
Jakarta, Pintu News – Sebuah gebrakan besar terjadi di dunia kripto ketika S&P Dow Jones Indices bersama Pantera Capital meluncurkan S&P Pantera Digital Asset Index. Indeks ini dirancang khusus untuk investor institusi yang ingin menilai aset digital secara lebih terstruktur dan berbasis fundamental.
Namun, keputusan kontroversial muncul karena Bitcoin dan Ripple justru tidak masuk dalam daftar 18 aset yang menjadi konstituen utama. Langkah ini menandai perubahan paradigma dalam penilaian aset kripto, di mana fokus kini beralih pada utilitas nyata dan pendapatan yang terukur.
S&P Pantera Digital Asset Index hadir dengan pendekatan berbeda dari indeks kripto pada umumnya. Alih-alih mengedepankan aset populer seperti Bitcoin (BTC) atau meme coin seperti Pepe Coin (PEPE), indeks ini memilih aset yang memiliki kegunaan di dunia nyata, pendapatan yang jelas, serta likuiditas tinggi.
Lima aset terbesar dalam indeks ini adalah Ethereum , BNB, Solana , Tron , dan Hyperliquid (HYPE), sementara Aave juga disebut sebagai salah satu proyek unggulan. Sayangnya, daftar lengkap 18 aset yang masuk dalam indeks ini belum dipublikasikan secara terbuka. Pantera Capital mengungkapkan bahwa seluruh aset dalam indeks ini telah menghasilkan pendapatan tahunan lebih dari $3.000.000.000 dalam dua kuartal terakhir.
Pendekatan ini menegaskan bahwa hanya aset dengan performa ekonomi nyata yang layak menjadi perhatian investor institusi. Dengan demikian, indeks ini diharapkan mampu mengarahkan arus modal ke proyek-proyek kripto yang benar-benar memberikan nilai tambah bagi ekosistem. Hal ini sekaligus membedakan indeks ini dari produk serupa yang lebih banyak didominasi oleh hype semata.
Metodologi pemilihan aset dalam indeks ini terinspirasi dari standar kelayakan finansial S&P 500. Setiap protokol yang masuk harus membukukan pendapatan positif selama beberapa kuartal berturut-turut, dengan nilai di atas ambang minimum tertentu. Data pendapatan ini diverifikasi menggunakan analitik on-chain dari Artemis, memastikan transparansi dan akurasi dalam proses seleksi.
Namun, pendapatan saja tidak cukup; nilai ekonomi tersebut juga harus memberikan manfaat langsung kepada pemegang token. Manfaat tersebut dapat berupa mekanisme buyback token, reward staking setelah inflasi, distribusi, atau pengelolaan treasury yang dikendalikan oleh pemegang token.
Bobot setiap aset dalam indeks dihitung berdasarkan kapitalisasi pasar yang telah disesuaikan dengan jumlah token yang beredar. Kombinasi antara struktur pasar tradisional dan seleksi berbasis fundamental ini menjadi keunggulan utama indeks S&P Pantera. Tujuannya jelas, yaitu membantu investor institusi mengidentifikasi aset digital yang benar-benar memiliki aktivitas ekonomi nyata.
Peluncuran indeks ini langsung memicu perdebatan di komunitas kripto, terutama terkait absennya Bitcoin (BTC) dan Ripple (XRP). Beberapa pihak menilai, jika kelak hadir ETF berbasis indeks ini, maka altcoin akan mendapatkan eksposur institusional yang lebih besar. Hal ini juga membuka peluang bagi investor untuk mengombinasikan ETF Bitcoin (BTC) dengan alokasi khusus untuk altcoin.
Namun, ada juga yang berpendapat bahwa pengecualian Bitcoin (BTC) justru memperkuat posisinya sebagai emas digital, sementara aset lain semakin dipandang sebagai jaringan utilitas atau platform teknologi penghasil pendapatan. Saat ini, indeks S&P Pantera Digital Asset masih berstatus sebagai benchmark dan belum menjadi produk investasi seperti ETF. Pantera Capital mengaku telah memulai diskusi dengan manajer aset terkait kemungkinan peluncuran ETF dan produk turunan lainnya.
Namun, karena masih berupa indeks acuan, investor belum bisa membeli atau melakukan short terhadap indeks ini. Inisiatif ini juga melanjutkan langkah S&P sebelumnya yang telah meluncurkan indeks gabungan kripto dan saham kripto, serta dana tokenisasi S&P 500 bersama Centrifuge.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi