Rekonsiliasi adalah proses mencocokkan dan menyelaraskan dua atau lebih set catatan transaksi atau saldo akun yang saling berhubungan untuk memastikan bahwa data yang tercatat adalah konsisten, akurat, dan lengkap. ****Proses ini bisa diterapkan pada berbagai jenis catatan, seperti buku besar perusahaan dibandingkan dengan laporan bank, untuk melihat apakah terdapat perbedaan yang perlu diperbaiki. Prosedur ini merupakan bagian penting dari kontrol internal dalam praktik akuntansi.
Tujuan utama rekonsiliasi adalah memastikan akurasi dan konsistensi data keuangan sehingga laporan keuangan dapat diandalkan. Selain itu, proses ini membantu mendeteksi dan mengoreksi kesalahan, mengungkap adanya transaksi tidak sah atau fraud, serta mendukung kepatuhan terhadap standar akuntansi dan regulasi keuangan. Dengan rekonsiliasi yang dilakukan secara berkala, pengambil keputusan memperoleh gambaran keuangan yang lebih tepat.
Contoh nyata dari rekonsiliasi adalah rekonsiliasi bank, di mana catatan kas perusahaan dibandingkan dengan laporan mutasi rekening bank (bank statement) pada akhir periode tertentu. Jika saldo internal tidak sesuai dengan saldo bank, akuntan akan menelusuri perbedaan tersebut seperti setoran yang belum dicatat bank atau cek yang belum dicairkan, kemudian melakukan penyesuaian di catatan perusahaan. Selain itu, contoh lain termasuk rekonsiliasi kartu kredit, rekonsiliasi akun piutang, atau inventaris yang dicocokkan antara catatan fisik dan pembukuan.