Apa itu Saham Netflix (NFLX) dan Tokenized Stock NFLXon?

Update 7 Aug 2026 • Waktu Baca 14 Menit
Gambar Apa itu Saham Netflix (NFLX) dan Tokenized Stock NFLXon?
Reading Time: 14 minutes

Netflix mungkin salah satu aplikasi yang paling sering kamu buka, tapi sahamnya justru jadi salah satu yang paling babak belur setahun terakhir. Harga saham Netflix turun 36,71% dalam 52 minggu dan ditutup di $73,69 pada 6 Agustus 2026. Yang membuat penurunan ini menarik adalah bahwa panduan resmi perusahaan justru masih menargetkan pertumbuhan pendapatan 13% sampai 14% tahun ini dengan margin operasional yang naik. Lewat NFLXon, tokenized stock Netflix yang tersedia di Pintu, investor Indonesia bisa ikut menilai sendiri cerita ini mulai dari Rp11.000.

Ringkasan Artikel

  • 📉 Turun 36,71% Setahun, Padahal Panduan Naik: Netflix menargetkan pendapatan 2026 sebesar $51,0 miliar sampai $51,4 miliar dengan margin operasional 31,5%, naik dari 29,5% pada 2025 (Netflix Investor Relations).
  • 💰 Termurah dalam Beberapa Tahun: Rasio P/E forward Netflix 21,28 kali, lebih murah dari Spotify (30,28) meski margin operasional Netflix lebih dari dua kali lipat Spotify.
  • ⛓️ Cara Aksesnya: NFLXon diterbitkan Ondo Global Markets (BVI) Limited dan bisa dibeli mulai Rp11.000 di Pintu. Karena Netflix tidak membagikan dividen, selisih harga token terhadap saham aslinya cenderung lebih kecil dibanding tokenized stock lain.
  • 🔴 Masalah Utamanya Soal Waktu Tonton: Data Nielsen April 2026 menempatkan YouTube di 13,4% total waktu menonton televisi di AS dibanding Netflix 7,8%, sementara Netflix justru mengurangi data yang dibukanya ke investor.

Mengenal Netflix, dari Penyewaan DVD ke 190 Negara

Netflix berdiri pada 1997 di California, awalnya sebagai layanan penyewaan DVD lewat pos. Perusahaan ini beralih ke streaming pada 2007, lalu mulai memproduksi serial sendiri pada 2013.

Sekarang Netflix beroperasi di lebih dari 190 negara dengan pendapatan 12 bulan terakhir $48,37 miliar dan hanya 16.000 karyawan (StockAnalysis). Model bisnisnya sederhana: pelanggan membayar langganan bulanan, dan sejak 2022 ada paket yang lebih murah dengan iklan.

Sejak 2025 Netflix berhenti melaporkan jumlah pelanggan setiap kuartal. Perusahaan menyatakan dua ukuran utamanya sekarang adalah pendapatan untuk pertumbuhan dan margin operasional untuk profitabilitas (Netflix Investor Relations).

Netflix juga menyebut sendiri siapa saja pesaingnya, dan daftarnya lebih luas dari layanan streaming berbayar: Alphabet, Amazon, Apple, Comcast, Disney, perusahaan media lokal di berbagai negara, Meta, Roblox, dan TikTok (Netflix Investor Relations). Daftar itu penting karena menjelaskan kenapa masalah Netflix sekarang lebih soal perebutan waktu menonton ketimbang perebutan pelanggan berbayar.

Untuk pembaca Indonesia, kawasan Asia Pasifik justru jadi wilayah dengan pertumbuhan tercepat Netflix pada kuartal kedua 2026, dengan pendapatan $1,51 miliar dan pertumbuhan 18% setelah menghilangkan efek nilai tukar (Netflix Investor Relations). Netflix tidak merinci angka Indonesia secara terpisah.

