Harga Bitcoin Anjlok ke $89.000 Hari Ini (21/1/26): Apakah Bull Run BTC Sudah Berakhir?

Di-update
January 21, 2026

Jakarta, Pintu News – Harga Bitcoin (BTC) hari ini semakin tertekan, dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang mengindikasikan kemungkinan koreksi tajam. Meskipun pergerakan harga dalam jangka pendek masih belum pasti, struktur pasar secara keseluruhan tampak lemah.

Trader kawakan Peter Brandt baru-baru ini menyatakan bahwa harga BTC masih berpotensi turun ke kisaran $58.000 hingga $62.000. Lalu, bagaimana pergerakan harga Bitcoin hari ini?

Harga Bitcoin Turun 3,41% dalam Waktu 24 Jam

Sumber: Pintu Market

Pada 21 Januari 2026, harga Bitcoin tercatat berada di level $89,319 atau setara dengan Rp1.520.932.461 mengalami penurunan 3,41% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, BTC menyentuh level terendahnya di Rp1.496.856.144 dan harga tertingginya di Rp1.574.834.600.

Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp30.247 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir yang naik 90% menjadi Rp1.089 triliun.

Baca juga: Bitcoin Terancam! Ini 5 Indikator Bear Market yang Muncul di Januari

Apakah Bull Run Bitcoin Sudah Berakhir?

Salah satu kekhawatiran terbesar berasal dari siklus pasar Bitcoin yang berlangsung setiap empat tahun. Secara historis, pasar bullish Bitcoin biasanya mencapai puncaknya sekitar 530 hari setelah peristiwa halving.

Berdasarkan model ini, puncak siklus saat ini kemungkinan terjadi pada awal Oktober lalu, mendekati rekor harga tertinggi Bitcoin yang hampir mencapai $125.000.

Jika pola ini tetap konsisten, maka Bitcoin bisa saja sudah memasuki fase pasar bearish selama hampir 100 hari. Fase-fase bearish sebelumnya berlangsung sekitar satu tahun, yang berarti tekanan jual bisa terus berlanjut hingga tahun 2026.

Dalam sejarah pasar bearish Bitcoin, penurunan tajam pernah terjadi:

  • Tahun 2014–2015: hampir 90%
  • Tahun 2018: sekitar 84%
  • Tahun 2022: sekitar 77%

Meskipun volatilitas cenderung menurun seiring waktu, penurunan sebesar 70–80% dari puncak siklus masih mungkin terjadi secara historis. Jika dihitung dari harga puncak $125.000, maka dalam skenario terburuk, harga Bitcoin bisa turun hingga mendekati $37.000.

Pergerakan harga ini akan mirip dengan siklus tahun 2021, di mana Bitcoin awalnya mengalami penurunan tajam, lalu bergerak sideways selama beberapa bulan, dan kemudian jatuh lebih dalam sebelum akhirnya menemukan titik terendahnya.

Rata-Rata Pergerakan 200 Minggu Jadi Sorotan

Salah satu level dukungan jangka panjang yang penting bagi Bitcoin adalah rata-rata pergerakan 200 minggu. Dalam setiap pasar bearish besar sebelumnya, Bitcoin selalu menyentuh atau sempat turun sedikit di bawah level ini sebelum akhirnya stabil.

Saat ini, rata-rata pergerakan 200 minggu berada di kisaran $57.000, yang sudah mencerminkan penurunan sekitar 55% dari puncak harga terbaru. Jika kondisi pasar global melemah, ada kemungkinan Bitcoin akan kembali menguji zona ini.

Dalam grafik harian (20/1), Bitcoin tampak membentuk pola bear flag. Pola ini biasanya muncul ketika harga bergerak naik sedikit setelah penurunan tajam, sebelum melanjutkan tren penurunan.

Jika pola ini mengalami breakdown, para analis memperingatkan bahwa harga Bitcoin bisa turun dengan cepat ke kisaran $70.000 atau bahkan lebih rendah, memperkuat tekanan jual.

Dukungan Mingguan Masih Bertahan Saat Ini

Meski ada banyak risiko bearish, Bitcoin sejauh ini belum benar-benar menembus ke bawah. Dalam grafik mingguan, BTC masih bertahan di level dukungan sekitar $91.000.

Selama level ini belum ditembus, ada peluang Bitcoin mencoba bergerak naik kembali. Namun, jika dukungan ini hilang, harga bisa turun ke sekitar $86.000, membuka potensi penurunan yang lebih dalam lagi.

Baca juga: Saat Ethereum Memimpin, Altcoin Ikut Meroket – Apakah ini Awal Tren Baru?

Pergerakan Whale dari Era Satoshi Tambah Tekanan Pasar

Menurut @JacobKinge, kekhawatiran pasar meningkat setelah sebuah dompet Bitcoin dari era Satoshi memindahkan 909,38 BTC, setelah lebih dari satu dekade tidak aktif.

Bitcoin tersebut awalnya dibeli saat harga masih sekitar $7, dan kini bernilai sekitar $85 juta. Analis memperkirakan bahwa pemindahan ini mungkin terkait dengan penyelesaian transaksi di luar rantai (off-chain) atau penjualan sintetis, yang dapat menekan harga meskipun tidak muncul sebagai penjualan langsung di pasar spot.

Peristiwa ini juga menunjukkan bahwa kepemilikan Bitcoin awal kemungkinan tersebar di banyak dompet yang tidak aktif, sehingga distribusi besar-besaran sulit dilacak.

Risiko Makroekonomi Masih Jadi Faktor Utama

Bitcoin tetap sangat terpengaruh oleh pasar tradisional, terutama di masa ketidakpastian (risk-off). Dalam siklus sebelumnya, koreksi 15–20% di indeks Nasdaq sering kali diikuti oleh penurunan Bitcoin sebesar 30–40%.

Bahkan koreksi pasar saham yang tergolong biasa saja bisa mendorong harga BTC kembali ke zona dukungan $57.000 atau lebih rendah.

Sementara itu, jika Bitcoin memasuki pasar bearish yang berkepanjangan, altcoin diperkirakan akan mengalami penurunan yang lebih tajam.

Secara historis, Ethereum (ETH) pernah turun hingga 80–90% dalam fase bearish. Jika pola itu terulang, ETH bisa turun ke kisaran $1.000. Banyak altcoin yang sudah turun cukup dalam pun masih berpotensi kehilangan 50–80% lagi karena likuiditas yang terus menipis.

Itu dia informasi terkini seputar crypto. Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita crypto terkini seputar project crypto dan teknologi blockchain. Temukan juga panduan belajar crypto dari nol dengan pembahasan lengkap melalui Pintu Academy dan selalu up-to-date dengan pasar crypto terkini seperti harga bitcoin hari iniharga coin xrp hari inidogecoin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.

pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8