Apa itu January Effect Trading Saham dan Crypto?

Updated
February 8, 2022
• Waktu baca 4 Menit
Gambar Apa itu January Effect Trading Saham dan Crypto?
Reading Time: 4 minutes

January Effect adalah salah satu istilah yang tidak asing lagi bagi para investor dan trader. Artikel ini akan mengupas lengkap tentang apa itu January Effect serta faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya January Effect. Simak selengkapnya di bawah ini!

Apa itu January Effect?

apa itu january effect

Dalam dunia trading dan investasi, January Effect adalah fenomena kenaikan musiman harga saham sepanjang bulan Januari yang biasanya didahului oleh penurunan harga selama bulan Desember.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa sejak tahun 1938, saham milik 500 perusahaan dengan modal besar yang terdaftar dalam S&P 500 selalu mengalami peningkatan harga saham hingga rata-rata senilai 20% sepanjang bulan Januari hingga Februari. Tren January Effect pertama kali diamati oleh Sidney Wachtel, seorang bankir investasi, pada tahun 1942.

Hal ini juga didukung oleh penelitian lain yang mengungkapkan bahwa sejak tahun 1904 hingga 1974, rata-rata tingkat pengembalian saham selama bulan Januari mengalami peningkatan hingga lima kali lipat dari bulan-bulan lainnya.

Salomon Smith Barney, sebuah divisi bank investasi dari CitiGroup, melakukan analisis terhadap kinerja saham antara tahun 1972 hingga 2002 dan menemukan hasil menarik bahwa saham berkapitalisasi kecil mengungguli saham berkapitalisasi besar selama bulan Januari.

Di masa kini, pasar bisa lebih mudah beradaptasi terhadap permintaan saham. Hal ini diperkirakan menjadi alasan kenaikan harga saham menjadi tidak sebesar pada awal abad ke-20. Beberapa ekonom mengungkapkan bahwa January Effect pada masa kini lebih spesifik dirasakan oleh sebagian kecil sektor industri.

Apa Penyebab Terjadinya January Effect?

Terjadinya January Effect dapat disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya:

Tax-Loss Selling atau Tax-Loss Harvesting

Beberapa ekonom setuju bahwa penyebab utama January Effect adalah tax-loss selling. Pada dasarnya, tax-loss harvesting atau tax-loss selling adalah strategi investasi yang diterapkan oleh para investor dengan cara menjual beberapa sekuritas mereka yang performanya tidak terlalu baik dengan tujuan untuk mengurangi nilai pengembalian modal (capital gain) di tahun tersebut, sekaligus mengurangi kewajiban pajak dari investor bersangkutan pada bulan tersebut.

Bonus Akhir Tahun (Year-end Bonuses)

Beberapa perusahaan menawarkan adanya bonus akhir tahun yang diberikan kepada karyawan. Penambahan jumlah pendapatan ini mendorong semakin banyak orang untuk menambah pengeluaran mereka di awal tahun, misalnya dengan membeli baju, sepatu, atau aksesoris baru.

Namun bagi para investor, bonus akhir tahun merupakan sumber pendapatan untuk membeli instrumen investasi baru di awal tahun nanti. Pemikiran inilah yang sekaligus menjadi penyebab peningkatan jumlah permintaan saham di awal tahun.

Resolusi Tahun Baru

Tahun baru menjadi momen penting yang menandakan dimulainya awal yang baru. Oleh sebab itu, tak heran jika banyak orang berbondong-bondong untuk membuat resolusi awal tahun mengenai hal-hal apa saja yang ingin mereka capai di tahun yang baru.

Beberapa orang menjadikan keinginan untuk mulai terjun dan berinvestasi sebagai resolusi tahun baru mereka. Tentunya, implementasi resolusi ini ini juga didorong dengan adanya bonus akhir tahun yang mereka peroleh dari perusahaan.