Kinerja Harga: Kenapa Sahamnya Jatuh Padahal Labanya Naik

Penurunan Netflix punya satu penyebab utama, dan itu bukan penjualan. Pada 5 Desember 2025 Netflix sepakat mengakuisisi Warner Bros. dengan nilai perusahaan $82,7 miliar, langkah yang mengejutkan pasar karena Netflix selama ini menghindari akuisisi besar (Netflix Newsroom). Sejak isu itu muncul pada Oktober 2025 sampai Januari 2026, sahamnya turun hampir 30% (Zacks).

Lalu pada 26 Februari 2026 Netflix memilih mundur. Ketika Paramount Skydance mengajukan tawaran lebih tinggi, Netflix menolak menaikkan penawarannya dan menyatakan kesepakatan itu “selalu bersifat nice to have di harga yang tepat, bukan must have di harga berapa pun” (Netflix Investor Relations). Netflix menerima biaya pembatalan $2,8 miliar dan melanjutkan kembali pembelian kembali sahamnya.

Yang terjadi setelah itu justru jadi inti masalahnya. Meski beban akuisisi sudah hilang, sahamnya terus turun: jatuh 9,7% setelah laporan kuartal pertama pada 17 April 2026, lalu turun sampai 9% lagi setelah laporan kuartal kedua pada 16 Juli 2026 (TIKR, The Hollywood Reporter). Artinya kekhawatiran pasar berpindah dari soal akuisisi ke soal pertumbuhan.

Laporan kuartal kedua sendiri sebenarnya tidak buruk. Pendapatan naik 13,4% menjadi $12,56 miliar dan laba per saham $0,80, sedikit di atas panduan Netflix sendiri, tapi panduan kuartal ketiga di $12,86 miliar berada di bawah perkiraan pasar yang sekitar $13 miliar (Netflix Investor Relations, The Hollywood Reporter).

Sinyal Teknis Sekilas (update 6 Agustus 2026)

harga saham netflix
Sumber: Stocks Analysis

Harga $73,69 berada di bawah moving average 50 hari ($76,82) dan jauh di bawah moving average 200 hari ($91,06) (StockAnalysis). Posisi di bawah kedua garis ini menandakan tren turun yang belum berbalik.

RSI (Relative Strength Index, indikator yang mengukur apakah sebuah saham sudah terlalu banyak dibeli atau dijual dalam skala 0 sampai 100) berada di 49,82, tepat di area netral. Momentum jangka pendeknya tidak menunjukkan tekanan jual ekstrem maupun pemulihan yang kuat.

Titik terendah $65,08 dari 17 Juli 2026 jadi support terdekat yang layak diperhatikan, sementara $76,82 dan $91,06 jadi dua lapis resistance di atasnya. Beta Netflix 1,51, artinya secara historis pergerakannya lebih besar dari rata-rata pasar, berbeda dari kebanyakan saham defensif.

💡 Data teknikal ini per 6 Agustus 2026, berubah setiap hari dan bukan prediksi harga. Cek chart real-time NFLXon di aplikasi Pintu sebelum mengambil keputusan.

Apakah Fundamental Netflix Kuat?

Pendapatan Naik 13%, Margin Naik, Arus Kas Bebas Turun

revenue netflix
Sumber: Companiesmarketcap

💡 Pendapatan Netflix 12 bulan terakhir $48,37 miliar dengan laba bersih $13,65 miliar dan laba per saham $3,17. Margin kotornya 49,12%, margin operasional 29,68%, dan margin laba bersih 28,22%. Arus kas bebasnya $11,15 miliar dengan belanja modal hanya $818,83 juta (StockAnalysis).

Angka belanja modal itu layak diperhatikan. Netflix hanya membelanjakan kurang dari 2% pendapatannya untuk aset tetap, sementara Disney membelanjakan hampir 9% karena harus membangun dan merawat taman hiburan (StockAnalysis).

Ada satu titik lemah di kuartal kedua 2026. Arus kas bebas turun sekitar 33% menjadi $1,53 miliar dari $2,27 miliar setahun sebelumnya, sebagian karena pembayaran pajak yang lebih besar terkait biaya pembatalan akuisisi Warner Bros. (Netflix Investor Relations).

