Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Bitcoin (BTC) mengalami lonjakan tak terduga hingga mendekati $95.000, namun kemudian kembali turun di bawah $90.000 minggu ini. Aliran dana ke ETF Bitcoin dan keputusan MSCI terhadap MSTR juga belum mampu memberikan arah yang jelas bagi pasar di tengah ketegangan geopolitik dan data ketenagakerjaan yang beragam.
Para trader akan mencermati tiga peristiwa penting berikut yang bisa menjadi sinyal apakah Bitcoin akan mengalami penurunan tajam atau justru kembali menguat.
Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) akan merilis data inflasi konsumen (CPI) untuk bulan Desember pada 13 Januari mendatang. Data ini menjadi yang paling dinanti oleh investor global setelah berakhirnya penutupan sementara pemerintahan AS.
Baca juga: Altcoin Season Index Capai Puncak Tiga Bulan: Apa Dampaknya bagi Pasar Crypto di 2026?
Data CPI sebelumnya menunjukkan bahwa inflasi melambat ke 2,7%, penurunan terbesar sejak Maret 2025. Inflasi inti (Core CPI) juga turun menjadi 2,6%, lebih rendah dari ekspektasi sebesar 3,0%.
Karena harga Bitcoin sangat sensitif terhadap data inflasi, penurunan inflasi lebih lanjut berpotensi memicu reli kembali menuju $95.000. Hal ini juga dapat meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada Januari, yang saat ini berada di kisaran 14%.
Namun, jika data CPI justru lebih panas dari perkiraan, harga Bitcoin bisa terdorong turun menuju celah CME di sekitar $88.000. Risiko kejatuhan pasar kripto akan meningkat di tengah kondisi likuiditas yang semakin ketat dan terus berlanjutnya penarikan dana dari ETF Bitcoin spot.
Dalam beberapa hari terakhir, ETF Bitcoin spot mencatat arus keluar bersih hampir $1,20 miliar. Ini mengindikasikan menurunnya selera risiko, seiring investor terus melakukan aksi ambil untung terhadap BTC.

Departemen Tenaga Kerja AS akan merilis data inflasi Indeks Harga Produsen (PPI) untuk bulan Oktober dan November secara bersamaan pada 14 Januari. Data ini akan menunjukkan bagaimana inflasi berfluktuasi selama penutupan pemerintahan AS, yang sempat meningkatkan tekanan keuangan di sektor perbankan AS.
Federal Reserve merespons situasi tersebut dengan mengakhiri kebijakan pengetatan kuantitatif (QT) pada Desember lalu. The Fed juga menyuntikkan miliaran dolar untuk meningkatkan likuiditas di sektor keuangan.
Dalam laporan tertunda dari BLS, harga produsen di AS tercatat naik 2,7%. Namun, data inflasi PPI bulanan justru lebih tinggi, yaitu sebesar 0,3%.
Jika data PPI yang akan datang kembali menunjukkan angka yang lebih tinggi, Bitcoin kemungkinan akan mengalami tekanan jual. Perusahaan-perusahaan besar di Wall Street masih belum mengumumkan proyeksi mereka, namun para ahli memperkirakan data akan sangat fluktuatif dalam beberapa minggu terakhir, terutama karena sektor perumahan mengalami pelemahan dengan cepat.
Musim laporan laba bank‑bank besar Amerika Serikat akan segera dimulai, dengan para investor optimis bahwa pertumbuhan laba akan kuat tahun ini. Analis memperkirakan total laba perusahaan di indeks S&P 500 tumbuh sekitar 13 % pada 2025 dan diproyeksikan naik lebih dari 15 % pada tahun 2026
Baca juga: Harga Bitcoin Bertahan di $91.000 Hari Ini (12/1/26): Dukungan EMA Menguatkan Setup Bullish?
Musim pengumuman laba ini akan dibuka oleh JPMorgan Chase pada Selasa. Bank‑bank besar lain seperti Citigroup, Bank of America, Goldman Sachs, dan Morgan Stanley dijadwalkan melaporkan hasilnya di akhir minggu ini. Diperkirakan sektor keuangan mencatat kenaikan laba sekitar 6,7 % pada kuartal keempat.
Meskipun kemungkinan koreksi saham saat ini dianggap kecil, peristiwa geopolitik tetap bisa mengguncang sentimen pasar. Misalnya setelah operasi militer AS di Venezuela, Presiden Donald Trump memberi isyarat kemungkinan operasi juga di Kolombia dan Greenland — yang bisa memengaruhi pasar global, termasuk aset kripto.
Aktivitas para trader Bitcoin, “whales”, dan investor institusional minggu ini menunjukkan sinyal yang beragam, menandakan pasar masih mencari arah yang jelas.
Para analis memberikan prediksi yang juga tidak seragam. Menurut Ted Pillows, level pertama yang perlu diperhatikan adalah sekitar $89.200, yang berperan sebagai level support. Jika harga turun di bawah angka ini, Bitcoin berpotensi turun menuju kisaran $87.500.
Namun jika momentum kenaikan tetap kuat, BTC perlu bertahan di atas $95.000 untuk mengonfirmasi tren naik. Penutupan harian di atas level ini kemungkinan akan mendorong Bitcoin menuju kisaran $102.000–$103.000.
Analis lain, Michael van de Poppe, mengatakan Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi yang datar karena harga bergerak di atas rata‑rata pergerakan 21 hari.
Itu dia informasi terkini seputar crypto. Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita crypto terkini seputar project crypto dan teknologi blockchain. Temukan juga panduan belajar crypto dari nol dengan pembahasan lengkap melalui Pintu Academy dan selalu up-to-date dengan pasar crypto terkini seperti harga bitcoin hari ini, harga coin xrp hari ini, dogecoin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.