Apa Itu LKM? Ini Pengertian, Peran, dan Contohnya

Updated
July 27, 2021
• Waktu baca 3 Menit
Gambar Apa Itu LKM? Ini Pengertian, Peran, dan Contohnya
Reading Time: 3 minutes

Untuk kamu yang memiliki UMKM dan membutuhkan bantuan dana, maka kamu bisa coba mencari bantuan dari Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Apa itu LKM? Peran apa saja yang dimiliki oleh Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dan contoh-contohnya? Simak penjelasannya lengkapnya berikut ini.

Apa Pengertian LKM (Lembaga Keuangan Mikro)?

lkm adalah

Apa itu LKM? Pengertian LKM atau Lembaga Keuangan Mikro adalah lembaga keuangan yang didirikan secara khusus dan berfungsi untuk memberikan jasa pengembangan usaha serta pemberdayaan masyarakat.

Di Indonesia, terdapat beberapa jenis LKM, namun tidak semuanya memiliki izin resmi sehingga kamu harus melakukan pengecekan menyeluruh terhadap LKM bersangkutan terlebih dahulu sebelum memakai jasanya. Dana yang diberikan oleh Lembaga Keuangan Mikro (LKM) bisa berupa pembiayaan usaha maupun dana pinjaman ke pemilik usaha dan masyarakat.

Selain memberikan pinjaman dana, LKM juga berperan untuk memberikan jasa konsultasi usaha dan cara pengelolaan dana simpanan. Jadi tujuan didirikan LKM ini bukan untuk mencari keuntungan.

Baca juga : Pinjaman Bitcoin vs Pinjaman Bank, Lebih Baik Mana?

Apa Peran LKM (Lembaga Keuangan Mikro)?

Lembaga Keuangan Mikro (LKM) memiliki landasan konstitusional yang kuat, yaitu Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2013 perihal Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Adapun peran yang dimiliki LKM adalah:

  1. Membantu untuk meningkatkan taraf kesejahteraan dan pendapatan masyarakat berpenghasilan rendah atau miskin.
  2. Membantu meningkatkan produktivitas dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dari semua kalangan.
  3. Meningkatkan akses untuk peminjaman dana skala mikro bagi masyarakat.

Untuk mewujudkan peran-peran LKM di atas, maka Lembaga Usaha Mikro memiliki kegiatan usaha seperti:

  1. Menyediakan jasa pinjaman dana usaha dan pemberian dana usaha ke pelaku UMKM
  2. Melakukan kegiatan usaha dengan prinsip syariah dan dilakukan secara konvensional
  3. Menyediakan jasa konsultasi pengembangan usaha dan cara pengelolaan simpanan

Selain ketiga jenis kegiatan usaha di atas, LKM juga diizinkan melakukan kegiatan usaha lain dengan fee (bayaran) namun harus sesuai perundang-undangan di sektor jasa keuangan.

Apa Saja Contoh-Contoh LKM (Lembaga Keuangan Mikro)?

contoh lembaga keuangan mikro

LKM hanya bisa dimiliki oleh WNI (Warga Negara Indonesia), Pemerintah Kota atau Daerah Kabupaten, Badan Usaha Milik Desa dan Kelurahan, serta Koperasi. Warga negara asing dan sebuah perusahaan milik negara asing tidak bisa mendirikan LKM. Bentuk badan hukum dari LKM adalah:

  1. Lembaga formal
  2. Lembaga semi formal
  3. Lembaga non formal

Dari ketiga bentuk Lembaga Keuangan Mikro di atas, kemudian dibagi lagi menjadi beberapa contoh Lembaga Keuangan Mikro berikut.

  1. Bank Desa
  2. Bank Kredit Desa (BKD)
  3. Lumbung Desa
  4. Kredit Usaha Rakyat Kecil (KURK)
  5. Bank Karya Produksi (BKPD)
  6. Baitul Tanwil Muhammadiyah (BTM)
  7. Bank Kredit Kecamatan (BKK)

Selain 7 contoh LKM diatas, lembaga keuangan ini juga bisa berbentuk PT (Perseroan Terbatas). Dengan syarat pemerintah daerah kabupaten/kota dan badan usaha milik desa/kelurahan adalah pemegang sahamnya dengan perhitungan paling sedikit 60% dari seluruh total saham PT.

Menurut pengertian LKM dan perannya, bisa diambil kesimpulan jika kamu juga bisa memanfaatkan keberadaan Lembaga Keuangan Mikro ini untuk pinjaman modal investasi bisnis kamu.

Salah satu jenis investasi yang populer saat ini adalah investasi bitcoin dan crypto, di mana kamu bisa melakukan investasi aman dan diawasi oleh BAPPEBTI di aplikasi Pintu. Buat kamu yang masih awam, belajar crypto terlebih dahulu lewat Pintu Academy. Cek selalu harga bitcoin dan aset crypto lainnya untuk mengetahui peluang berinvestasi yang tepat.

Referensi:

Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->