Margin operasional kuartal kedua juga turun tipis ke 33,4% dari 34,1% setahun sebelumnya, meski panduan tahunan tetap di 31,5%.

P/E 23 Kali, Netflix Sekarang Lebih Murah dari Spotify

Sumber: Stocks Analysis

💡 Rasio P/E (price to earnings, harga saham dibagi laba per saham) Netflix 23,22 kali secara trailing dan 21,28 kali secara forward, dengan PEG (price/earnings to growth, rasio P/E dibagi laju pertumbuhan laba) 1,06. Disney di P/E 21,64 kali (forward 13,98) dan Spotify di 26,12 kali (forward 30,28) (StockAnalysis).

Netflix sekarang diperdagangkan lebih murah dari Spotify, padahal margin operasional Netflix 29,68% dibanding Spotify 14,65%. Untuk perusahaan yang selama bertahun-tahun jadi contoh saham streaming mahal, ini pergeseran yang cukup besar.

Disney tetap terlihat jauh lebih murah dari sisi P/E forward (13,98 dibanding 21,28), tapi PEG Disney naik ke 3,51 dibanding Netflix 1,06 setelah laporan kuartalannya awal Agustus 2026. Setelah laju pertumbuhan labanya diperhitungkan, Disney justru terlihat lebih mahal dari Netflix.

P/S 6,31 Kali, dan Semua Saham Streaming Ikut Turun

Sumber: Companiesmarketcap

💡 Rasio P/S (price to sales, harga saham dibagi pendapatan per saham) Netflix 6,34 kali, dibanding Spotify 4,72 kali dan Disney 1,83 kali (StockAnalysis).

Netflix masih paling mahal dari sisi ini, sekitar 3,5 kali lipat Disney. Tapi selisih itu wajar mengingat margin laba bersih Netflix 28,22% dibanding Disney 8,70% dan tingkat pengembalian ekuitas (return on equity, laba bersih dibagi modal pemegang saham) Netflix 49,54% dibanding Disney 8,01%.

Yang lebih penting untuk dipahami: penurunan ini bukan cuma soal Netflix. Dalam 52 minggu terakhir Netflix turun 36,71%, Spotify turun 22,45%, dan Disney turun 15,82% (StockAnalysis). Seluruh kategori hiburan berlangganan mengalami penurunan valuasi, dan Netflix turun paling dalam karena titik awalnya paling mahal.

Kenapa Saham Netflix Bergerak? Katalis Utama

Katalis positif paling konkret datang dari iklan. Netflix menargetkan pendapatan iklan sekitar $3 miliar pada 2026, kira-kira dua kali lipat dari lebih dari $1,5 miliar pada 2025, dan paket dengan iklan menyumbang lebih dari 60% pendaftaran baru di negara-negara yang sudah punya paket itu pada kuartal pertama 2026 (Netflix Investor Relations).

Netflix juga menaikkan harga di beberapa pasar besar. Di Amerika Serikat kenaikan berlaku sejak 26 Maret 2026, dengan paket beriklan naik dari $7,99 ke $8,99 dan paket Standard dari $17,99 ke $19,99 (CNBC lewat Tribunnews). Meksiko dan Spanyol juga naik pada paruh pertama 2026. Sampai 4 Agustus 2026, belum ada pengumuman kenaikan harga untuk Indonesia.

Untuk menarik pelanggan baru, Netflix makin banyak menayangkan acara langsung. Kesepakatan NFL diperpanjang empat tahun sampai musim 2029-30 dengan tambahan tiga pertandingan reguler, termasuk laga dari Australia pada 10 September 2026 (Deadline, Netflix Investor Relations). Netflix membuka angka ekonominya sendiri: acara langsung hanya sekitar 5% dari belanja konten 2026 dan sekitar 1% dari jam tontonan, tapi menyumbang enam dari sepuluh hari pendaftaran anggota baru tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Di Asia, Piala Dunia Baseball pada kuartal pertama 2026 ditonton 31,4 juta kali dan jadi program paling banyak ditonton sepanjang sejarah Netflix di Jepang, membuat Jepang jadi penyumbang pertumbuhan anggota terbesar kuartal itu (Netflix Investor Relations).

