Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Dunia crypto kembali digemparkan oleh langkah mengejutkan salah satu tokoh besarnya. Arthur Hayes, pendiri BitMEX, dilaporkan menjual seluruh kepemilikan token Hyperliquid (HYPE) hanya beberapa minggu setelah memprediksi kenaikan 126x dalam tiga tahun. Laporan Cointelegraph menyebut Hayes meraup $823.000 (Rp13,6 miliar, kurs Rp16.624/USD) dari penjualan 96.628 HYPE.
Kabar ini semakin ramai dibicarakan karena Hayes menyebut hasil penjualannya akan digunakan untuk membayar uang muka sebuah Ferrari 849 Testarossa yang berharga hingga $590.000 (Rp9,8 miliar).
Menurut data dari Lookonchain yang dikutip Cointelegraph, Hayes menjual seluruh 96.628 token HYPE miliknya dengan keuntungan sekitar $823.000 (Rp13,6 miliar). Angka ini setara dengan 19,2% keuntungan dari modal awalnya.
Penjualan ini terjadi tidak lama setelah ia memberikan prediksi bullish terhadap HYPE. Aksi ini menimbulkan diskusi di komunitas cryptocurrency tentang konsistensi antara pernyataan publik dan tindakan on-chain.
Baca Juga: 3 Risiko Likuidasi Besar di Pasar Crypto September 2025 yang Perlu Diwaspadai Trader
Hayes mengonfirmasi langkahnya melalui unggahan di platform X (Twitter) pada 21 September 2025. Ia menulis bahwa dana hasil penjualan dipakai untuk membayar uang muka Ferrari baru yang disebut “Rari 849 Testarossa.”
Menurut sumber Ferrari, model ini dibanderol hingga $590.000 (Rp9,8 miliar). Keputusan Hayes dianggap unik karena jarang ada tokoh crypto yang secara terang-terangan mengaitkan penjualan aset digital dengan pembelian barang mewah.
Pada Agustus 2025, Hayes memprediksi harga HYPE bisa naik 126 kali lipat dalam tiga tahun, seperti dilaporkan Cointelegraph. Token ini sendiri merupakan aset asli dari Hyperliquid, sebuah bursa derivatif terdesentralisasi.
Namun, penjualannya membuat banyak pihak meragukan optimisme jangka panjang yang ia sampaikan. Hal ini menyoroti perbedaan antara spekulasi publik dengan keputusan investasi pribadi tokoh terkenal di dunia crypto.

Meski Hayes melepas asetnya, data dari DefiLlama menunjukkan kinerja HYPE masih mengesankan. Token ini naik sekitar 660% sejak peluncuran pada November 2024 di harga $6,51, dan kini diperdagangkan di sekitar $49,48 (Rp822.000).
Selain itu, volume perdagangan Hyperliquid juga melonjak signifikan. Dari sekitar $560 juta pada awal Agustus 2025, naik hingga $3,4 miliar pada 24 Agustus. Ini menunjukkan peningkatan aktivitas besar di platform tersebut.
Selain komentar soal HYPE, Hayes juga kerap melontarkan prediksi ekstrem di pasar cryptocurrency. Cointelegraph mencatat bahwa ia memperkirakan Bitcoin (BTC) bisa mencapai $250.000 (Rp4,1 miliar) pada akhir 2025.
Namun, ia juga menegaskan bahwa salah prediksi adalah hal biasa di dunia crypto. Hayes berpendapat investor sebaiknya memperhatikan apa yang dilakukan tokoh publik di blockchain, bukan hanya ucapannya.
Penjualan HYPE oleh Arthur Hayes menunjukkan dinamika unik di dunia cryptocurrency, di mana kata-kata dan tindakan sering kali berbeda. Meski HYPE masih mencatat kenaikan impresif, langkah Hayes memicu perdebatan tentang kredibilitas prediksi harga.
Bagi investor crypto, peristiwa ini menjadi pengingat penting untuk selalu melakukan riset mandiri sebelum mengikuti rekomendasi, bahkan dari tokoh besar sekalipun.
Baca Juga: Prediksi Harga Uniswap 2025-2031: Apakah UNI Akan Terus Stabil?
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga bitcoin hari ini, harga solana hari ini, pepe coin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.