Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Pasar crypto memasuki tahun 2026 pada titik yang krusial, tidak lagi digerakkan oleh hype semata, melainkan oleh adopsi institusional, kejelasan regulasi, dan integrasi mulus aset digital ke dalam sistem keuangan tradisional.
Meskipun harga Bitcoin (BTC) menutup tahun 2025 hampir datar — berbeda dengan performa positif aset tradisional seperti emas dan perak — adopsi institusional justru melonjak, aliran dana ke ETF mencapai $23 miliar, dan undang-undang tentang stablecoin resmi diberlakukan.
Perkembangan ini menjadikan tahun 2026 sebagai momen penting di mana kripto beralih dari sekadar taruhan sampingan menjadi bagian inti dari ekosistem keuangan, meski risiko volatilitas harga dan tantangan eksekusi tetap tinggi.
Prediksi harga Bitcoin untuk tahun 2026 menunjukkan adanya ketidakpastian dalam jangka pendek, meskipun tetap mencerminkan keyakinan kuat terhadap potensi jangka panjangnya. Proyeksi dari institusi besar pun sangat beragam: JPMorgan memperkirakan harga mencapai $170.000, Standard Chartered menargetkan $150.000, dan Tom Lee dari Fundstrat memprediksi antara $150.000–$200.000 di awal 2026, bahkan bisa naik hingga $250.000 di akhir tahun.
Baca juga: Harga BTC dan ETH Anjlok, 5 Crypto Malah Melonjak hingga 72% Hari Ini!
Di sisi lain, pandangan yang lebih berhati-hati, seperti penilaian dari Fidelity yang menyebut tahun 2026 sebagai “tahun istirahat” dalam siklus empat tahunan Bitcoin, memprediksi harga akan berkonsolidasi di kisaran $65.000 hingga $75.000.
Sementara itu, skenario terburuk dari Bloomberg Intelligence menyebut harga bisa turun drastis hingga $10.000 jika terjadi pengetatan likuiditas secara signifikan.
Pasar opsi saat ini mencerminkan kemungkinan yang hampir seimbang antara Bitcoin diperdagangkan di harga $70.000 atau $130.000 pada pertengahan 2026, dan peluang yang sama antara $50.000 atau $250.000 di akhir tahun.
Rentang volatilitas yang sangat besar ini mencerminkan ketidakpastian terkait kebijakan moneter, kondisi leverage, dan keberlanjutan permintaan terhadap ETF baru-baru ini.
Ethereum (ETH) diperkirakan akan mengalami volatilitas yang signifikan pada tahun 2026. Prediksi pasar ETH sebagian besar berada di kisaran $4.500–$7.000, dengan skenario optimis mendorong harga hingga $11.000 pada akhir tahun seiring dengan percepatan tokenisasi aset dunia nyata (Real World Assets / RWA) dan ekspansi keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Tom Lee memproyeksikan harga ETH berada di antara $7.000–$9.000 pada awal 2026, dipengaruhi oleh tren tokenisasi dan meningkatnya permintaan institusional untuk lapisan penyelesaian stablecoin. Ia bahkan memperkirakan ETH bisa mencapai $20.000 pada akhir tahun.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh Arthur Hayes, salah satu pendiri BitMEX, yang dalam podcast Bankless bersama Lee tetap mempertahankan target $10.000 untuk Ethereum.
Standard Chartered pun mengambil sikap yang lebih bullish, menaikkan target harga Ethereum menjadi $7.500 dan estimasi untuk tahun 2028 menjadi $25.000.
Sementara itu, Joseph Chalom, CEO Sharplink, percaya bahwa total value locked (TVL) Ethereum bisa tumbuh 10 kali lipat pada 2026. Namun, tidak semua analis optimis. Analis kripto Benjamin Cowen, misalnya, berpendapat bahwa Ethereum kemungkinan tidak akan mencapai harga tertinggi baru tahun depan, dengan alasan kondisi pasar Bitcoin dan likuiditas secara keseluruhan yang masih terbatas.
Persetujuan ETF spot Bitcoin dan Ethereum pada tahun 2024 telah membuka jalan bagi institusi untuk masuk secara teratur dan teregulasi.
