Definisi Lump Sum dan Contohnya

Updated
January 19, 2022
• Waktu baca 5 Menit
Gambar Definisi Lump Sum dan Contohnya
Reading Time: 5 minutes

Lump sum adalah pembayaran yang dilakukan sekaligus pada satu transaksi dalam jumlah besar. Istilah ini dapat kamu temui pada kasus pembayaran uang pensiun, tunjangan pesangon, kontrak bisnis, hingga penarikan dana pada sebuah instrumen investasi seperti reksadana dan lainnya.

Ada kekurangan dan kelebihan untuk penerima pembayaran lump-sum daripada pembayaran bertahap atau anuitas. Hal ini tergantung kondisi dan tujuan keuangan penerima dana. Pembayaran secara anuitas dapat memberikan perasaan nyaman dengan jaminan keamanan finansial.

Selain itu, pembayaran secara anuitas juga memberikan kesempatan bagi penerima dana untuk memperbaiki strategi keuangannya. Karena seringkali kita tidak bisa mengambil keputusan yang tepat pada percobaan pertama. Keputusan keuangan yang tepat baru dapat kita lihat kemajuannya setelah beberapa kali melakukan percobaan.

Pengertian Lump sum

Menurut Merriam-Webster Dictionary, lump sum adalah sejumlah dana dengan nilai yang relatif besar yang dibayarkan dalam satu kali transaksi: Dalam terminologinya, lump sum memiliki arti yang sama dengan single sum atau jumlah tunggal.

Terkadang pembayaran lump sum memiliki beberapa resiko besar. Sebagai contoh pada pengerjaan sebuah proyek pembangunan rumah. Ada kemungkinan kontraktor yang kamu percayakan sejumlah besar uang sekaligus akan kabur tanpa sedikitpun melakukan pekerjaannya. Oleh sebab itu pembayaran secara termin lebih disarankan pada kasus ini.

Pembayaran termin proyek biasanya dibayarkan secara persentase. Konsumen bisa menyerahkan sekian persen uang untuk dijadikan modal, dan memberikan sedikit demi sedikit tiap kali seorang kontraktor menunjukkan progres pada proyek yang ia kerjakan.

Jenis-Jenis Kontrak Lump sum

lump sum adalah

Kontrak lump sum memiliki beberapa jenis perbedaan satu dan lainnya. Perbedaan ini dilihat dari faktor-faktor yang mempengaruhi dan sifatnya yang mengikat. Berikut ini jenis-jenis lump sum yang sering diterapkan dalam berbagai industri.

1. Fixed Price

Jenis kontrak lump sum fixed price memiliki karakteristik khusus yakni pembayaran dibayarkan secara kontan dengan mengikutsertakan semua kemungkinan biaya tambahan seperti biaya administrasi, denda, hingga resiko kerusakan. Jenis kontrak ini biasanya diterapkan pada jenis perjanjian kerja G2B (goverment to business) atau proyek pemerintah.

2. Cost Plus Contract

Jenis kontrak lump sum cost plus contract memiliki karakteristik khusus yakni pembayaran dibayarkan secara kontan dengan menghitung total biaya ditambah upah kerja. Contohnya pada kontrak bisnis pembangunan properti atau pemesanan produk custom.

3. Time and Materials Contract

Jenis kontrak lump sum time and materials contract memiliki karakteristik khusus yakni pembayaran dibayarkan secara kontan dengan memperhitungkan biaya total material dan tenaga kerja, serta perhitungan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu proyek.

4. Unit Pricing Contract

Jenis kontrak lump sum unit pricing contract memiliki karakteristik khusus yakni pembayaran dibayarkan secara kontan dengan memperhitungkan harga jual per unit kepada konsumennya. Contohnya perusahaan maklon kosmetik yang menetapkan harga tertentu tergantung berapa jumlah pemesanan dikalikan harga per unitnya.

Kelebihan Kontrak Lump sum

Ada beberapa pihak yang lebih menyukai pembayaran lump sum daripada anuitas, beberapa contohnya di antaranya:

1. Penerima dana pensiun

Penerima dana pensiun dengan kesehatan yang buruk biasanya mereka lebih memilih pembayaran lump sum karena mereka pikir mereka tidak akan hidup cukup lama untuk menerima seluruh pembayaran. Dengan menerima pembayaran di muka sekaligus, mereka dapat menggunakan uang tersebut untuk membeli aset dan mewariskannya kepada keluarga.

2. Mencukupi Kebutuhan Finansial Kontraktor

Seorang kontraktor biasanya tidak memiliki modal awal untuk membuat produk yang dipesan oleh konsumen. Oleh karena itu ia bisa meminta kontrak lump sum untuk dibayarkan secara kontan agar dapat membeli material dan membayar upah pegawainya. Hal ini juga mengurangi resiko pemesan kabur setelah produk yang dipesan sudah jadi.

Contoh penerapannya ketika kamu memesan snack, jajanan arisan, pemesanan baju atau kue pengantin, pembangunan rumah, pembuatan website, hingga instansi pemerintah yang memberi amanat pada kontraktor untuk membangun jaringan infrastruktur tertentu.

Beberapa pihak dapat memanfaatkan metode pembayaran lump sum untuk mendapatkan keuntungan lebih. Sebagai contoh seseorang yang mendapatkan proyek besar dan diberi kepercayaan dengan metode lump sum. Apabila ia menaruh dana ini di bank maka ia akan mendapatkan bunga harian yang besarnya tergantung dari berapa besar dana yang ia simpan dan berapa lama ia menyimpannya di bank.

