
Bayangkan kamu bisa punya kepemilikan di sebuah gedung perkantoran di Jakarta Selatan, saham perusahaan teknologi AS, atau emas batangan, semuanya dalam satu portofolio crypto, dengan modal mulai Rp100.000. Tokenisasi aset atau real world asset (RWA) tokenization adalah mekanisme yang mengubah aset fisik dan keuangan konvensional menjadi token digital di atas blockchain. Dalam artikel ini akan membahas tentang 4 jenis RWA dan ide portofolio aset tokenisasi berdasarkan tipe investor!
Tokenized asset, atau aset yang ditokenisasi, adalah representasi digital dari aset dunia nyata seperti properti, saham, obligasi, atau emas yang diterbitkan sebagai token di atas jaringan blockchain. Setiap token mewakili kepemilikan sebagian (fractional ownership) atas aset aslinya, sehingga hak kepemilikan tersebut bisa dipindahtangankan, diperdagangkan, atau disimpan secara digital tanpa mekanisme tradisional yang rumit.
Proses tokenisasi bekerja melalui smart contract: aset fisik atau keuangan dikunci oleh pihak custodian yang terverifikasi, lalu sistem menerbitkan token sebagai bukti kepemilikan yang sah di blockchain. Karena tercatat secara transparan dan tidak dapat dimanipulasi (immutable), investor dapat memverifikasi kepemilikan secara real-time, melakukan transaksi 24/7, serta mengakses kelas aset yang sebelumnya hanya tersedia bagi investor besar dengan modal minimum yang jauh lebih rendah.
Pelajari lebih lanjut aset tokenisasi di Pintu Academy - Tokenisasi Aset: Pengertian, Cara Kerja, dan Risiko RWA di 2026

Menurut data per 17 Juni 2026 di RWA.xyz, pasar global untuk tokenisasi aset dunia nyata (RWA) terus mengalami tren kenaikan yang berkelanjutan. Berdasarkan data tersebut, total Nilai Aset yang Didistribusikan (Distributed Asset Value) telah mencapai $32,38 Miliar, sementara Nilai Aset yang Diwakili (Represented Asset Value) menyentuh $350,81 Miliar, dengan tingkat partisipasi mencapai 917.744 pemegang aset.
Menurut data tersebut, pertumbuhan ekosistem ini juga sangat ditopang oleh peredaran stablecoin yang masif. Total Nilai Stablecoin di pasar tercatat mencapai $297,38 Miliar yang didistribusikan kepada lebih dari 266,51 Juta pemegang stablecoin, menegaskan akumulasi nilai total RWA yang bertumbuh pesat secara konsisten sejak awal tahun 2024.

Menurut data per 17 Juni 2026 di RWA.xyz, rincian komposisi portofolio Total Nilai RWA didominasi secara absolut oleh kategori US Treasury Debt (Obligasi Pemerintah AS). Instrumen obligasi tersebut memegang porsi terbesar dengan nilai $15,0 Miliar, yang kemudian disusul pada posisi kedua oleh instrumen Komoditas (Commodities) dengan kontribusi sebesar $4,8 Miliar.
Menurut data tersebut, sisa nilai aset terdistribusi secara sehat ke dalam berbagai instrumen investasi lainnya untuk menciptakan diversifikasi. Kredit Beragun Aset (Asset-Backed Credit) menyumbang $2,2 Miliar, diikuti oleh Kredit Korporasi (Corporate Credit) sebesar $1,8 Miliar, serta instrumen Saham (Stocks) dan Keuangan Khusus (Specialty Finance) yang masing-masing mencatatkan nilai $1,6 Miliar.
Real estate token mengubah kepemilikan properti fisik menjadi token yang bisa dibeli dalam pecahan kecil. Seseorang yang ingin berinvestasi di properti komersial senilai Rp10 miliar bisa membeli kepemilikan 0,1% hanya dengan Rp10 juta, tanpa birokrasi notaris atau KPR.
