Open banking adalah sebuah konsep layanan keuangan yang memungkinkan perbankan untuk berbagi data finansial dengan pihak ketiga melalui API (Application Programming Interface) dan platform terbuka.Â
Tujuan open banking adalah mengijinkan data perbankan dibuka dan dapat diakses oleh berbagai pihak, seperti pengembang aplikasi, fintech, dan institusi keuangan lainnya.
Konsep utama open banking adalah memberikan akses kepada pihak ketiga untuk menggunakan data nasabah, seperti riwayat transaksi dan informasi rekening, untuk menyediakan layanan keuangan inovatif seperti aplikasi perencana keuangan dan pembayaran digital.
Yuk cari tahu apa saja manfaat dan cara kerja open banking melalui artikel Pintu di bawah ini!
Open banking adalah konsep yang pertama kali muncul pada tahun 2010 dengan peluncuran directive Payment Services (PSD) oleh Uni Eropa. Hal ini mewajibkan perbankan untuk memfasilitasi pengiriman pembayaran dari pihak ketiga melalui API.Â
API atau Application Programming Interface adalah cara bagi dua program atau aplikasi untuk berbicara satu sama lain. API menyediakan seperangkat instruksi yang dapat digunakan oleh pengembang aplikasi untuk mengakses atau memanipulasi data dan fungsionalitas dari program atau aplikasi lain.
Dengan API, pengembang dapat mengintegrasikan layanan dan fungsionalitas dari berbagai aplikasi dan program yang berbeda, sehingga memungkinkan aplikasi yang lebih kompleks dengan fungsionalitas yang lebih baik.
Negara yang pertama kali menerapkan regulasi open banking adalah Inggris, ada tahun 2016. Tujuan penerapan regulasi open banking adalah mendorong inovasi dalam industri keuangan dan memberikan konsumen lebih banyak pilihan dalam layanan keuangannya. Kemudian, negara lain yang ikut menerapkan regulasi open banking adalah Australia, Singapura, dan Jepang.
Baca juga: Transaksi Keuangan Perusahaan: Pengertian, Klasifikasi, dan Contohnya
Open banking memberikan banyak sekali manfaat bagi nasabah dan pelaku bisnis. Dengan menerapkan open banking, banyak pihak yang dapat mengembangkan layanan yang dimiliki. Beberapa manfaat yang ditawarkan dengan penerapan open banking adalah sebagai berikut:
Manfaat lain yang bisa dirasakan dengan penerapan open banking adalah meningkatkan kualitas dan keamanan layanan keuangan. Hal ini juga disertai dengan adanya standar keamanan dan privasi data yang lebih ketat.
Open banking adalah sebuah konsep yang memungkinkan data perbankan dibuka dan dapat diakses oleh berbagai pihak, seperti pengembang aplikasi, fintech, dan institusi keuangan lainnya. Beberapa tahapan yang harus ditempuh untuk bisa menggunakan open banking adalah:
Dalam praktiknya, open banking adalah konsep yang dapat menghasilkan berbagai aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk mengakses dan mengelola data perbankan mereka dari berbagai bank yang berbeda dalam satu aplikasi atau platform. Selain itu, open banking adalah konsep yang juga dapat memotivasi lembaga keuangan untuk meningkatkan kualitas layanan dan menawarkan harga yang lebih kompetitif bagi konsumen.
Baca juga: Transaksi Keuangan Perusahaan: Pengertian, Klasifikasi, dan Contohnya
Perkembangan open banking di Indonesia masih tergolong baru, namun pemerintah dan otoritas keuangan di Indonesia telah mulai mendorong adopsi open banking di industri keuangan. Perkembangan penerapan yang sudah dapat kita rasakan pada open banking adalah:
Meskipun masih tergolong baru, perkembangan open banking di Indonesia diharapkan dapat membawa manfaat bagi konsumen dan pelaku industri keuangan, serta mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Implikasi terbesar yang dapat dirasakan dengan adanya penerapan open banking adalah pada reaksi bank dan lembaga keuangan lainnya memberikan layanan kepada nasabah mereka. Selain itu, perubahan besar lain yang akan kita rasakan dengan penerapan open banking adalah adanya perubahan dalam cara bank memberikan layanan. Hal ini berarti bahwa bank harus beradaptasi dan menyediakan produk dan layanan yang lebih inovatif dan menarik bagi nasabah mereka.
Bank juga harus menekankan inovasi pada keamanan data dan privasi nasabah. Peningkatan kolaborasi antara bank dan fintech juga merupakan langkah yang harus dilakukan demi menyediakan solusi baru dan meningkatkan layanan yang ada.Â
Namun kita juga tidak bisa mengabaikan tantangan yang akan kita hadapi dalam penerapan open banking. Keamanan dan privasi data memerlukan perlindungan yang kuat juga harus menjadi perhatian utama perbankan dalam menerapkan open banking. Selain itu, integrasi dan kolaborasi teknologi juga diperlukan antar lembaga keuangan. Tidak kalah penting dalam penerapan open banking adalah pendidikan dan kesadaran konsumen mengenai keuntungan dan risiko penggunaannya, sehingga konsumen dapat memahami dan memanfaatkan open banking.
Selain open banking, kamu juga harus tahu perkembangan investasi digital di Indonesia, salah satunya investasi cryptocurrency. Pintu adalah sebuah perusahaan fintech yang memiliki kontribusi besar dalam perkembangan industri cryptocurrency di Indonesia
Pintu menghadirkan layanan investasi dengan keamanan serta perlindungan privasi untuk investor. Pintu juga menyediakan layanan investasi dengan modal awal yang terjangkau, hanya dengan Rp11.000 saja kamu sudah bisa berinvestasi melalui berbagai koin unggulan seperti Dogecoin, Cardano, Polkadot, Etehereum, Bitcoin,, dan masih banyak lagi.
Dapatkan juga informasi terbaru seputar berita crypto di Pintu News dan perdalam wawasan kamu melalui Pintu Academy untuk mendapatkan materi belajar crypto untuk level pemula hingga level mahir.
Yuk buruan install aplikasinya di App Store atau Play Store dan investasi sekarang!
Referensi:
Investopedia, Open Banking: Definition, How It Works, and Risks, diakses tanggal 18 Februari 2023
 Hayden Harrison, What is open banking? Your essential guide, diakses tanggal 18 Februari 2023
The balance money, what Is Open Banking and How Will It Affect You, diakses tanggal 18 Februari 2023