Netflix juga memperluas jangkauan kontennya lewat distribusi, bukan cuma produksi sendiri. Pada akhir Juli 2026 Netflix menandatangani kesepakatan lima tahun senilai $500 juta dengan AMC Global Media untuk hak co-exclusive waralaba The Walking Dead Universe, yang membuat waralaba itu bisa ditonton di Netflix sekaligus AMC+ (Deadline, The Hollywood Reporter).

Katalis negatif terbesar datang dari luar Netflix. Menurut data Nielsen yang dikutip Los Angeles Times, pada April 2026 Netflix menguasai 7,8% total waktu menonton televisi di AS, terendah sejak Mei 2025, sementara YouTube naik ke 13,4%. Angka Nielsen dari sumber berbeda tidak selalu konsisten karena ada dua seri data yang berbeda, jadi angka ini sebaiknya dibaca sebagai indikasi arah.

Satu perubahan kebijakan Netflix sendiri juga menambah keraguan. Setelah berhenti melaporkan jumlah pelanggan pada 2025, Netflix menyatakan laporan What We Watched akan terbit setahun sekali mulai 2027 (Netflix Investor Relations). Analis Bernstein Laurent Yoon menyebut akibatnya langsung: tanpa indikator awal kesehatan operasional, investor punya sedikit cara untuk melihat ke dalam.

Roadmap Netflix

Panduan resmi terbaru keluar bersama laporan kuartal kedua pada 16 Juli 2026.

💡 Panduan resmi Netflix untuk 2026: pendapatan $51,0 miliar sampai $51,4 miliar, setara pertumbuhan 13% sampai 14%. Margin operasional 31,5%, naik dari 29,5% pada 2025, yang menurut Netflix berarti pertumbuhan laba operasional di atas 20%. Arus kas bebas sekitar $12,5 miliar dan pendapatan iklan sekitar $3 miliar (Netflix Investor Relations).

Untuk kuartal ketiga 2026, Netflix memperkirakan pendapatan $12,86 miliar dengan margin operasional 33,2%, dibanding 28,2% pada kuartal yang sama tahun sebelumnya (Netflix Investor Relations).

Netflix juga menyatakan akan membelanjakan sekitar $20 miliar untuk film dan serial pada 2026 (Netflix Investor Relations, 26 Februari 2026). Untuk pengembalian modal ke pemegang saham, dewan direksi menyetujui tambahan $25 miliar untuk pembelian kembali saham pada April 2026, dan Netflix membeli $4,7 miliar pada kuartal kedua saja, pembelian kembali terbesar dalam sejarahnya. Sisa kapasitasnya $27,1 miliar, atau sekitar 8,9% dari kapitalisasi pasarnya sekarang.

Tiga pilar strategi yang dinyatakan Netflix sendiri: memberi lebih banyak nilai hiburan, memanfaatkan teknologi untuk memperbaiki setiap bagian layanan, dan memperbaiki monetisasi (Netflix Investor Relations).

Yang Perlu Dipantau Sampai Laporan Kuartal Ketiga

Netflix belum mengumumkan tanggal resmi laporan kuartal ketiga 2026. Wall Street Horizon memperkirakan 20 Oktober 2026 dan menandai perkiraan itu sebagai belum terkonfirmasi, jadi tanggal pastinya masih perlu ditunggu dari Netflix.

Tiga hal yang paling menentukan di laporan itu. Pertama, apakah pendapatan iklan benar-benar mendekati target $3 miliar, karena ini satu-satunya mesin pertumbuhan baru yang angkanya dibuka Netflix. Kedua, apakah margin operasional tahunan 31,5% dipertahankan atau dinaikkan, karena analis TD Cowen John Blackledge menilai keputusan menahan margin di 31,5% saja sudah bisa mengecewakan sebagian investor. Ketiga, apakah pendapatan kuartal ketiga memenuhi panduan $12,86 miliar, setelah dua kuartal terakhir sahamnya jatuh 8% sampai 9% justru karena panduan yang dianggap kurang.

