Instrumen Keuangan: Contoh, Manfaat dan Jenisnya

Updated
January 4, 2023
• Waktu baca 4 Menit
Gambar Instrumen Keuangan: Contoh, Manfaat dan Jenisnya
Reading Time: 4 minutes

Ketika kita membahas topik investasi, kita seringkali mendengar istilah instrumen keuangan digunakan.  Namun, sudah tahukah kamu apa itu instrumen keuangan? Instrumen keuangan adalah kontrak yang menimbulkan aset dan kewajiban keuangan atau instrumen ekuitas dari entitas lain. Contoh instrumen keuangan adalah obligasi, saham, derivatif dan lain sebagainya. 

Dengan kata lain, instrumen keuangan adalah komitmen menimbulkan kewajiban bayar untuk satu pihak dan untuk mendapatkan manfaat bagi pihak lain. Instrumen keuangan adalah hal yang juga digunakan bagi satu pihak untuk melindungi nilai suatu komoditas yang dapat menimbulkan keuntungan atau kerugian bagi pihak tertentu. Agar kamu makin memahami apa itu instrumen keuangan, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Definisi Instrumen Keuangan

Menurut standar akuntansi internasional, instrumen keuangan adalah  aset yang dapat diperdagangkan, atau paket modal yang bisa diperjual-belikan. Kebanyakan instrumen keuangan adalah kontrak yang dapat mengirimkan modal dengan cara yang paling efisien ke seluruh wilayah di dunia. Instrumen keuangan adalah suatu aset berharga yang dapat berupa uang kas, perjanjian dagang, atau sebuah bukti kepemilikan suatu entitas semisal saham.

Instrumen keuangan adalah kontrak fisik ataupun virtual yang mewakili suatu persetujuan yang mengandung nilai moneter. Jenis instrumen keuangan terdiri dari dua jenis jika dilihat dari bentuknya, yakni instrumen kas dan derivatif. 

Jika dilihat dari jenis kelas aset, yang bisa kita jadikan contoh dari instrumen keuangan adalah instrumen berbasis utang dan instrumen berbasis ekuitas. 

Manfaat Instrumen Keuangan

apa itu Instrumen Keuangan

Instrumen keuangan adalah inovasi pada dunia keuangan yang memberikan banyak manfaat. Agar kamu bisa ikut merasakan manfaat instrumen keuangan, simak penjelasannya di bawah ini:

Menyediakan Likuiditas

Perusahaan atau entitas yang memiliki instrumen keuangan setara kas dapat dengan mudah menyediakan uang tunai dengan menjual instrumen yang dimiliki pada pasar uang. Dengan memiliki instrumen keuangan yang likuid, perusahaan tetap mendapatkan keuntungan investasi tanpa kehilangan kemampuan untuk menyediakan uang tunai.

Memberikan Rasa Aman

Investor kerap memilih perusahaan dengan aset likuid yang besar ketimbang aset fisik yang besar. Hal ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang. Perusahaan dengan aset likuid yang besar juga dapat melakukan manuver bisnis kapanpun dibutuhkan. Selain itu, perusahaan juga dapat membiayai semua biaya terkait pengembangan teknologi sehingga dapat meningkatkan daya saing perusahaan.

Memberikan Pendapatan Tambahan

Entitas yang memiliki instrumen keuangan berupa ekuitas bisa mendapatkan pendapatan investasi jangka panjang. Hal ini dapat memperkuat struktur modal sekaligus daya saing perusahaan dalam satu waktu. Dengan instrumen keuangan, pajak perusahaan juga semakin efisien apabila pendapatan disebut diinvestasikan kembali sebagai laba ditahan. Beberapa jenis instrumen keuangan adalah sumber pendapatan yang sangat tinggi namun mengandung risiko yang tinggi juga. Hal ini dikarenakan adanya unsur spekulatif pada instrumen tersebut, contohnya adalah stock option.

Baca juga: 10 Tips Menabung Efektif Demi Finansial Bebas Merdeka

Kekurangan Instrumen Keuangan

Meskipun menjanjikan manfaat yang besar, instrumen keuangan adalah mekanisme finansial yang tidak luput dari kekurangan. Agar kamu dapat meminimalisir risiko kerugian, kamu mesti tahu lebih mendalam mengenai hal tersebut. Berikut ini beberapa contoh kekurangan yang dimiliki instrumen keuangan.

Keterbatasan Profit

Pada beberapa aset likuid seperti deposito, aset pada pasar uang, dan instrumen keuangan pendapatan tetap lainnya memiliki Return of Investment (ROI) atau keuntungan yang terbatas. Meski begitu, instrumen ini memiliki risiko yang kecil sehingga pada proporsi yang tepat dapat menjaga kinerja portofolio investasi tetap positif.

