Apa Perbedaan Investasi Permanen dan Non-Permanen?

Updated
September 15, 2021
• Waktu baca 2 Menit
Gambar Apa Perbedaan Investasi Permanen dan Non-Permanen?
Reading Time: 2 minutes

Belakangan ini, semakin banyak orang yang menyadari pentingnya berinvestasi guna menunjang kehidupan finansial. Dalam investasi, terdapat istilah investasi permanen dan non-permanen. Lalu, apa tepatnya perbedaan investasi permanen dan non-permanen? Cari tahu selengkapnya di sini, yuk!

Pengertian Investasi Permanen

pengertian dan contoh investasi permanen

Investasi permanen adalah salah satu bentuk investasi jangka panjang yang sifatnya permanen. Dalam hal ini, investor berniat untuk memiliki aset investasi tersebut secara berkelanjutan, yang mana dalam sebagian besar kasus, investor tidak berniat untuk menjual kembali atau menarik aset tersebut.

Mungkin pertanyaan utama adalah jika investasi dimiliki secara permanen, bisakah investor bisa mendapatkan keuntungan dari aset tersebut?

Tentu saja bisa, salah satunya adalah dengan mendapatkan dividen. Aset yang dipilih untuk investasi permanen pada umumnya memiliki pengaruh yang signifikan dalam jangka waktu yang lama. Dengan begitu, aset yang dimiliki tidak akan menjadi aset yang tidak menghasilkan.

Baca juga: 5 Investasi Crypto Jangka Panjang Menurut Hasil Riset dan Para Ahli

Contoh Investasi Permanen

Contoh investasi permanen dalam kehidupan sehari-hari misalnya  adalah ketika seseorang membeli rumah. Dalam hal ini, aset tersebut bisa digunakan untuk mendapatkan keuntungan lagi, misalnya dengan cara disewakan atau dikontrakkan hingga dijadikan tempat kos. Jadi, investor akan bisa mendapatkan penghasilan dalam jangka panjang dari aset tersebut.

Dalam skala yang lebih besar, tepatnya investasi permanen yang dilakukan pemerintah, salah satu contohnya adalah penyertaan modal pemerintah pada perusahaan tertentu dalam jangka waktu lama.

Pengertian Investasi Non-Permanen

pengertian dan contoh investasi non-permanen

Sementara itu, investasi non-permanen juga merupakan bentuk investasi jangka panjang. Hanya saja investor tidak bermaksud untuk memiliki aset tersebut secara berkelanjutan.

Yang dimaksud dengan tidak berkelanjutan dalam investasi non-permanen adalah jangka waktunya lebih dari 12 bulan, namun tidak akan dimiliki atau ditahan selamanya.

Pada dasarnya, perbedaan investasi permanen dan non-permanen terletak pada tujuan. Investasi permanen dilakukan dengan tujuan untuk mendapat keuntungan di masa depan, bukan mengharapkan keuntungan cepat dalam waktu dekat.

Dari pengertian ini, tentu menjadi jelas bukan perbedaan investasi permanen dengan non-permanen? Lalu, apa saja kira-kira contoh investasi yang tidak permanen?

Contoh Investasi Non-Permanen

Membeli surat utang jangka panjang atau obligasi merupakan salah satu contoh investasi non-permanen yang dilakukan pemerintah. Kepemilikan obligasi tidak selamanya, melainkan hanya sampai tanggal jatuh temponya saja.

Contoh investasi non-permanen lainnya adalah ketika pemerintah menanamkan modal pada proyek pembangunan tertentu, yang mana proyek ini bisa dialihkan kepada pihak ketiga. Penyertaan modal untuk memperbaiki kondisi ekonomi juga menjadi salah satu contoh investasi non-permanen

Nah, salah satu investasi jangka panjang yang belakangan ini cukup banyak menarik minat investor adalah crypto. Per Mei 2021 lalu, jumlah investor aset crypto pun telah mencapai 6,5 juta orang, lebih tinggi dibandingkan investor pasar modal.

Buat kamu yang tertarik berinvestasi di bidang crypto, download aplikasi Pintu sekarang! Jual beli crypto di Pintu bisa mulai dari Rp11.000 saja, lho!

Referensi:

Abdul Halim, Akuntansi Keuangan Daerah. Diakses tanggal: 11-9-2021.

BPK, Peraturan Bupati Pangkajene Dan Kepulauan Nomor 34 TAHUN 2014 Tentang Kebijakan Akuntansi Berbasis Akrual. Diakses tanggal: 11-9-2021.

Faiz Zamzami, Mukhlis, Anissa Eka Pramesti, Audit Keuangan Sektor Publik Untuk Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Diakses tanggal: 11-9-2021.

Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->