Rumus Persediaan Akhir: Pengertian, Cara Menghitung & Metodenya

Updated
October 26, 2022
• Waktu baca 4 Menit
Gambar Rumus Persediaan Akhir: Pengertian, Cara Menghitung & Metodenya
Reading Time: 4 minutes

Semua bisnis, perlu mengetahui perhitungan real dari persediaan awal dan persediaan akhir. Tujuannya untuk apa? kondisi pelaporan persediaan barang, mempunyai pengaruh yang begitu besar terhadap sehat atau tidaknya keuangan perusahaan.

Rumus persediaan akhir bisa didapatkan dari perhitungan yang dilakukan dengan menambahkan persediaan awal dan pembelian bersih. Kemudian kamu harus menguranginya dengan harga pokok penjualan.

Dengan menggunakan rumus persediaan akhir ini, kamu akan mendapatkan nilai akhir dari persediaan setiap periode akuntansi yang dibutuhkan sesuai dengan harga pokok barang.

Apa Itu Persediaan Akhir?

Persediaan akhir merupakan nilai barang yang wujudnya sudah tersedia untuk bisa dijual secara langsung pada akhir periode di dalam akuntansi. Mudahnya seperti ini, jika kamu menjalankan bisnis dengan menjual produk, maka pada setiap periode akuntansi akan ada sisa di bagian akhirnya.

Persedian merupakan bagian dari aktiva lancar yang keberadaannya sangat penting bagi suatu perusahaan. Nilai persediaan juga sebagai salah satu komponen paling krusial di dalam laporan keuangan, terutama pada laporan neraca dan laporan laba rugi.

Sedikit saja kesalahan yang dibuat dalam memberikan penilaian terhadap persediaan, maka akan mengakibatkan kesalahan pada laporan neraca maupun laporan laba rugi perusahaan.

Selain itu, kesalahan perhitungan persediaan, juga berakibat fatal pada laporan audit. Dimana laporan tersebut menjadi tidak wajar. Mengingat posisi persediaan sendiri sebagai item yang bersifat material.

Dalam proses pemilihan perhitungan persediaan, ada baiknya jika memilih metode perhitungan yang praktis dan mendatangkan keuntungan bagi perusahaan.

Baca juga: Rumus dan Cara Menghitung Debt Service Ratio (DSR)

Sistem yang Dipakai untuk Menentukan Nilai dari Persediaan Akhir

Stock opname menjadi cara yang paling banyak dilakukan untuk mengetahui jumlah barang apa saja yang masih dimiliki oleh perusahaan. Kegiatan ini biasanya dilakukan menjelang akhir tahun atau akhir tutup buku tahunan. Proses stock opname sendiri bisa dilakukan dengan dua cara, yakin memanfaatkan aplikasi inventory barang atau bisa juga dilakukan secara manual.

Pada umumnya, sistem yang dipakai sebagai penentu dalam hal penilaian persediaan akhir ialah sistem periodik dan sistem perpetual.

Sistem Periodik

Sistem ini biasanya dilakukan pada setiap akhir periode dengan menghitung langsung jumlah fisik barang sebagai penentu jumlah persediaan akhir. Dalam prosesnya, sistem periodik dibagi menjadi dalam tiga metode :

  • Metode rata – rata tertimbang. Metode ini digunakan sebagai penentuan harga beli barang dengan membagi jumlah harga barang yang masih tersedia sehingga bisa dijual kembali.
  • Metode FIFO (First In, First Out). Metode ini menganggap bahwa barang yang pertama masuk, itulah yang akan lebih dulu terjual.
  • Metode LIFO (Last In, First Out). Metode ini menganggap bahwa barang yang terakhir masuk, itulah yang akan lebih dulu terjual.

Sistem Perpetual

Jika dibandingkan dengan sistem periodik, sistem perpetual dianggap lebih rumit. Karena setiap transaksi yang berlangsung wajib dilakukan pencatatan. Mulai dari transaksi pembelian hingga transaksi penjualan. Semua data yang didapat, nantinya akan dijadikan sebagai acuan dalam menentukan perhitungan persediaan.

Baca juga: Definisi Biaya Total Beserta Rumusnya

Cara Menghitung Persediaan Akhir

Rumus Persediaan Akhir

Untuk bisa mendapatkan nilai dari persediaan akhir, kamu bisa menghitungnya dengan beberapa metode seperti :

Menggunakan Metode Laba Kotor

Jika kamu memutuskan untuk menggunakan metode laba kotor dalam menentukan nilai persediaan akhir, kamu harus melakukan perhitungan menggunakan beberapa rumus persediaan akhir berikut ini :

Hitung Harga Pokok Barang

Untuk memperoleh nilai dari Harga Pokok Barang, kamu bisa menambahkan antara Biaya Persediaan Awal ditambah Biaya Semua Pembelian.