Tahun 2025 mencatat aliran dana bersih sebesar $23 miliar; analis senior ETF dari Bloomberg Intelligence, Eric Balchunas, memproyeksikan bahwa 2026 dapat mencapai $15 miliar dalam skenario dasar konservatif, atau melonjak hingga $40 miliar jika kondisinya mendukung.

Galaxy Digital dan sejumlah institusi besar lainnya bahkan memperkirakan aliran dana dapat melampaui $50 miliar, seiring platform manajemen kekayaan menghapus pembatasan dan mulai memasukkan kripto ke dalam portofolio model mereka.
Bitwise memperkirakan bahwa ETF akan membeli lebih banyak Bitcoin, Ethereum, dan Solana (SOL) dibanding total pasokan baru yang masuk ke pasar pada 2026. Dengan kata lain, permintaan dari ETF bisa melampaui pasokan, yang berpotensi mendorong harga naik secara signifikan karena tekanan permintaan terhadap ketersediaan aset.
Aset kelolaan (assets under management / AUM) dari ETF Bitcoin diperkirakan akan mencapai $180–$220 miliar pada akhir 2026, naik dari sekitar $100–$120 miliar saat ini.
Faktor utama yang mendorong pertumbuhan ini antara lain adalah penurunan suku bunga oleh The Fed (yang diperkirakan terjadi sepanjang 2026), persetujuan ETF altcoin tambahan (kemungkinan termasuk Solana, XRP, dan lainnya), serta potensi alokasi publik dari dana pensiun besar atau dana kekayaan negara (sovereign wealth funds).
Secara keseluruhan, AUM dari seluruh ETP (produk yang diperdagangkan di bursa) kripto diperkirakan akan melampaui $400 miliar pada akhir 2026 — dua kali lipat dari sekitar $200 miliar saat ini. Diperkirakan lebih dari 100 ETF kripto baru akan diluncurkan, termasuk lebih dari 50 ETF spot altcoin setelah disahkannya standar pencatatan generik oleh SEC.

Altcoin teratas menunjukkan profil risiko dan imbal hasil yang berbeda, tergantung pada tingkat adopsi institusional dan kejelasan regulasi.
Solana dianggap sebagai alternatif kontrak pintar utama selain Ethereum. Prediksi harga SOL untuk tahun 2026 berada dalam kisaran:
Proyeksi ini sangat bergantung pada pertumbuhan pasar modal berbasis internet (Internet Capital Markets) Solana dari sekitar $750 juta menjadi $2 miliar, seiring semakin banyak aktivitas keuangan institusional yang berpindah ke jaringan blockchain dan ekosistem Solana menunjukkan kematangan di luar sekadar tren memecoin.
Saat ini, total value locked (TVL) DeFi Solana berada di kisaran $9,19 miliar, menjadikannya ekosistem DeFi dengan pertumbuhan tercepat setelah Ethereum, yang masih memimpin dengan TVL sekitar $71 miliar.
XRP memiliki rentang proyeksi harga paling luas di antara altcoin besar:
Namun, analis yang lebih konservatif memperkirakan harga XRP hanya akan mencapai $3–$5, dengan alasan risiko eksekusi dan persaingan dari stablecoin serta mata uang digital bank sentral (CBDC).
Prediksi berbasis AI juga menunjukkan perbedaan:
Menariknya, XRP telah mencatat aliran dana ETF sebesar $1 miliar, yang menegaskan adanya minat institusional terhadap eksposur kripto yang diatur secara resmi.
Beberapa altcoin seperti Cardano (ADA) dan Dogecoin (DOGE) diperkirakan akan mengalami pergerakan harga yang lebih moderat pada tahun 2026 dibandingkan altcoin besar lainnya.
Cardano (ADA)
Prediksi harga ADA untuk 2026 berada dalam kisaran:
Pergerakan harga ini sangat bergantung pada percepatan adopsi smart contract dan pertumbuhan ekosistem pengembang di jaringan Cardano. Jika pengembangan teknis dan adopsi aplikasi terdesentralisasi (dApps) terus meningkat, maka ada potensi untuk mendekati batas atas proyeksi tersebut.
Baca juga: Harga Dogecoin Merosot 7% Hari Ini (19/1/26): Dompet Besar Lakukan Transfer $500 Juta DOGE!