Secara global, platform seperti RealT dan Propy sudah menawarkan tokenisasi properti residensial di AS. Di Indonesia, OJK sedang menyusun regulasi khusus untuk tokenisasi properti sebagai bagian dari roadmap aset digital 2026.
| Kelebihan | Risiko |
|---|---|
| Aksesibel dengan modal kecil (fractional ownership mulai dari Rp100.000) | Likuiditas masih rendah dibanding aset crypto lainnya |
| Potensi pendapatan sewa bulanan otomatis via smart contract | Regulasi di Indonesia belum final (OJK masih menyusun aturan) |
| Diversifikasi ke aset properti tanpa birokrasi KPR atau notaris | Nilai token bisa terpengaruh kondisi properti fisik (kekosongan, kerusakan) |
| Transparansi kepemilikan tercatat di blockchain | Due diligence aset fisik membutuhkan waktu dan biaya |

Menurut data per 17 Juni 2026 di RWA.xyz, pasar tokenisasi real estat menunjukkan perkembangan yang terukur dengan total Nilai yang Didistribusikan (Distributed Value) mencapai $179,01 Juta dan Nilai yang Diwakili (Represented Value) sebesar $279,84 Juta. Ekosistem properti digital ini terus memperluas jangkauannya dengan mengelola 90 aset berbeda yang secara fisik tersebar di 11 negara.
Menurut data per 17 Juni 2026 di RWA.xyz, minat pasar terhadap sektor ini dibuktikan dengan jumlah pemegang aset yang telah mencapai 16,42 ribu pengguna. Terdapat 1.060 alamat dompet yang aktif bertransaksi setiap bulannya, yang memegang dan mendistribusikan porsi persentase dari berbagai token properti terkemuka seperti GromaCoin dan REENTAL di dalam portofolio mereka.
Tokenized stocks adalah representasi digital dari saham perusahaan publik yang diterbitkan di blockchain. Token ini mencerminkan harga saham aslinya, seperti Apple, Tesla, atau perusahaan di bursa AS, dan bisa diperdagangkan 24 jam tanpa harus membuka rekening sekuritas konvensional.
Pasar tokenized stocks tumbuh 422% sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026 (Sumber: blockchain.news, 2026). Platform kripto Bittime di Indonesia sudah memperluas akses ke saham AS lewat mekanisme tokenisasi, sejalan dengan arah pengembangan OJK.
| Kelebihan | Risiko |
|---|---|
| Fractional ownership memungkinkan beli sebagian kecil saham mahal (misal 0,01 lembar NVDA) | Tidak semua tokenized stocks memberikan hak suara pemegang saham |
| Pasar buka 24/7, tidak terbatas jam bursa konvensional | Eksposur terhadap volatilitas saham konvensional tetap ada |
| Settlement lebih cepat (T+0 vs T+2 di bursa konvensional) | Risiko platform: jika platform tutup, kepemilikan perlu diklaim via mekanisme khusus |
| Tidak perlu rekening sekuritas terpisah | Pastikan platform terdaftar resmi di OJK sebelum berinvestasi |
Beberapa Contoh Tokenized Aset di Pintu:


Menurut data per 17 Juni 2026 di RWA.xyz, instrumen Obligasi Pemerintah AS (U.S. Treasuries) yang ditokenisasi mencatatkan Nilai yang Didistribusikan sangat masif, yakni sebesar $14,95 Miliar. Sektor ini menjadi salah satu pilihan utama bagi investor institusi maupun ritel karena menawarkan rata-rata imbal hasil tahunan dalam 7 hari terakhir (7D APY) sebesar 3,29% melalui 82 pilihan aset yang tersedia.
