Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Sebuah analisis dari CryptoQuant menjelaskan apa saja yang harus terjadi agar harga Bitcoin (BTC) bisa melonjak hingga mencapai $170.000 tahun ini. Namun, skenario ini merupakan yang paling kecil kemungkinannya dari tiga skenario yang dibahas dalam analisis tersebut, mengingat Bitcoin masih kesulitan untuk memulai tren bullish yang baru.
Lalu, bagaimana pergerakan harga Bitcoin hari ini?

Pada 2 Januari 2026, harga Bitcoin tercatat berada di level $88,867 atau setara dengan Rp1.487.635.777, mengalami kenaikan tipis 0,76% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, BTC menyentuh level terendahnya di Rp1.467.823.672 dan harga tertingginya di Rp1.488.026.364.
Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp29.581 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir yang turun 40% menjadi Rp376,16 triliun.
Baca juga: Harga Ethereum Tertahan di $2.994 Hari Ini (2/1/2026): ETH Berpotensi Melonjak 20%?
Sebuah analisis dari CryptoQuant mengungkapkan bahwa Bitcoin berpotensi melonjak hingga $170.000 tahun ini, meskipun skenario ini dianggap sebagai kemungkinan yang rendah.
Dalam analisis tersebut dijelaskan bahwa jika ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter terealisasi lebih awal dan arus masuk dana ke ETF menjadi stabil, maka harga BTC bisa terdorong ke kisaran antara $120.000 hingga $170.000 — dengan potensi lebih tinggi lagi jika didukung oleh beberapa kondisi yang sangat menguntungkan.
Menurut laporan dari CoinGape, risalah rapat FOMC menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat The Fed menilai suku bunga saat ini sudah tepat untuk dipertahankan, yang mengindikasikan bahwa pemangkasan suku bunga pada Januari tampaknya kecil kemungkinan terjadi.
Sebagai catatan, The Fed memangkas suku bunga tiga kali tahun lalu, yang saat itu menjadi pemicu bagi lonjakan harga Bitcoin hingga mencapai rekor tertinggi (All-Time High).Namun, karena kemungkinan pemangkasan suku bunga di awal tahun ini cukup kecil, harga BTC bisa saja melanjutkan tren penurunannya.
Analisis dari CryptoQuant juga mencatat bahwa di awal tahun 2026, Bitcoin belum menunjukkan tanda-tanda jelas memasuki tren bullish baru. Pasar masih berada dalam kondisi volatilitas tinggi, yang belum menunjukkan arah yang jelas—baik bullish maupun bearish.
CryptoQuant juga menambahkan bahwa meskipun adopsi ETF dan keterbatasan pasokan memberikan dukungan jangka panjang, ketidakpastian kondisi makroekonomi, dinamika pemilu paruh waktu di AS, serta aksi harga yang dipengaruhi oleh derivatif tetap menjadi faktor yang menghambat pergerakan arah yang berkelanjutan untuk Bitcoin.
Analisis tersebut menyimpulkan bahwa kondisi pasar saat ini bersifat netral bersyarat hingga sedikit bearish, mencerminkan belum adanya konfirmasi struktural yang cukup kuat untuk mendorong momentum kenaikan harga yang signifikan.
Analisis dari CryptoQuant juga menguraikan dua skenario lain yang mungkin terjadi terhadap pergerakan harga Bitcoin tahun ini.
Baca juga: Harga Dogecoin Melonjak 7% Hari Ini (2/1/26): Minat Ritel Terhadap DOGE Melemah, Kenapa?

Skenario pertama adalah yang dianggap paling mungkin terjadi (high probability), yaitu Bitcoin akan bergerak dalam rentang harga yang tidak stabil namun terbatas. Skenario ini bisa terjadi apabila ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed tetap ada, tetapi pemulihan ekonomi riil masih lemah.
Dalam skenario ini, aliran modal dinilai bersifat tidak konsisten dan didominasi oleh aktivitas ETF jangka pendek. Berdasarkan kondisi tersebut, harga Bitcoin diperkirakan akan bergerak dalam rentang lebar antara $80.000 hingga $140.000, dengan zona utama perdagangan berada di kisaran $90.000 hingga $120.000.

Skenario kedua, yang memiliki probabilitas sedang (medium probability), berpotensi terjadi jika terjadi guncangan makroekonomi yang berdampak pada Bitcoin. Jika risiko resesi meningkat, maka proses deleveraging (pengurangan utang) dan arus keluar dana dari ETF bisa mendorong harga BTC turun di bawah $80.000, bahkan berpotensi menyentuh kisaran $50.000.
Untuk mengetahui skenario mana yang akan terjadi, CryptoQuant menyarankan para pelaku pasar agar memantau beberapa indikator penting, seperti: cadangan Bitcoin di bursa, arus masuk dan keluar bersih, arus ETF mingguan, open interest (OI) di pasar futures, likuidasi posisi, serta data dari pemegang jangka pendek dan jangka panjang.
Analis menekankan bahwa yang paling penting adalah bagaimana indikator-indikator ini bergerak secara bersamaan, bukan secara terpisah.

Itu dia informasi terkini seputar crypto. Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita crypto terkini seputar project crypto dan teknologi blockchain. Temukan juga panduan belajar crypto dari nol dengan pembahasan lengkap melalui Pintu Academy dan selalu up-to-date dengan pasar crypto terkini seperti harga bitcoin hari ini, harga coin xrp hari ini, dogecoin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan kontrak berjangka atas aset crypto dilakukan oleh PT Porto Komoditi Berjangka, suatu perusahaan Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh BAPPEBTI serta merupakan anggota CFX dan KKI. Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja dan PT Porto Komoditi Berjangka tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.