Apa NFT Pertama di Dunia yang Pernah Ada?

Updated
March 27, 2022
• Waktu baca 4 Menit
Gambar Apa NFT Pertama di Dunia yang Pernah Ada?
Reading Time: 4 minutes

Beberapa waktu belakangan ini, non-fungible token (NFT) menjadi bahan perbincangan yang tidak ada habisnya, bukan hanya oleh netizen Indonesia melainkan juga masyarakat global. Namun pernahkah kamu bertanya-tanya, apa NFT pertama di dunia yang pernah ada? Artikel kali ini akan membahas tentang sejarah NFT untuk menjawab pertanyaan tersebut. Simak selengkapnya di sini!

Baca juga: Daftar 20 Karya NFT Termahal di Dunia

Kilas Balik Sejarah NFT

Sebagian besar masyarakat yang mengaku mengenal NFT selalu mengkorelasikan NFT dengan blockchain Ethereum. Padahal, konsep NFT telah ada jauh sebelum Ethereum.

Awal mula NFT dimulai ketika pada tanggal 4 Desember 2012, Meni Rosenfeld memperkenalkan konsep “Colored Coins” atau koin berwarna yang diterbitkan di blockchain Bitcoin. Benar, Bitcoin.

Colored coins sendiri menggambarkan tentang serangkaian metode yang digunakan untuk mewakili dan mengelola aset dunia nyata pada blockchain Bitcoin. Nantinya, colored coins diharapkan dapat digunakan sebagai alat verifikasi untuk membuktikan kepemilikan atas aset tersebut.

Sayangnya, konsep colored coins tidak pernah direalisasikan karena keterbatasan Bitcoin. Namun konsep tersebut dapat dikatakan sebagai dasar untuk pembuatan NFT yang ada saat ini, melalui blockchain Ethereum.

Blockchain Ethereum sendiri sebenarnya sudah mulai diperkenalkan sejak tahun 2014, namun platform pertama baru diluncurkan pada 30 Juli 2015. Peluncuran ini sekaligus menjadi awal mula era baru NFT.

Mengenal NFT Pertama di Dunia: “Quantum”

Meskipun blockchain Ethereum yang menjadi fondasi NFT terbesar di dunia baru diluncurkan secara resmi pada Juli 2015, namun nyatanya NFT pertama di dunia telah ada sejak satu tahun sebelumnya.

NFT pertama di dunia adalah Quantum yang diciptakan oleh Kevin McCoy, seorang seniman digital, pada tanggal 3 Mei 2014. Quantum sendiri merupakan animasi berbentuk segi delapan berpiksel yang diisi dengan berbagai bentuk, seperti lingkaran, busur, dan bentuk lainnya yang bergerak dengan berbagi satu pusat yang sama dan bentuk yang besar mengelilingi yang lebih kecil. Animasi ini juga terlihat berdenyut dan cukup menghipnotis dengan warna-warna fluorescent.

Karya seni digital ini berhasil terjual seharga lebih dari $1,4 juta dolar dalam lelang Sotheby pada Juni 2021.

Pelopor NFT selain “Quantum”

Jika Quantum merupakan NFT pertama di dunia, khususnya di bidang pasar seni digital, maka bagaimana dengan bidang lainnya? Nah, berikut ini kami telah merangkum beberapa NFT di bidang lain yang layak untuk disebut sebagai pioneer sekaligus NFT pertama di bidang tertentu:

Terra Nullius

nft pertama di dunia
(nftevening.com)

Terra Nullius adalah NFT pertama yang dirilis pada blockchain Ethereum. NFT ini dirilis pada tanggal 7 Agustus 2015. Menurut berbagai postingan di Reddit, proyek ini memungkinkan pemiliknya untuk menulis pesan singkat untuk mengkustomisasi NFT tersebut. Hingga artikel ini ditulis, panjang pesan dalam NFT tersebut tidak diketahui.

