Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Harga Ethereum (ETH) berhasil menembus pola descending wedge yang telah terbentuk selama dua bulan terakhir, menandakan kembalinya momentum bullish. Secara teknikal, struktur pergerakan ETH kini mengarah pada potensi reli setelah mengalami fase konsolidasi yang cukup panjang.
Meski demikian, prospek kenaikan ini menghadapi tantangan karena pemegang aset dalam jumlah besar mulai melakukan distribusi di tengah penguatan harga. Aktivitas whale tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa tekanan jual dapat membatasi kelanjutan kenaikan harga.
Lalu, bagaimana pergerakan harga Ethereum hari ini?

Pada 8 Januari 2026, harga Ethereum tercatat berada di sekitar $3,146 atau setara dengan Rp53.162.320, mengalami penurunan 3,23% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, ETH sempat menyentuh level terendahnya di Rp52.651.282 dan level tertingginya di Rp55.167.742.
Saat penulisan, kapitalisasi pasar Ethereum kini berada di sekitar Rp6.565 triliun, dengan volume perdagangan harian yang turun 20% menjadi Rp425,08 triliun dalam waktu 24 jam terakhir.
Baca juga: Grayscale Bagikan Imbal Hasil Staking Ethereum di Tengah Arus Masuk Positif ETF Crypto
Whale Ethereum menunjukkan sikap yang cenderung skeptis seiring kenaikan harga. Dalam tiga hari terakhir, dompet yang menguasai antara 100.000 hingga 1 juta ETH tercatat melepas sekitar 300.000 ETH. Dengan harga saat ini, nilai penjualan tersebut melampaui $971 juta, sehingga menambah suplai ke pasar secara signifikan.
Perilaku ini mengindikasikan keraguan dari pemegang besar terhadap kemampuan ETH untuk mempertahankan reli. Whale kerap melakukan distribusi saat terjadi breakout guna mengamankan keuntungan. Aksi tersebut berpotensi memperlambat momentum kenaikan, terutama jika permintaan dari pelaku pasar lain tidak cukup kuat untuk menyerap tambahan suplai.

Meski penjualan oleh whale tidak selalu berujung pada pembalikan tren, hal ini meningkatkan risiko jangka pendek. Transaksi berskala besar dapat memengaruhi likuiditas dan memberi tekanan pada harga apabila terjadi secara berulang. Dengan demikian, reli Ethereum kini harus menghadapi potensi tekanan suplai yang membayangi.
Perilaku pemegang jangka panjang (long-term holders/LTH) berpotensi menjadi faktor penyeimbang di tengah aksi distribusi oleh whale. Sejak akhir Desember 2025, metrik Liveliness Ethereum mengalami penurunan tajam. Indikator ini mengukur apakah koin yang telah lama disimpan kembali berpindah tangan atau tetap tidak aktif.
Penurunan Liveliness mengindikasikan bahwa pemegang ETH jangka panjang memilih untuk menahan aset mereka alih-alih menjual. Pola ini mencerminkan tingkat keyakinan yang tinggi dari investor dengan horizon waktu lebih panjang. Sikap tersebut dapat membantu menstabilkan harga di tengah tekanan distribusi jangka pendek.
Baca juga: ETF Chainlink dari Bitwise Resmi Melantai di NYSE Arca, Simak Potensi Kenaikannya!

Ketika pemegang jangka panjang mempertahankan posisinya, volatilitas pasar cenderung menurun karena suplai ETH yang tersedia untuk dijual menjadi lebih terbatas. Dinamika ini berpotensi meredam tekanan dari aksi jual whale dan menopang struktur bullish Ethereum secara keseluruhan.
Pada 7 Januari 2026, ETH sempat diperdagangkan di sekitar $3.265 setelah mengonfirmasi breakout dari pola descending wedge. Secara teknikal, pola ini membuka peluang kenaikan hingga sekitar 29,5%, dengan target di kisaran $4.061. Namun, pencapaian level tersebut mensyaratkan permintaan yang berkelanjutan serta berkurangnya tekanan distribusi.
Dalam jangka pendek, target yang lebih realistis berada di area $3.447, dengan catatan ETH mampu mempertahankan level $3.287 sebagai support. Keberhasilan menjaga area ini akan memperkuat validitas breakout dan membuka ruang bagi pergerakan lanjutan menuju $3.607.

Di sisi lain, risiko penurunan tetap bergantung pada perilaku whale. Apabila tekanan jual meningkat, ETH berpotensi turun di bawah $3.131. Penurunan lebih dalam menuju area $3.000 hingga $2.902 akan membatalkan skenario bullish dan menggugurkan validitas breakout, sekaligus membuka peluang fase koreksi yang lebih luas.
Itu dia informasi terkini seputar crypto. Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita crypto terkini seputar project crypto dan teknologi blockchain. Temukan juga panduan belajar crypto dari nol dengan pembahasan lengkap melalui Pintu Academy dan selalu up-to-date dengan pasar crypto terkini seperti harga bitcoin hari ini, harga coin xrp hari ini, dogecoin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.