Dogecoin (DOGE)
Meskipun memiliki basis komunitas ritel yang besar dan loyal, DOGE diperkirakan akan diperdagangkan di kisaran:
Perkiraan ini mencerminkan ekspektasi yang relatif konservatif, kecuali terjadi peningkatan besar pada jaringan atau integrasi teknologi signifikan. Tanpa perubahan fundamental, harga DOGE kemungkinan akan tetap bergantung pada sentimen pasar dan dukungan komunitas.
Keuangan terdesentralisasi (DeFi) kini tengah memasuki fase validasi institusional. Total value locked (TVL) yang telah mencapai $150–$176 miliar pada akhir 2025 diperkirakan akan melewati angka $200 miliar pada awal 2026, didorong oleh partisipasi institusi dalam aktivitas peminjaman, pinjaman, dan penyelesaian stablecoin.
Hal ini menandai pemulihan signifikan dari titik terendah sekitar $50 miliar setelah runtuhnya FTX pada akhir 2022 — sebuah ekspansi hampir 4 kali lipat hanya dalam waktu kurang dari tiga tahun.
Ethereum tetap menjadi pemimpin utama dalam aktivitas DeFi, menguasai sekitar 68% dari total TVL DeFi (sekitar $71 miliar per Desember 2025). Segmen liquid staking menjadi pendorong utama, mencapai $44,8 miliar hanya di jaringan Ethereum, dengan pertumbuhan 4% sepanjang tahun dan puncak pertumbuhan sebesar 33% pada Agustus–September 2025.
Beberapa protokol utama yang mencerminkan dominasi nilai di sektor ini antara lain:
Protokol-protokol ini menunjukkan konsentrasi nilai yang besar dalam layanan peminjaman tanpa izin (permissionless lending) dan mekanisme restaking.
Pertukaran terdesentralisasi (decentralized exchanges / DEX) diperkirakan akan mengambil alih lebih dari 25% dari volume perdagangan spot gabungan pada akhir 2026, naik dari sekitar 15–17% saat ini. Faktor pendorongnya termasuk akses tanpa KYC, biaya yang lebih rendah, dan daya tarik bagi market makers yang menginginkan friksi yang lebih sedikit.
Sementara itu, volume pinjaman berbasis kripto diprediksi akan melebihi $90 miliar, dengan dominasi aktivitas secara on-chain yang terus meningkat. Pemain institusional semakin memilih protokol DeFi daripada bursa terpusat karena efisiensi penggunaan modal.
Tingkat bunga pinjaman on-chain diperkirakan akan tetap di bawah 10% dengan volatilitas rendah, didukung oleh modal institusional dan peluang arbitrase seiring turunnya suku bunga luar negeri (offshore rates).
Pasar prediksi juga muncul sebagai kategori dengan pertumbuhan tercepat. Platform seperti Polymarket kini mendekati $1 miliar volume mingguan, dan diproyeksikan akan secara konsisten melebihi $1,5 miliar pada 2026.
Pasar ini berperan penting dalam penemuan harga harian bagi para trader ritel, serta memberikan institusi alat manajemen risiko berbasis ekspektasi. Namun, mereka juga akan menghadapi pengawasan regulasi yang lebih ketat terkait isu perdagangan orang dalam (insider trading) dan manipulasi pasar.
Stablecoin menjadi sorotan utama pada tahun 2026, didorong oleh kemajuan besar dalam regulasi. Pengesahan GENIUS Act (Guiding and Establishing National Innovation for U.S. Stablecoins) pada Juli 2025, yang akan mulai berlaku pada Januari 2027, memberikan kejelasan hukum yang sangat dibutuhkan. Undang-undang ini menetapkan bahwa penerbit stablecoin harus:
Kerangka regulasi yang jelas ini telah mendorong kemitraan antara sektor keuangan tradisional (TradFi) dan penerbit stablecoin. Bahkan, sembilan bank global besar saat ini tengah menjajaki peluncuran stablecoin berbasis mata uang G7. Bank-bank tersebut meliputi: Goldman Sachs, Deutsche Bank, Bank of America, Banco Santander, BNP Paribas, Citigroup, MUFG (Mitsubishi UFJ Financial Group), TD Bank, dan UBS.