Etheria v1.1 (Blockplots)

nft pertama di dunia adalah blockplots
(pbs.twimg)

Etheria v1.1 atau juga dikenal dengan sebutan Blockplots, pertama kali dicetak pada tanggal 29 Oktober 2015. NFT ini bisa dikatakan merupakan salah satu pelopor kejayaan NFT di Ethereum.

Uniknya, Etheria v1.1 adalah NFT pertama di Ethereum yang memiliki fungsi transfer. Etheria v1.1 memungkinkan kamu untuk memiliki ubin di peta dengan persediaan terbatas, yakni 457 buah. Fungsi transfer pada Etheria v1.1 merupakan dasar dari NFT yang kita kenal sekarang.

Curio Cards

nft terlama di dunia
(curio.cards)

Curio Cards merupakan proyek seni NFT pertama di blockchain Ethereum. NFT ini dirilis pada 9 Mei 2017 dan sampai saat ini Curio Cards telah memiliki 30 kartu koleksi seni yang unik dari tujuh seniman yang berbeda. Tak hanya itu, Curio Cards juga memiliki total persediaan sebanyak 29.296 kartu dengan rarity score dan value yang bervariasi.

MoonCatRescue

MoonCatRescue merupakan proyek NFT berukuran 8-bit yang dirilis beberapa bulan setelah CryptoPunks. MoonCatRescue merupakan NFT kucing pertama sekaligus proyek NFT seni generatif pertama di Ethereum. Saat ini, MoonCatRescue memiliki hampir dua kali lipat pasokan NFT dengan total 25.440 buah.

Axie Infinity

Jika kamu menyukai game NFT dengan sistem play-to-earn, nah ini dia pelopornya — Axie Infinity. Dibuat pada 14 Maret 2018, Axie Infinity merupakan game bertema play-to-earn pertama yang menggunakan platform NFT dan teknologi blockchain untuk memberdayakan para pemain dengan cara yang inovatif.

Baca juga: 7 Game NFT Terpopuler di 2022, Bisa Dapat Crypto Gratis?

Jadi, itulah NFT pertama di dunia dan beberapa NFT lain yang turut menjadi pelopor di dunia NFT. Untuk kamu yang tertarik, simak juga artikel 5 Cara Mendapatkan Uang dari NFT.

Selain NFT, aset crypto lainnya pun menjadi instrumen investasi yang menarik perhatian banyak orang, sebut saja Polygon (MATIC) yang mengalami peningkatan harga hingga 377,12% per 25 Maret 2022.

Untuk kamu yang tertarik melakukan jual beli crypto secara mudah mulai dari Rp11.000 saja, download Pintu sekarang! Pintu adalah aplikasi exchange crypto Indonesia yang telah terdaftar resmi di Bappebti dan menyediakan berbagai fitur yang sangat bermanfaat bagi investor pemula, di antaranya:

  • Pintu Akademi, pusat belajar crypto dari awal hingga mahir meliputi strategi trading, dasar-dasar crypto, blockchain, dan lain sebagainya.
  • Pintu Earn, fitur khusus Pintu di mana kamu bisa earn crypto secara mudah dengan bunga capai 4%/tahun cukup dengan menyimpan aset kamu di dompet Earn.
  • PTU Staking, staking crypto aset PTU untuk mendukung ekosistem Pintu sekaligus memperoleh berbagai keuntungan seperti bonus komisi Referral Pintu dan keuntungan lainnya.

Referensi:

Alex White-Gomez, The Definitive Timeline of Early NFTs on Ethereum. Diakses tanggal: 16-03-2022

Branyce Wong, History of NFTs & How They Got Started. Diakses tanggal: 16-03-2022

Henry Alexiades, Where do NFTs actually come from? A short history of non-fungible tokens. Diakses tanggal: 16-03-2022

Cornelia Lyman
Author
Cornelia Lyman
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->