Potensi Masa Depan: Skenario Bullish vs Skenario Bearish

Skenario Bullish ($85 sampai $110)

Sumber: Stocks Analysis

Sachin Mittal dari DBS memangkas target ke $94 dari $112 pada 27 Juli 2026, dan Vikram Kesavabhotla dari Robert W. Baird memangkas ke $90 dari $120 pada 22 Juli 2026 dengan alasan margin operasional yang turun ke 33,4% dari 34,1% setahun sebelumnya serta kompetisi yang makin ketat dari Amazon dan Disney (TipRanks). Doug Anmuth dari J.P. Morgan memangkas ke $85 dari $118 pada 22 Juli 2026 karena kekhawatiran belanja konten, meski J.P. Morgan tetap mempertahankan panduan margin operasional 31,5% Netflix untuk 2026.

Di sisi lain, Helena Wang dari Phillip Securities menaikkan rating dari Accumulate ke Buy dengan target $110 pada 19 Juli 2026, tertinggi di antara analis dalam kelompok ini, dengan alasan belum ada tanda-tanda keterlibatan pengguna melambat (TipRanks). Markus Leistner dari DZ Bank AG mempertahankan rating Buy pada 20 Juli 2026 tanpa mencantumkan target harga spesifik.

Skenario Bearish ($70 sampai $75)

Jeff Wlodarczak dari Pivotal Research memangkas target ke $70 dari $96 pada 17 Juli 2026, target terendah di antara analis yang mengikuti saham ini dan sedikit di bawah harga sekarang. Alasannya: pertumbuhan Netflix ke depan lebih akan datang dari kenaikan harga dan iklan dari basis yang masih kecil ketimbang dari pertambahan pelanggan, dan menurutnya video pendek seperti TikTok dan YouTube Shorts sedang melakukan ke streaming apa yang dulu dilakukan streaming ke televisi konvensional.

Sumber: Stock Analysis

Michael Morris dari Guggenheim memangkas target lebih dalam lagi, ke $75 dari $120, dengan alasan pelemahan jam tontonan per anggota memunculkan pertanyaan apakah belanja konten Netflix perlu dihitung ulang. Brian White dari Monness, Crespi, Hardt memasang rating Hold dengan target $74 (The Hollywood Reporter, MarketBeat).

Pergeseran komposisi analis sendiri sudah jadi sinyal. Dari 51 analis yang dipantau S&P Global pada Juli 2026, ada 29 Strong Buy, tujuh Buy, dan 15 Hold, tanpa satu pun rating Sell. Jumlah Hold naik dari 10 pada Februari 2026 menjadi 15 pada Juli 2026, dan rata-rata targetnya $94,33 (StockAnalysis).

Agar skenario bullish terealisasi, pendapatan iklan perlu mencapai target $3 miliar dan Netflix perlu berhenti memberi panduan yang di bawah perkiraan pasar dua kuartal berturut-turut. Sebaliknya, skenario bearish akan menguat kalau jam tontonan per anggota terus melemah sementara pangsa waktu menonton terus berpindah ke YouTube, karena dalam kondisi itu kenaikan harga langganan jadi satu-satunya cara Netflix menumbuhkan pendapatan.

Apa itu NFLXon, Tokenized Stock Netflix?

NFLXon adalah tokenized stock, yaitu representasi digital saham Netflix yang diterbitkan di blockchain oleh Ondo Global Markets (BVI) Limited. Penerbit ini berbentuk special purpose vehicle yang dirancang bankruptcy remote, artinya asetnya dipisahkan supaya tidak ikut tersangkut kalau perusahaan induknya bermasalah (Ondo Finance).

Saham Netflix yang menjadi jaminannya dibeli lewat broker-dealer sekuritas terdaftar di AS dan disimpan di kustodi broker-dealer berlisensi. Ondo menyatakan tokennya dijamin penuh dengan tambahan penyangga di atas 100%, disertai hak jaminan prioritas pertama yang dipegang agen jaminan pihak ketiga dan atestasi aset harian (Ondo Finance, Pintu).

