
Jakarta, Pintu News – Sentimen pasar crypto kembali melemah setelah indeks Fear & Greed Bitcoin turun ke level ekstrem. Skor saat ini berada di angka 9 dari 100, menandakan kondisi “Extreme Fear” di pasar cryptocurrency. Meski terlihat negatif, kondisi ini justru sering menjadi sinyal awal pembalikan tren dalam siklus crypto.

Indeks Fear & Greed Bitcoin (BTC) kini berada di level 9, menjadi titik terendah dalam lebih dari tiga tahun terakhir. Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap kondisi pasar crypto setelah volatilitas tinggi. Sentimen negatif ini biasanya muncul ketika harga mengalami tekanan atau ketidakpastian meningkat.
Kondisi serupa terakhir terjadi pada 2022 saat pasar crypto terpukul oleh krisis besar seperti runtuhnya FTX. Pada periode tersebut, sentimen pasar mencapai titik pesimistis yang ekstrem. Namun, fase ini justru menjadi titik awal pembentukan dasar harga (market bottom).
Baca Juga: Fakta Bitcoin ETF Rp950 Triliun: Crypto Kalahkan Emas sebagai Lindung Nilai?

Dalam sejarah cryptocurrency, kondisi “Extreme Fear” sering kali berkorelasi dengan fase akhir tren bearish. Ketika mayoritas investor bersikap pesimis, tekanan jual cenderung mulai mereda. Hal ini membuka peluang bagi akumulasi oleh investor jangka panjang.
Fenomena ini terlihat pada beberapa siklus sebelumnya, termasuk tahun 2019 dan 2022. Setelah mencapai titik ketakutan ekstrem, Bitcoin (BTC) mulai mengalami pemulihan bertahap. Oleh karena itu, kondisi saat ini bisa menjadi indikasi awal potensi rebound pasar.
Meskipun sentimen melemah, harga Bitcoin (BTC) masih berada di kisaran $67.000 atau sekitar Rp1.139.201.000. Ini menunjukkan bahwa tekanan jual belum sepenuhnya mengubah struktur harga secara drastis. Stabilitas ini menjadi sinyal bahwa pasar masih memiliki daya tahan.
Perbedaan utama dibandingkan siklus sebelumnya adalah tidak adanya krisis besar yang bersifat sistemik saat ini. Hal ini bisa memberikan peluang bagi pemulihan yang lebih cepat jika sentimen mulai membaik. Namun, volatilitas tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan oleh investor.
Penurunan sentimen di pasar crypto tidak selalu berarti sinyal buruk dalam jangka panjang. Dalam banyak kasus, kondisi “Extreme Fear” justru menjadi titik awal pembalikan tren Bitcoin (BTC). Oleh karena itu, memahami konteks sentimen pasar menjadi penting dalam strategi investasi cryptocurrency.
Bagi kamu, kondisi ini bisa menjadi momen untuk lebih cermat dalam membaca peluang dan risiko. Pendekatan berbasis data, bukan emosi, menjadi kunci dalam menghadapi pasar crypto yang dinamis. Dengan memahami siklus pasar, kamu dapat mengambil keputusan yang lebih rasional.
Baca Juga: 5 Fakta Bitcoin Rp1,13 Miliar: Saat Semua Bearish, Justru Sinyal Bullish?
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.