Risiko Likuiditas

Beberapa instrumen keuangan yang dibuat oleh dua entitas biasanya tidak mengijinkan salah satu pihak untuk menjual asetnya dalam kurun waktu tertentu sebelum jatuh tempo. Hal ini dapat menyebabkan risiko likuiditas yang cukup parah bagi suatu entitas. Suatu entitas biasanya dapat mencairkan asetnya sebelum jatuh tempo namun disertai dengan biaya penalti. Akan tetapi hal ini dapat diminimalisir dengan melakukan diversifikasi aset.

Biaya Transaksi Tinggi

Besarnya biaya transaksi menjadi kendala terbesar bagi sebuah institusi untuk memiliki instrumen keuangan. Tanpa perhitungan yang tepat, hal ini akan meningkatkan pengeluaran perusahaan apalagi jika terdapat biaya pajak (PPN dan PPh) saat aset pada instrumen keuangan tersebut dijual.

Beban Perusahaan

Sebuah organisasi sebisa mungkin tidak boleh terlalu bergantung pada hutang yang mewajibkan pembayaran modal pokok dan bunga yang harus dibayarkan secara berkala. Hal ini dapat memberikan beban finansial terutama bisnis yang memiliki siklus kenaikan dan penurunan pendapatan.

Beberapa instrumen keuangan seperti ekuitas juga dapat menjadi beban permanen bagi perusahaan. Hal ini dikarenakan perusahaan harus membayar dividen dan melepaskan kepemilikan saham secara proporsional demi mendapatkan modal. Akan tetapi biaya modal pada instrumen ekuitas dapat dikurangi dengan mekanisme buy back. Yakni pembelian saham kembali oleh perusahaan dari investor, biasanya hal ini dilakukan saat harga saham mengalami penurunan.

Baca juga: Apa Itu Passive Income dan Jenis yang Bisa Dilakukan

Jenis Instrumen Keuangan

Dalam penjelasan sebelumnya, jenis instrumen keuangan dibagi menjadi dua jenis yakni instrumen kas dan instrumen derivatif. Namun jika dilihat dari kelas asetnya, instrumen keuangan terdiri dari dua jenis yakni instrumen utang dan instrumen ekuitas. Agar kamu lebih paham mengenai klasifikasi ini, simak penjelasannya di bawah ini:

Instrumen Kas

Nilai yang dimiliki pada instrumen kas tergantung dari sentimen pasar. Contoh dari instrumen kas adalah surat sekuritas yang dapat diperdagangkan dengan mudah. Contoh lain dari instrumen kas adalah deposito dan surat utang-piutang yang dibuat oleh kreditur dan debitur.

Instrumen Derivatif

Nilai dari instrumen variatif tergantung dari komponen yang melandasinya misalkan saja suku bunga, aset, dan indeks. Contoh instrumen derivatif adalah kontrak stock option, karena nilai yang mendasari kontrak ini didapat dari saham biasa yang mendasarinya. Stock option memberikan hak namun bukan sebuah kewajiban untuk menjual atau membeli suatu saham pada harga dan waktu tertentu.

Instrumen Keuangan Berdasarkan Kelas Aset

Pada instrumen keuangan berdasarkan aset, kamu bisa menemukan dua jenis instrumen yang biasanya digunakan untuk membangun struktur modal suatu perusahaan. Dua instrumen tersebut antara lain Surat Utang atau obligasi dan saham atau ekuitas. Obligasi adalah instrumen dengan biaya modal yang kecil namun mengharuskan perusahaan untuk mengembalikan dana pokok dan bunga pada waktu tertentu. sedangkan saham adalah penjualan kepemilikan perusahaan kepada investor dengan pengembalian berupa dividen dan capital gain

Instrumen keuangan derivatif memang menjanjikan keuangan besar namun tidak semua investor memiliki akses untuk membeli instrumen tersebut. Namun kamu gak perlu khawatir sebab ada alternatif investasi lain yang lebih mudah untuk diakses pemula sekaligus memberikan pengembalian investasi yang tinggi yakni cryptocurrency.

Hanya dengan Rp11.000 saja kamu bisa memiliki berbagai koin kripto unggulan seperti Cardano, Polkadot, Ethereum,dam Bitcoin. Kamu yang belum tahu banyak mengenai cryptocurrency bisa mempelajarinya melalui Pintu Academy dan Pintu News untuk mendapatkan informasi terkini seputar crypto. Tampilannya yang user friendly juga mudah dipahami bahkan buat kamu yang masih baru belajar investasi sekalipun. 

Yuk buruan investasi cryptocurrency sekarang juga bersama Pintu dan download aplikasinya di App Store atau Play Store!

Referensi:

cleartax.in, Financial Instrument, diakses tanggal 1 November 2022 

Will Kenton, Financial Instruments Explained: Types and Asset Classes, diakses tanggal 1 November 2022

James Chen, What Are Stock Options? Parameters and Trading, With Examples, diakses tanggal 1 November 2022

Brian Beers, Over-the-Counter Derivative, diakses tanggal 1 November 2022

Jason Fernando, Derivatives: Types, Considerations, and Pros and Cons, diakses tanggal 1 November 2022

Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->