Baca tentang Apa itu Ondo Global Markets? Cara Kerja & Performanya di Pintu Academy!

Ada satu hal yang membuat NFLXon sedikit berbeda dari tokenized stock lain di Pintu. Token Ondo memakai model total return tracker, yang berarti dividen dari saham aslinya diinvestasikan kembali ke dalam token sehingga nilainya perlahan bergeser dari harga saham. Netflix tidak membagikan dividen sama sekali, jadi mekanisme reinvestasi itu praktis tidak berlaku di sini, dan harga NFLXon cenderung mengikuti harga saham Netflix lebih dekat dibanding token dari saham yang rajin membagi dividen. Ondo tetap menyatakan harga token dan harga saham aslinya tidak akan selalu sama persis, karena ada faktor mekanisme lain di luar dividen (Ondo Finance).

Memegang NFLXon bikin kamu ikut naik-turun mengikuti nilai ekonomi saham Netflix, tanpa jadi pemegang saham resmi Netflix. Kamu tidak punya hak suara di rapat pemegang saham. Di aplikasi Pintu, NFLXon bisa dibeli mulai Rp11.000 dan bisa dibeli secara fraksional tanpa harus satu token penuh (Pintu).

Satu catatan jujur soal modal minimum. Netflix melakukan pemecahan saham sepuluh banding satu pada November 2025, jadi satu lembar sahamnya sekarang $73,69, bukan lagi di atas $700 (StockAnalysis). Untuk saham semahal Eli Lilly di atas $1.100, kemampuan membeli sebagian kecil memang jadi alasan utama memakai tokenized stock. Untuk Netflix di harga sekarang, manfaat NFLXon lebih terletak pada bisa ditransaksikan di luar jam bursa AS dan tanpa perlu membuka rekening sekuritas di Amerika Serikat ketimbang pada kemampuan membeli secara fraksional.

Baca tentang Tokenisasi Aset: Pengertian, Cara Kerja, dan Risiko RWA di 2026 di Pintu Academy!

Perbedaan Saham Netflix vs NFLXon Tokenized Stock

AspekSaham Netflix (NASDAQ: NFLX)NFLXon (Tokenized Stock)
Bentuk asetSaham ekuitas tradisionalToken crypto berbasis aset dunia nyata
Status kepemilikanPemegang saham resmi, ada hak suaraHanya ikut nilai ekonominya, tanpa hak suara
JaminanKepemilikan langsungSaham asli di kustodi broker-dealer AS, dijamin penuh plus penyangga
Selisih harga ke saham asliTidak ada, ini harga acuannyaCenderung kecil karena Netflix tidak membagi dividen
Jam perdaganganJam bursa AS, malam hingga dini hari WIBBisa ditransaksikan di luar jam bursa AS lewat Pintu
Modal minimumUmumnya per lembar penuh, sekitar $73Mulai Rp11.000
DividenNetflix tidak membagikan dividenTidak ada dividen untuk direinvestasikan

Regulasi dan Pajak Tokenized Stock di Indonesia

Pengawasan aset crypto, termasuk tokenized stock seperti NFLXon, sepenuhnya berada di tangan OJK sejak masa transisi dari Bappebti berakhir pada 20 Januari 2026. Dari sisi pajak, pembelian aset crypto tidak dikenai PPN, sementara penjualan lewat platform terdaftar dalam negeri seperti Pintu dikenakan PPh Pasal 22 final 0,21% dari nilai transaksi (Direktorat Jenderal Pajak). Penjelasan lengkapnya ada di Panduan Lengkap Regulasi Aset Crypto di Indonesia 2026.

Baca tentang Perbandingan Pajak Tokenisasi Saham vs Saham Konvensional AS di Pintu Academy!

Kesimpulan

Netflix sekarang adalah kasus yang jarang terjadi: perusahaan dengan margin operasional 29,68% dan tingkat pengembalian ekuitas 49,54% yang diperdagangkan lebih murah dari Spotify. Panduan resminya masih menargetkan pertumbuhan pendapatan 13% sampai 14% dan margin yang naik, jadi penurunan 36,71% setahun terakhir lebih mencerminkan hilangnya keyakinan pasar ketimbang memburuknya bisnisnya.