Menurut data per 17 Juni 2026 di RWA.xyz, tingkat adopsi terhadap obligasi digital ini telah berhasil menjangkau 65.978 pemegang aset. Grafik komposisi pasar memperlihatkan persaingan yang dinamis dari berbagai penerbit terkemuka, seperti BlackRock dan Ondo, yang kini mendominasi porsi persentase terbesar dari total nilai pasar obligasi yang ditokenisasi.
Baca tentang Apa itu Tokenized Stock? Panduan Lengkap Investasi Saham Digital di Pintu Academy untuk pemahaman lebih dalam
Komoditas sudah lama jadi instrumen diversifikasi portofolio. Kini emas, perak, dan minyak bisa dimiliki dalam bentuk token digital yang disimpan di blockchain.
Contoh yang sudah ada: PAXG (PAX Gold) adalah token yang masing-masing unitnya merepresentasikan satu troy ounce emas fisik yang disimpan di vault London. Di Indonesia, OJK sedang mengkaji regulasi crypto berbasis emas (tokenized gold) yang disebut sebagai “crypto halal” karena didukung aset nyata (Sumber: gebrak.id, Mei 2026).
| Kelebihan | Risiko |
|---|---|
| Lindung nilai (hedging) klasik terhadap inflasi dan pelemahan mata uang | Biaya manajemen dan audit aset fisik mengurangi imbal hasil bersih |
| Didukung aset fisik terverifikasi (contoh: 1 PAXG = 1 troy ounce emas di vault London) | Harga emas dan minyak dipengaruhi kondisi geopolitik dan kebijakan global |
| Lebih mudah diperdagangkan 24/7 dibanding emas fisik konvensional | Risiko konsentrasi pada satu penyedia custody aset fisik |
| Tidak perlu biaya penyimpanan mandiri | Volatilitas minyak jauh lebih tinggi dibanding emas |
Baca tentang Penyebab Utama Kenaikan Harga Emas dan Komoditas di 2026 di Pintu Academy
Contoh Komoditas Token di Pintu:



Menurut data per 17 Juni 2026 di RWA.xyz, sektor komoditas yang ditokenisasi membukukan Nilai yang Didistribusikan sebesar $4,84 Miliar dan Nilai yang Diwakili mencapai $3,14 Miliar. Likuiditas di pasar komoditas ini tergolong sangat tinggi dan aktif, yang tercermin secara jelas dari volume transfer bulanan yang mampu menyentuh angka luar biasa sebesar $6,70 Miliar.
Menurut data per 17 Juni 2026 di RWA.xyz, instrumen komoditas ini memiliki basis pengguna terbesar di antara kategori lainnya dengan jumlah pemegang mencapai 240,27 ribu serta didukung oleh 40.463 alamat aktif bulanan. Jika melihat pada grafik persentase asetnya, pasar komoditas digital ini dikuasai secara mutlak oleh aset token yang dipatok pada nilai emas, khususnya Tether Gold dan Paxos Gold.
RWA token di DeFi menggabungkan aset dunia nyata dengan protokol keuangan terdesentralisasi. Aset seperti obligasi korporat atau private credit ditokenisasi dan digunakan sebagai jaminan pinjaman atau sumber likuiditas di platform DeFi.
Protokol seperti Centrifuge dan Maple Finance sudah menyalurkan ratusan juta dolar kredit untuk bisnis nyata lewat mekanisme ini. Investor bisa mendapat imbal hasil dari pinjaman bisnis konvensional, tapi lewat infrastruktur blockchain.
| Kelebihan | Risiko |
|---|---|
| Imbal hasil lebih tinggi dibanding obligasi konvensional (bunga private credit lebih kompetitif) | Risiko smart contract: bug di kode bisa menyebabkan kehilangan dana |
| Bisa dikompound secara otomatis di protokol DeFi | Risiko likuiditas platform: tidak semua pool memiliki likuiditas memadai |
| Akses ke instrumen private credit yang sebelumnya eksklusif untuk investor institusi | Risiko kredit peminjam: kualitas underlying pinjaman perlu diverifikasi |
| Transparansi alur dana tercatat di blockchain | Kompleksitas lebih tinggi, tidak cocok untuk investor pemula |
Berikut adalah tiga ide portofolio aset tokenisasi yang disesuaikan dengan tingkat toleransi risiko, mencerminkan inovasi instrumen terbaru di pasar saat ini.