Hitung Harga Pokok Penjualan

Untuk memperoleh nilai dari Harga Pokok Penjualan, kamu bisa mengalikan antara total penjualan dan persentase laba kotor.

Hitung Persediaan Akhir

Rumus Persediaan Akhir menggunakan metode laba kotor bisa kamu hitung dengan cara mengurangkan hasil hitungan antara Harga Pokok Barang dan harga pokok penjualan.

Menggunakan Metode Ritel

Berdasarkan metode ritel, cara menghitung persediaan akhir bisa menggunakan beberapa langkah berikut ini :

Hitung Persentase Biaya ke Eceran

Untuk bisa mendapatkan persentase biaya ke eceran, kamu bisa menggunakan rumus Biaya Persediaan dibagi dengan Harga Eceran Persediaan.

Hitung Harga Pokok dari Barang yang Masih Tersedia

Untuk mendapatkan Harga Pokok dari barang yang masih tersedia, kamu bisa menggunakan rumus Biaya Persediaan Awal ditambah Biaya Semua Pembelian.

Hitung Biaya Penjualan

Untuk mendapatkan nilai Biaya Penjualan, kamu bisa menggunakan rumus Penjualan dikalikan Persentase Biaya ke Eceran.

Hitung Biaya Persediaan Akhir

Untuk mendapatkan hasil dari perhitungan Biaya Persediaan Akhir dengan metode ritel, kamu bisa menggunakan rumus Persediaan Akhir dimana Harga Pokok Barang yang Masih Tersedia dikurangi Harga Pokok Penjualan

Menggunakan Metode Work In Process

Rumus Persediaan Akhir juga bisa dihitung dengan menggunakan metode yang dinamakan work in process. Seperti apa langkah – langkah perhitungannya?

Hitung Inventaris Awal

Untuk mendapatkan hasil perhitungan dari Inventaris Awal, kamu bisa menghitungnya dengan mengurangkan antara Bahan yang Dibeli dan Bahan yang Dipindahkan ke Produksi.

Hitung Biaya Produksi

Untuk mendapatkan hasil perhitungan dari Biaya Produksi, kamu bisa menghitungnya dengan menambahkan antara Bahan yang Ditransfer ke Produksi, Tenaga Kerja Langsung dan Overhead Pabrik.

Hitung Harga Pokok Produksi

Untuk mendapatkan hasil perhitungan dari Harga Pokok Produksi, kamu bisa menghitungnya dengan menambahkan antara Bahan Langsung yang Digunakan, Tenaga Kerja Langsung yang Digunakan, Biaya Produksi dan Hasil Inventaris Awal.

Hitung Persediaan Akhir

Untuk mendapatkan hasil dari perhitungan Biaya Persediaan Akhir dengan metode Work in Place, kamu bisa menggunakan rumus Persediaan Akhir dimana Hasil Inventaris Awal ditambah Biaya Produksi, kemudian dikurangi Harga Pokok Produksi.

Kesimpulan

Persediaan Akhir menjadi salah satu poin penting dalam membantu manajemen stok dan gudang. Tanpa memahami seluk beluk hingga segala perhitungannya dengan baik, maka akan sangat berpengaruh pada kondisi manajemen stok dan gudang serta seluruh keberlangsungan bisnis suatu perusahaan. Dengan kata lain, posisi persediaan ini sangat penting bagi perusahaan.

Selain menghitung persediaan, sebuah perusahaan juga melakukan investasi untuk mendiversifikasikan aset sekaligus melakukan mitigasi risiko. Investasi tingkat individu juga melakukan hal serupa untuk melakukan diversifikasi, dan salah satu instrumen yang dipilih adalah investasi kripto. Dengan Pintu kamu bisa mulai investasi hanya dengan modal Rp11.000 saja.

Kamu bisa pilih beragam mata uang kripto unggulan seperti Bitcoin, Cardano, Ethereum, BNB dan masih banyak lagi. kamu juga bisa memanfaatkan fitur PTU Staking dan Pintu Earn untuk dapetin pendapatan pasif. Segera install aplikasi Pintu sekarang juga!

Referensi:

Alicia Tuovila, What Is Ending Inventory?, diakses tanggal 7 September 2022.

Accounting Tools, Ending Inventory Definition, diakses tanggal 7 September 2022.

Elise Dopson, Ending Inventory : How to Calculate the Value of Inventory at Year End, diakses tanggal 7 September 2022

Sonal D’Souza, How to Calculate Ending Inventory for Your Online Store Using Inventory Management Software, diakses tanggal 7 September 2022.

Ashish Kumar Srivastav, Formula to Calculate Ending Inventory, diakses tanggal 7 September 2022.

Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->