Masalahnya, keraguan itu punya dasar yang nyata dan Netflix justru mempersulit cara memeriksanya. Pangsa waktu menonton di AS kalah hampir dua kali lipat dari YouTube, sementara data pelanggan dan jam tontonan makin jarang dibuka.

Buat investor Indonesia yang sabar dan menilai Netflix di P/E forward 21,28 kali sebagai harga wajar untuk bisnis sekuat ini, NFLXon lewat Pintu memberi akses mulai Rp11.000 dengan jam perdagangan yang fleksibel. Tapi kalau kamu berharap pemulihan cepat, ingat bahwa dua kuartal terakhir sahamnya justru jatuh setelah laporan keuangan, dan analis paling bullish sekalipun menyebut katalisnya baru lebih mungkin muncul tahun depan. Angka pendapatan iklan di laporan kuartal ketiga adalah bukti pertama yang paling layak ditunggu.

Artikel ini bersifat edukatif dan bukan merupakan saran investasi. Harga aset crypto bersifat volatil dan dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu lakukan riset sendiri (DYOR) sebelum berinvestasi.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apakah membeli NFLXon sama dengan memiliki saham Netflix asli?

Tidak sama. NFLXon memberi kamu nilai ekonomi yang mengikuti saham Netflix, tapi kamu bukan pemegang saham resmi dan tidak punya hak suara. Saham Netflix yang menjadi jaminannya disimpan di kustodi broker-dealer berlisensi di AS.

Berapa modal minimum untuk membeli NFLXon di Pintu?

Mulai dari Rp11.000. Kamu bisa membelinya secara fraksional lewat aplikasi Pintu. Satu lembar saham Netflix sendiri sekarang sekitar $74 setelah pemecahan saham November 2025, jauh lebih terjangkau dibanding sebelumnya.

Apakah harga NFLXon akan sama dengan harga saham NFLX?

Cenderung lebih dekat dibanding tokenized stock lain, karena Netflix tidak membagikan dividen sehingga tidak ada dividen yang diinvestasikan kembali ke dalam token. Ondo tetap menyatakan harga token dan saham aslinya tidak akan selalu sama persis karena ada faktor mekanisme lain.

Kenapa saham Netflix turun padahal pendapatannya naik?

Karena pasar meragukan sumber pertumbuhannya ke depan. Netflix sempat berusaha mengakuisisi Warner Bros. lalu mundur, dan setelah itu sahamnya tetap turun karena panduan kuartalannya dua kali berada di bawah perkiraan pasar. Netflix juga kalah pangsa waktu menonton dari YouTube di AS dan mengurangi data yang dibukanya ke investor.

Apa yang paling perlu dipantau dari bisnis Netflix sekarang?

Pendapatan iklannya. Netflix menargetkan sekitar $3 miliar pada 2026, dua kali lipat tahun sebelumnya, dan ini mesin pertumbuhan baru utamanya karena Netflix sudah berhenti melaporkan jumlah pelanggan setiap kuartal.

Bagaimana Cara Membeli NFLXon di Pintu?

  1. Buka dan masuk ke akun aplikasi Pintu kamu.
  2. Masuk ke menu Market.
  3. Cari aset dengan ticker NFLXon.
  4. Masukkan nominal Rupiah yang ingin diinvestasikan, minimum Rp11.000.
  5. Konfirmasi dan selesaikan transaksi.