Portofolio ini dirancang untuk investor yang memprioritaskan keamanan dana utama dan menginginkan pendapatan (yield) yang stabil serta mudah dicairkan. Volatilitas dijaga pada tingkat yang sangat minimal.
| Kelas Aset | Porsi | Instrumen Tokenisasi 2026 |
|---|---|---|
| Tokenized Treasuries | 70% | Surat Utang Negara AS (T-Bills) on-chain (seperti BlackRock BUIDL atau instrumen sejenis). |
| Stablecoin Berbunga | 20% | Stablecoin terikat USD yang ditempatkan pada protokol peminjaman institusional berisiko rendah. |
| Kredit Swasta Senior | 10% | Private credit berperingkat kelayakan investasi (Investment Grade) dengan agunan aset nyata. |
Bagi investor yang siap menerima fluktuasi jangka pendek demi mengalahkan inflasi dan menumbuhkan nilai aset. Strategi ini menyeimbangkan aset pelindung nilai (defensif) dengan aset pertumbuhan pasar terbuka.
| Kelas Aset | Porsi | Instrumen Tokenisasi 2026 |
|---|---|---|
| Real Estat & Komoditas | 40% | Kepemilikan fraksional properti komersial (REITs on-chain) dan token emas/kredit karbon. |
| Ekuitas Tokenisasi | 30% | Reksa dana indeks atau saham blue-chip global yang diterbitkan dan diselesaikan di blockchain. |
| Tokenized Treasuries | 30% | Berfungsi sebagai bantalan (buffer) likuid saat aset saham atau properti mengalami koreksi. |
Ditujukan bagi investor yang mengincar apresiasi modal secara eksponensial. Portofolio ini berani masuk ke aset-aset yang secara historis kurang likuid, menerima risiko gagal bayar yang lebih tinggi, serta siap menghadapi gejolak nilai yang signifikan.
| Kelas Aset | Porsi | Instrumen Tokenisasi 2026 |
|---|---|---|
| Tokenized VC, PE & IP | 50% | Saham startup pra-IPO (Venture Capital), Private Equity, dan paten kekayaan intelektual (IP). |
| High-Yield RWA | 30% | Kredit swasta korporat (mezzanine debt) di negara berkembang atau pembiayaan rantai pasok. |
| Real Estat Berkembang | 20% | Pendanaan fase konstruksi proyek properti baru yang menjanjikan pengembalian modal tinggi. |
Baca tentang Top 3 Strategi Investasi Saham AS 2025: Investasi di Tokenized Stocks di Pintu Academy
Tokenisasi saham di Indonesia saat ini berstatus legal namun terbatas di bawah pengawasan ketat OJK sesuai UU Nomor 4 Tahun 2023 (UU P2SK). Regulasi ini mengategorikan aset digital yang menyerupai efek sebagai Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK), yang pengawasannya telah dialihkan dari Bappebti ke OJK. Perdagangan untuk publik ritel hanya diperbolehkan bagi platform yang telah masuk dalam Regulatory Sandbox atau memiliki izin khusus dari otoritas terkait.
Secara operasional, POJK Nomor 3 Tahun 2024 mewajibkan setiap penyelenggara tokenisasi aset keuangan melalui proses pengujian ketat untuk menjamin perlindungan konsumen. Penawaran token saham tanpa lisensi resmi dianggap ilegal karena wajib tunduk pada standar transparansi dan hak kepemilikan yang diatur dalam UU Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Tanpa kepatuhan terhadap aturan tersebut, instrumen ini tidak memiliki legalitas operasional yang sah di wilayah hukum Indonesia.