Baca juga: 3 Katalis Utama yang Dapat Memulihkan Pasar Crypto di Tahun 2026, Menurut Wintermute
Langkah ini dipandang sebagai titik balik penting yang bisa mempercepat adopsi stablecoin secara global, baik untuk penyelesaian pembayaran, remittance lintas negara, maupun sebagai jembatan antara sistem keuangan tradisional dan ekosistem DeFi.

Pasar stablecoin mengalami lonjakan besar, tumbuh dari sekitar $120 miliar pada akhir 2024 menjadi $309 miliar pada akhir 2025 — meningkat 158% hanya dalam satu tahun. Saat ini, pasar ini masih didominasi oleh:
Stablecoin diprediksi akan melampaui volume transaksi sistem ACH (Automated Clearing House) — sistem transaksi perbankan lama — pada 2026.
Galaxy Digital memprediksi bahwa Visa, Mastercard, dan American Express akan menyalurkan lebih dari 10% volume penyelesaian lintas negara melalui stablecoin publik pada tahun yang sama.
Meskipun begitu, pengguna akhir tidak akan melihat perubahan karena stablecoin akan berfungsi sebagai “rel penyelesaian di belakang layar” tanpa mengubah pengalaman pengguna.
Pasokan stablecoin diperkirakan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 30–40%, mendorong lonjakan volume transaksi secara global.
Masuknya institusi besar menegaskan arah pertumbuhan ini, antara lain:
Tren ini menunjukkan konsolidasi penggunaan stablecoin oleh sektor keuangan tradisional, di mana satu hingga dua stablecoin dominan per wilayah akan muncul sebagai rel utama untuk penyelesaian transaksi. Keunggulan dalam efek jaringan dan familiaritas merek akan mempercepat adopsi.
Tokenisasi aset dunia nyata kini mulai menjadi bagian penting dalam pasar modal global. Beberapa tren penting:
Bank-bank besar akan mulai menerima saham tokenisasi sebagai jaminan yang setara dengan sekuritas tradisional. SEC diperkirakan akan memberikan “pengecualian inovasi” (innovation exemption) yang memungkinkan sekuritas tokenisasi non-wrapped diperdagangkan langsung di jaringan DeFi publik. Proses formal regulasi untuk hal ini dijadwalkan dimulai pada paruh kedua 2026.

Adopsi aset digital oleh institusi mengalami percepatan signifikan:
Kantor Pengawas Mata Uang Amerika Serikat (Office of the Comptroller of the Currency) telah memberikan persetujuan bersyarat untuk lima piagam bank kepercayaan nasional berbasis aset digital: BitGo, Circle, Fidelity Digital Assets, Paxos, Ripple.
Langkah ini menempatkan stablecoin dan layanan kustodian kripto di bawah payung regulasi perbankan federal, menawarkan standar kepatuhan dan manajemen risiko tingkat institusional.
Adopsi kripto oleh pemerintah mulai menunjukkan kemajuan nyata. Negara seperti:
telah mengundangkan regulasi yang memungkinkan pembelian Bitcoin untuk cadangan nasional (sovereign reserves) — sebuah langkah penting menuju adopsi negara.
Peralihan dari pendekatan “regulasi melalui penegakan hukum” ke penetapan aturan eksplisit menjadi titik balik besar bagi industri kripto AS:
Semua ini menciptakan lingkungan yang patuh dan bisa diskalakan untuk partisipasi institusi.
Beberapa faktor makroekonomi diprediksi akan mendorong sentimen pasar terhadap aset berisiko, termasuk kripto:
Pemerintah mulai melihat teknologi blockchain bukan hanya sebagai inovasi finansial, tetapi juga dari sudut pandang keamanan nasional. Hal ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap:
Dampaknya, terjadi pemisahan yang jelas antara:
Hal ini menguntungkan:
Sementara itu, token berorientasi privasi dan bursa yang tidak diatur kemungkinan akan menghadapi pembatasan lebih ketat.
Itu dia informasi terkini seputar crypto. Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita crypto terkini seputar project crypto dan teknologi blockchain. Temukan juga panduan belajar crypto dari nol dengan pembahasan lengkap melalui Pintu Academy dan selalu up-to-date dengan pasar crypto terkini seperti harga bitcoin hari ini, harga coin xrp hari ini, dogecoin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.