Penyusunan Ulang Portofolio (Portfolio Rebalancing)

Terakhir, para ahli juga mempercayai bahwa January Effect dapat muncul akibat ulah para manajer portofolio yang melakukan penyusunan ulang (window dressing) antara bulan Desember dan Januari.

Hal ini dilakukan dengan cara menjual saham-saham berisiko tinggi yang dimiliki pada bulan Desember untuk menghindari saham-saham tersebut tercatat dalam laporan tahunan mereka. Selanjutnya, mereka akan membeli kembali saham-saham dengan kapitalisasi kecil tersebut pada bulan Januari.

Bagaimana Pengaruh January Effect Terhadap Return Saham?

pengaruh january effect terhadap saham

Sebagian besar peneliti percaya bahwa January Effect berpengaruh terhadap tingkat pengembalian (return) saham. Hal ini didukung oleh hasil penelitian terhadap January Effect yang terjadi antara tahun 1970 hingga 1980-an.

Ritter dan Chopra (1989) menyatakan bahwa pengaruh January Effect terhadap return saham sebagian besar diakibatkan adanya penyusunan ulang portofolio investasi dengan cara menumpuk saham dengan kapitalisasi kecil pada bulan Januari.

Sebagaimana kita ketahui, saham berkapitalisasi kecil adalah jenis saham dengan tingkat pergerakan harga yang menarik sekaligus menyimpan potensi pertumbuhan yang luar biasa. Bahkan terkadang, tingkat pertumbuhan saham dengan kapitalisasi kecil bisa jadi mengungguli tingkat pertumbuhan IHSG.

January Effect 2022, Akankah Terjadi?

Beberapa media dan ahli sendiri juga telah memprediksi peningkatan harga aset emas dan saham pada Januari 2022.

Dilansir dari Surabaya Post, January Effect kemungkinan akan terjadi pada transaksi perdagangan emas di pasar emas berjangka dan indeks luar negeri, seperti indeks Hang Seng dan Nikkei.

Bukan tanpa sebab, January Effect diperkirakan terjadi pada transaksi perdagangan emas dikarenakan kasus COVID akan melonjak tajam pada Februari 2022 akibat masuknya varian Omicron yang mendorong para investor untuk tetap berinvestasi dalam bentuk emas. Selain itu, pada Hari Raya Imlek juga biasanya terjadi lonjakan permintaan emas.

Sementara itu, dilansir dari investasi.kontan.co.id, Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus memperkirakan bahwa ada kemungkinan sekitar 70% bahwa January Effect akan tetap terjadi di 2022.

Apakah January Effect Berlaku di Crypto?

Belum ada penelitian resmi mengenai keberadaan January Effect di dunia crypto. Namun, dilansir dari Cointelegraph, harga bitcoin memang teramati selalu mengalami peningkatan di minggu pertama bulan Januari, dengan detail:

  • 2018: +18%
  • 2019: +7%
  • 2020: 13%
  • 2021: 36%

Itu dia penjelasan mengenai apa itu January Effect di dunia saham dan crypto. Nah, buat kamu yang tertarik untuk berinvestasi dan trading kripto secara mudah, platform jual beli kripto Pintu bisa membantumu melakukan investasi mulai dari Rp11.000 saja, lho! Download Pintu sekarang!

Referensi:

Cointelegraph, Bitcoin Has Risen 7 to 36 in First Week January. Diakses tanggal: 01-01-2022

Corporate Finance Institute, January Effect. Diakses tanggal: 01-01-2022

James Chen, January Effect. Diakses tanggal: 01-01-2022

Kontan, January Effect Diprediksi Masih akan Terjadi di 2022.  Diakses tanggal: 01-01-2022.

Mike Price, What Is the January Effect on Stocks? Diakses tanggal: 01-01-2022

Sam Swenson, What Is the January Effect? Diakses tanggal: 01-01-2022

Surabaya Post, Analisa Bestprofit Futures: Siap-Siap Profit 30% dari Window Dressing January Effect. Diakses tanggal: 01-01-2022.

Cornelia Lyman
Author
Cornelia Lyman
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->