Dari aspek perpajakan di tahun 2026, investasi aset kripto di Indonesia mengacu pada PMK Nomor 50 Tahun 2025 yang resmi berlaku sejak 1 Agustus 2025. Melalui regulasi ini, PPN atas penyerahan aset kripto resmi dihapuskan, karena aset kripto kini dikategorikan sebagai aset keuangan digital yang dipersamakan dengan surat berharga, sesuai amanat UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Sebagai gantinya, setiap investasi aset kripto dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 0,21% yang dipungut melalui penyelenggara perdagangan. Adapun pengawasan industri aset kripto kini berada di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menggantikan Bappebti sejak 10 Januari 2025.
Tokenisasi aset membuka babak baru dalam berinvestasi: aset kelas dunia kini dapat diakses siapa pun dengan modal kecil, transparansi penuh di blockchain, dan fleksibilitas transaksi 24/7. Dengan total pasar RWA yang terus berkembang dan regulasi OJK yang semakin matang, membangun portofolio yang memadukan tokenized treasuries, komoditas, saham, maupun real estate bukan lagi eksklusif milik investor besar. Kunci utamanya tetap sama: pilih instrumen sesuai profil risiko, gunakan platform resmi terdaftar OJK, dan selalu lakukan riset mandiri sebelum berinvestasi.
Semua informasi yang ditampilkan dalam artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai saran investasi, rekomendasi, ajakan untuk membeli atau menjual aset crypto tertentu, maupun dasar pengambilan keputusan finansial. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dengan mempertimbangkan kondisi keuangan, tujuan investasi, dan toleransi risiko masing-masing.
Di Pintu, pembelian Tokenized Stocks dapat dimulai dengan nominal yang sangat terjangkau, yaitu mulai dari Rp11.000, sehingga pengguna dapat memperoleh eksposur terhadap valuasi saham tanpa modal besar.
Melalui laman Market Tokenized Stocks, Pintu menyediakan berbagai pilihan tokenized stocks seperti SBUX, TLTon, dan MAon. Market ini memudahkan pengguna untuk mengakses dan bertransaksi beragam saham global secara on-chain.
Berikut cara mudah beli Tokenized Stocks di Pintu:
Tokenisasi aset adalah mengubah hak milik aset nyata (seperti properti atau emas) menjadi token digital di blockchain. Token ini mewakili pecahan kepemilikan aset tersebut (underlying), yang kemudian bisa diperdagangkan atau ditransfer dengan mudah dalam ekosistem digital.
RWA adalah aset fisik atau keuangan di dunia nyata yang telah ditokenisasi ke dalam blockchain. Berbeda dengan kripto murni (seperti Bitcoin) yang nilainya dari jaringan, nilai RWA didukung langsung oleh aset aslinya, seperti emas fisik atau obligasi pemerintah.
Hampir semua aset bisa ditokenisasi. Per tahun 2026, contoh yang umum beredar secara global meliputi obligasi, saham, properti, emas, komoditas, kredit swasta, hingga reksa dana. Di Indonesia, OJK juga sedang memproses regulasi untuk tokenisasi properti dan emas.
Gunakan platform resmi terdaftar OJK untuk memulai investasi pada aset stabil, seperti token obligasi pemerintah atau emas, di mana Anda bisa langsung memulainya dengan modal kecil berkat sistem tokenisasi yang memungkinkan pembelian pecahan aset (fractional ownership).
Berbeda dengan kripto biasa yang nilainya bergantung pada spekulasi dan utilitas jaringan, nilai RWA didukung oleh aset nyata sehingga volatilitasnya lebih terukur dan sejalan dengan tren pasar konvensional. Meski RWA tidak sepenuhnya bebas risiko, menggabungkan kedua jenis aset ini sangat ideal untuk menciptakan strategi diversifikasi portofolio digital yang seimbang.
Bagikan
Table of contents