KELAS ACADEMY
Masih Baru dalam Crypto?
Kami siap membantu! Pahami crypto secara bertahap dengan Kelas.
KELAS ACADEMY
Masih Baru dalam Crypto?
Kami siap membantu! Pahami crypto secara bertahap dengan Kelas.
Jakarta, Pintu News – Harga Chainlink (LINK) sempat mencapai puncak tertinggi dalam tiga tahun terakhir, mencatat kenaikan 87% dalam 30 hari terakhir. Namun, dalam 24 jam terakhir, LINK mengalami koreksi sekitar 5%. Penurunan ini memunculkan kekhawatiran mengenai potensi pelemahan jangka pendek.
Data menunjukkan jumlah dompet yang memiliki antara 100.000 hingga 1.000.000 LINK turun dari 558 pada 19 November menjadi 515 pada 15 Desember. Penurunan ini mengindikasikan pengurangan posisi oleh investor besar, yang dapat mencerminkan aksi ambil untung atau sikap hati-hati terhadap kondisi pasar saat ini.
Penurunan jumlah “whale” LINK penting karena mereka memiliki pengaruh signifikan terhadap pergerakan harga. Dengan berkurangnya kepercayaan di kalangan pemegang besar, tekanan jual tambahan bisa menekan harga LINK dalam jangka pendek. Namun, jika tren ini berbalik dan whale mulai kembali membeli, hal ini dapat mendukung pemulihan harga LINK dalam waktu dekat.
Baca Juga: Bonk Terjun Bebas! Kapitalisasi Pasar Turun Rp29 Triliun dalam Sebulan (19/12/24)
Indikator BBTrend, yang mengukur kekuatan tren harga menggunakan Bollinger Bands, menunjukkan angka positif 7,46 untuk LINK. Meski masih dalam tren naik sejak 14 Desember, angka ini turun drastis dari puncaknya di 19,31 pada 15 Desember, menandakan pelemahan momentum.
Dengan BBTrend yang melemah, potensi konsolidasi harga atau penurunan lebih lanjut menjadi lebih besar kecuali tekanan beli kembali muncul. Jika momentum dapat dipertahankan, LINK memiliki peluang untuk bangkit kembali dan melanjutkan tren naiknya.
Saat ini, garis EMA jangka pendek LINK masih berada di atas EMA jangka panjang, mempertahankan struktur bullish. Namun, jika garis EMA jangka pendek bergerak ke bawah dan memotong EMA jangka panjang, itu bisa menjadi sinyal bearish.
Jika support di $26,89 (Rp436.312) gagal bertahan, harga LINK dapat turun lebih jauh ke $22,41 (Rp364.002) atau bahkan $19,56 (Rp317.307). Sebaliknya, jika tren naik kembali kuat, LINK dapat menguji resistensi di $30,94 (Rp502.328), menjadi target kunci untuk mengembalikan momentum bullish.
Dengan aktivitas whale yang menurun dan pelemahan momentum, harga LINK menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan tren naiknya. Investor perlu memantau level support utama dan potensi pergerakan whale sebagai sinyal perubahan arah.
Baca Juga: 5 Crypto yang Berpotensi Melejit Hingga Rp15 Juta Sebelum Natal: Investasi Menjanjikan!
Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro. Klik Daftar Pintu jika kamu belum memiliki akun atau pilih Pintu Login Web jika sudah memiliki akun.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
Terdaftar dan diawasi oleh BAPPEBTI dan Kominfo
© 2024 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Perdagangan aset crypto adalah aktivitas berisiko tinggi. Pintu tidak memberikan rekomendasi investasi ataupun produk. Pengguna wajib mempelajari aset crypto sebelum membuat keputusan. Semua keputusan perdagangan crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.