Selain itu, pembayaran lump sum biasanya dimanfaatkan oleh kontraktor agar mendapatkan diskon dari supplier bahan bangunan. Dengan membeli suplai dalam jumlah besar ia akan mendapatkan potongan harga lebih banyak daripada membeli secara bertahap.

3. Delegasi Kontrol

Kontrak lump sum dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi konsumen yang memesan jasa atau produk kepada kontraktor yang ia pilih. Hal ini karena ia tidak perlu mengawasi dan kontraktor tidak terus-terusan melakukan pelaporan untuk meminta ijin penerusan proyek dan pencairan dana untuk melanjutkan proyeknya.

Dengan begitu, konsumen pemesan bisa fokus pada pekerjaan utamanya, dan kontraktor bisa bekerja dengan lebih fleksibel dan efisien. Kontrak bisa lebih cepat selesai dari tenggat waktu yang disepakati, sehingga upah pekerja harian bisa ditekan.

Kekurangan Kontrak Lump sum

apa itu lump sum

Pembayaran lump sum bukanlah pilihan terbaik bagi setiap penerimanya, sebagian orang memilih pembayaran secara bertahap. Selain itu, untuk alasan lain seperti pajak pendapatan, pembayaran dengan cara lump sum akan mendapatkan lebih banyak potongan.

Seseorang yang tidak memiliki kemampuan budgeting yang baik juga rawan mengalami pemborosan. Karena hakikatnya kecerdasan keuangan bukanlah sekedar teori, namun lebih kepada praktik. Orang yang tidak pernah mengelola uang dalam jumlah besar memiliki kecenderungan salah kelola yang sangat besar

1. Anggaran yang Komplek

Dari sudut pandang individu, tidak semua orang mampu mengelola dana yang besar. Hal ini dapat mengakibatkan aliran dana yang kompulsif atau dengan kata lain tidak efisien. Membelanjakan sejumlah besar dana tanpa perencanaan yang matang dapat membuat seseorang kehilangan banyak uang tanpa kemampuan melacak kembali ke mana ia membelanjakannya.

Tidak jarang juga kita melihat banyak penerima pembayaran lump sum kehabisan dana yang ia terima karena tertipu investasi palsu, tidak membeli aset produktif, dan sebab pribadi lainnya. Semata-mata karena mereka tidak memiliki kemampuan mengelola anggaran dengan baik.

Dari sudut pandang bisnis, mengelola dana dalam jumlah besar sekaligus juga sangat beresiko. Tidak mengherankan jika seseorang yang memulai bisnis dengan pinjaman bank berakhir pada kondisi over budget. Ia membeli barang yang tidak perlu, dan melupakan hal-hal yang sifatnya perlu diprioritaskan.

2. Penyelewengan Dana

Kontraktor yang kabur dan terjadinya penggelembungan dana sudah menjadi rahasia umum bagi kita semua. Salah satu kekurangan metode pembayaran lump sum ada ketika kita tidak mampu memilih kontraktor yang amanah dan kompeten. Akhirnya hasil proyek menjadi mundur dari tenggat waktu, tidak sesuai dengan kualitas yang ditentukan, bahkan proyek sama sekali tidak menunjukkan progres.

Kontrak lump sum juga dapat menimbulkan kerugian bagi kontraktor. Hal ini dikarenakan kontraktor menanggung biaya melebihi anggaran, yang bisa mengurangi keuntungan. Kontraktor juga berbagi resiko kerugian dari perubahan pesanan yang memakan waktu jika modifikasi perlu dilakukan.

3. Kontra-produktif

Bagi sebagian orang, pembayaran lump sum bersifat kontra-produktif. Hal ini bisa dilihat dari pekerja yang dibayar duluan di depan biasanya tidak menunjukkan kualitas yang baik. Mereka cenderung menjadi malas karena pembayaran yang ia terima sudah habis mereka gunakan sebelum mereka memulai kerja.

Mengantisipasi Pembayaran Lump sum dengan Investasi

Bagaimana jika hal ini menimpa kamu? Dimana kamu sebagai seorang pekerja yang mendapatkan gaji di muka dan takut menghabiskannya bahkan sebelum kamu memulai pekerjaan kamu. Atau jika kamu  tiba-tiba mendapatkan uang dalam jumlah besar dan tidak tahu cara mengalokasikannya.

Kamu harus mulai berinvestasi sekarang juga. Lakukan diversifikasi pada aset-aset dengan profil risiko dan potensi keuntungan yang cocok dengan kamu. Kamu bisa alokasikan seperlima dana kamu pada saham, seperlimanya lagi pada obligasi, kemudian sisanya pada properti, dan mata uang.

Salah satu aset yang memiliki nilai return yang tinggi adalah kripto. Untuk berinvestasi pada aset kripto,  kamu dapat menggunakan aplikasi Pintu dengan interface yang mudah dipahami untuk trader pemula. Pastikan kamu melakukan perencanaan investasi yang tepat agar kamu bisa mendapatkan pengembalian yang menguntungkan dengan resiko yang terukur.

Referensi:

Investopedia, lump sum payment, diakses tanggal 27-11-21

Economictimes, lump sum definition, diakses tanggal 27-11-21

Merriam webster, dictionary lump sum, diakses tanggal 27-11-21

Joseph Clancey , Lump Sum Contracts:, diakses tanggal 27-11-21

Wildana Husada
Author
Wildana Husada
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->