Referensi

  • StockAnalysis (data S&P Global Market Intelligence). “Netflix (NFLX) Statistics & Valuation.” stockanalysis.com/stocks/nflx/statistics. Diakses: 4 Agustus 2026, data harga dan rasio valuasi diperbarui per 7 Agustus 2026.
  • StockAnalysis (data S&P Global Market Intelligence dan TipRanks). “Netflix (NFLX) Stock Forecast & Price Targets.” stockanalysis.com/stocks/nflx/forecast. Diakses: 4 Agustus 2026, dicek ulang 7 Agustus 2026, target rata-rata tidak berubah.
  • TipRanks. “Netflix (NFLX) Analyst Ratings.” tipranks.com/stocks/nflx/forecast. Diakses: 7 Agustus 2026, digunakan untuk memperbarui data skenario bullish/bearish analis.
  • Investing.com. “J.P. Morgan Cuts Netflix Price Target.” 22 Juli 2026. investing.com. Diakses: 7 Agustus 2026.
  • StockAnalysis (data S&P Global Market Intelligence). “Walt Disney (DIS) Statistics & Valuation.” stockanalysis.com/stocks/dis/statistics. Diakses: 4 Agustus 2026, data diperbarui per 7 Agustus 2026 pasca laporan kuartal 5 Agustus 2026.
  • StockAnalysis (data S&P Global Market Intelligence). “Spotify Technology (SPOT) Statistics & Valuation.” stockanalysis.com/stocks/spot/statistics. Diakses: 4 Agustus 2026, data diperbarui per 7 Agustus 2026 pasca laporan kuartal 4 Agustus 2026.
  • Netflix Investor Relations. “Q2 2026 Shareholder Letter.” 16 Juli 2026. ir.netflix.net. Diakses: 4 Agustus 2026.
  • Netflix Investor Relations. “Q1 2026 Shareholder Letter.” 16 April 2026. ir.netflix.net. Diakses: 4 Agustus 2026.
  • Netflix Investor Relations. “Netflix Declines to Raise Offer for Warner Bros.” 26 Februari 2026. ir.netflix.net. Diakses: 4 Agustus 2026.
  • Netflix Newsroom. “Netflix to Acquire Warner Bros.” 5 Desember 2025. about.netflix.com. Diakses: 4 Agustus 2026.
  • The Hollywood Reporter. “Netflix Q2 2026 Earnings, NFLX Stock Price Declines.” 16 dan 17 Juli 2026. hollywoodreporter.com. Diakses: 4 Agustus 2026.
  • The Hollywood Reporter. “Netflix Stock: Analyst Reactions to Q2 2026 Earnings Report.” 17 Juli 2026. hollywoodreporter.com. Diakses: 4 Agustus 2026.
  • Los Angeles Times. “Netflix Is the King of Streaming. So Why Is Its Stock Falling?” 16 Juli 2026. spokesman.com. Diakses: 4 Agustus 2026.
  • TIKR. “Netflix Stock Fell 9.7% After Q1 2026 Earnings.” April 2026. tikr.com. Diakses: 4 Agustus 2026.
  • Zacks lewat Yahoo Finance. “Netflix Declines 8% Post Q4 Earnings.” Januari 2026. finance.yahoo.com. Diakses: 4 Agustus 2026.
  • Deadline. “Netflix Adds NFL Games in League Rights Extension.” Mei 2026. deadline.com. Diakses: 4 Agustus 2026.
  • CNBC lewat Tribunnews. “Netflix Resmi Naikkan Harga Langganan Lagi Mulai 26 Maret 2026.” 27 Maret 2026. tribunnews.com. Diakses: 4 Agustus 2026.
  • MarketBeat (data Benzinga). “Netflix (NFLX) Stock Forecast and Price Target.” marketbeat.com. Diakses: 4 Agustus 2026.
  • Wall Street Horizon. “Netflix Earnings Calendar.” wallstreethorizon.com. Diakses: 4 Agustus 2026.
  • Ondo Finance. “Ondo Stocks Overview.” docs.ondo.finance/ondo-stocks/overview. Diakses: 4 Agustus 2026.
  • Pintu Blog. “Pintu Listing 3 Tokenized Asset.” pintu.co.id/blog/3-tokenized-assets-listing-8april2026. Diakses: 4 Agustus 2026.
  • Direktorat Jenderal Pajak. “PMK 50/2025: Babak Baru Pemajakan Aset Kripto.” pajak.go.id/en/node/117234. Diakses: 4 Agustus 2026.

Bagikan