sehingga arus kas bulanan lebih terkontrol. Keempat, menyisihkan sebagian penghasilan untuk tabungan dan investasi sebelum uang habis untuk konsumsi. Prinsip-prinsip ini saling melengkapi dan membentuk kebiasaan finansial yang lebih sehat dari waktu ke waktu.
Orang yang menerapkan frugal living biasanya rutin mencatat pemasukan dan pengeluaran. Dengan begitu, mereka tahu persis ke mana uang mengalir setiap bulan dan bisa segera menyesuaikan kebiasaan belanja jika ada pos yang membengkak.
Kebiasaan mencatat ini juga membantu mengenali pola belanja yang berulang, misalnya pengeluaran kecil yang jika dijumlahkan ternyata cukup besar dalam sebulan. Dari sana, seseorang bisa menentukan pos mana yang perlu dikurangi tanpa harus mengorbankan kenyamanan secara berlebihan.
Salah satu kesalahpahaman yang sering muncul adalah menyamakan frugal living dengan sikap pelit atau kikir. Padahal keduanya berbeda secara mendasar. Frugal living adalah tentang pengeluaran yang disengaja dan terarah, sedangkan sikap pelit cenderung menahan uang bahkan untuk kebutuhan penting atau situasi yang benar-benar mendesak.
Seseorang yang frugal tetap mau mengeluarkan uang untuk hal yang memberi manfaat nyata, seperti kesehatan, pendidikan, atau kualitas hidup yang lebih baik, asalkan sudah dipertimbangkan dengan matang. Sementara itu, sikap pelit sering kali mengorbankan kualitas hidup dan hubungan sosial demi menghemat sedikit uang, tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjangnya.
Baca juga: “7 Cara Menabung yang Benar agar Keuangan Makin Aman“
Menerapkan tips frugal living sebenarnya bisa dimulai dari kebiasaan kecil dan sederhana. Berikut beberapa langkah yang bisa dicoba secara bertahap agar tidak terasa memberatkan.
Buat rincian pengeluaran wajib seperti tempat tinggal, transportasi, dan kebutuhan pokok, lalu tentukan batas untuk pengeluaran hiburan dan gaya hidup. Anggaran yang tertulis membantu menghindari pengeluaran impulsif yang tidak direncanakan.
Meluangkan waktu untuk membandingkan harga di beberapa tempat sebelum membeli barang, terutama untuk pembelian bernilai besar, dapat menghemat cukup banyak uang tanpa mengurangi kualitas barang yang didapat.

Menghitung anggaran bulanan dengan kalkulator dan catatan keuangan
Mencatat dan menghitung anggaran menjadi langkah awal menerapkan tips frugal living. Sumber: Kaboompics.com via Pexels / Pexels License
Banyak orang membayar langganan aplikasi atau layanan setiap bulan tanpa benar-benar memanfaatkannya. Meninjau ulang langganan yang aktif dan menghentikan yang tidak lagi terpakai bisa mengurangi pengeluaran rutin secara signifikan.
Memasak di rumah biasanya jauh lebih hemat dibandingkan membeli makanan jadi setiap hari. Selain hemat, kebiasaan ini juga memberi kendali lebih besar terhadap kualitas dan porsi makanan yang dikonsumsi.
Menerapkan jeda waktu sebelum memutuskan membeli barang yang bukan kebutuhan pokok, misalnya menunggu satu atau dua hari, membantu memastikan pembelian tersebut memang diperlukan dan bukan sekadar dorongan sesaat.
Manfaat frugal living tidak hanya terasa dalam bentuk uang yang tersisa di akhir bulan. Kebiasaan ini secara bertahap membentuk pola pikir yang lebih disiplin terhadap uang, sehingga keputusan finansial di masa depan menjadi lebih terarah dan minim penyesalan.
Dengan pengeluaran yang lebih terkendali, dana yang tersisa dapat dialokasikan untuk membangun dana darurat, melunasi utang lebih cepat, atau mulai berinvestasi secara konsisten. Kebiasaan menabung dan berinvestasi yang terbentuk sejak dini akan sangat membantu ketika menghadapi kebutuhan besar di masa depan, seperti biaya pendidikan, kesehatan, maupun persiapan hari tua.

Koin yang disimpan dalam toples sebagai simbol tabungan hasil frugal living
Dana sisa hasil frugal living dapat dialokasikan untuk tabungan dan investasi jangka panjang. Sumber: Nataliya Vaitkevich via Pexels / Pexels License
Baca juga: “7 Jenis Investasi yang Cocok untuk Pemula di 2025“
Apa itu frugal living secara sederhana adalah kebiasaan mengatur pengeluaran secara sadar dan terencana agar sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan finansial, bukan sekadar menahan diri dari belanja.
Tidak. Frugal living adalah pendekatan yang tetap membolehkan pengeluaran untuk hal-hal penting selama sudah dipertimbangkan dengan matang, sementara sikap pelit cenderung menahan uang bahkan untuk kebutuhan yang mendesak.
Beberapa tips frugal living yang cocok untuk pemula antara lain menyusun anggaran bulanan, membandingkan harga sebelum membeli, mengurangi langganan yang tidak terpakai, serta membiasakan memasak sendiri di rumah.
Tidak selalu. Frugal living artinya lebih kepada memilah keinginan mana yang benar-benar penting dan sesuai prioritas, bukan menolak seluruh bentuk kesenangan atau kebutuhan gaya hidup.
Ya, prinsip frugal living bersifat fleksibel sehingga bisa disesuaikan dengan tingkat penghasilan dan kebutuhan masing-masing individu, mulai dari mahasiswa hingga pekerja dengan penghasilan tetap.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi