Ghozali Everyday Kembali dengan Presale Memecoin Sebesar Rp2,8 Miliar!

Updated
March 26, 2024
Gambar Ghozali Everyday Kembali dengan Presale Memecoin Sebesar Rp2,8 Miliar!

Jakarta, Pintu News – Sultan Gustaf Al Ghozali atau yang dikenal dengan Ghozali Everyday, mahasiswa Indonesia yang meraup jutaan dolar dari penjualan non-fungible token (NFT) foto selfienya pada tahun 2022, kembali lagi.

Kali ini, ia berhasil mengumpulkan $1,8 juta atau setara dengan Rp2,8 miliar dari penjualan awal (presale) memecoin.

Sultan Ghozali, Si Penjual NFT Selfie yang Sukses

Pada Januari 2022, Sultan Gustaf Al Ghozali menjadi sangat populer setelah berhasil menjual NFT foto selfienya yang diambil setiap hari selama lima tahun.

Baca juga: 5 Meme Coin yang Siap Meledak Setelah Halving Bitcoin 2024!

Koleksi yang diberi nama “Ghozali Everyday” tersebut mendapat dukungan dari komunitas kripto dan menghasilkan lebih dari $1 juta (sekitar Rp15,7 miliar) bagi Ghozali yang saat itu masih berstatus mahasiswa.

Setelah lulus kuliah pada tahun 2023, Ghozali sempat mengunggah di X, yang kini dikenal sebagai Twitter, bahwa ia akan berhenti mengambil foto selfie. Ia mengaku beruntung bisa menghasilkan uang dari “ide terbodoh” yang pernah ia pikirkan.

Sumber: X

Namun, Ghozali kembali muncul beberapa bulan kemudian saat minat terhadap memecoin sedang meningkat. Pada tanggal 24 Maret 2024, ia mengumumkan iterasi kedua dari Ghozali Everyday, yaitu proyek gabungan memecoin dan NFT di blockchain Base.

Presale Memecoin Ghozali Everyday Sukses Besar

Alamat presale memecoin milik Ghozali. Sumber: Etherscan

Penjualan awal (presale) memecoin Ghozali Everyday ternyata sukses besar. Dalam waktu kurang dari 30 menit, Ghozali berhasil mengumpulkan lebih dari 500 ETH (sekitar $1,8 juta). Jumlah tersebut melampaui batas maksimal (cap) yang ditetapkan sebesar 400 ETH.

Ghozali pun mengumumkan di X bahwa ia akan mengembalikan uang kepada mereka yang mengirimkan ETH melebihi batas maksimal. Ia juga meminta maaf karena tidak dapat menambah batas maksimal tersebut.

Lonjakan minat terhadap memecoin akhir-akhir ini sebagian besar didorong oleh para trader Solana.

Baca juga: Pemerintah Indonesia Memanfaatkan Teknologi Blockchain dan NFT untuk Melestarikan Warisan Budaya

Data menunjukkan bahwa proyek-proyek presale di Solana berhasil mengumpulkan lebih dari $100 juta hanya dalam waktu tiga hari, dari tanggal 15 hingga 18 Maret.

Fenomena Memecoin dan Masa Depan Kripto

Fenomena memecoin yang sedang marak saat ini dianggap sebagai puncak degenerasi oleh beberapa anggota komunitas kripto.

Banyak pengguna yang secara membabi buta mengirimkan token Solana kepada para pendiri proyek yang mengumumkan “presale” tanpa jaminan bahwa mereka akan mendapatkan token kembali.

Selain Solana, jaringan Base milik Coinbase juga menjadi pusat perhatian baru bagi para investor kripto.

Nilai total terkunci (TVL) di Base telah berlipat ganda karena para investor melihat blockchain ini sebagai pusat memecoin berikutnya.

Namun, manajer aset Franklin Templeton memperingatkan bahwa memecoin tidak memiliki “nilai atau utilitas yang inheren”. Meskipun demikian, manajer aset tersebut mengakui bahwa token berbasis meme memiliki potensi untuk memberikan keuntungan cepat bagi para investor.

Secara keseluruhan, kembalinya Sultan Ghozali dengan proyek memecoin-nya menunjukkan bahwa tren memecoin masih belum berakhir.

Meskipun ada peringatan dari beberapa pihak, minat terhadap memecoin tetap tinggi dan berpotensi menghasilkan keuntungan besar bagi para investor yang beruntung.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

*Featured Image: Money Kompas

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->