
Jakarta, Pintu News – Pakar ekonomi dan advokat emas Peter Schiff kembali menarik perhatian pasar dengan pernyataannya bahwa Bitcoin berpotensi mengalami penurunan tajam seiring munculnya tekanan makroekonomi dan kekhawatiran terhadap sistem mata uang fiat, terutama dolar AS. Pernyataan ini menimbulkan diskusi luas di kalangan investor crypto mengenai prospek jangka pendek dan jangka panjang aset digital terbesar di dunia.
Schiff berargumen bahwa keterpurukan nilai mata uang fiat, khususnya dolar AS, bisa mempercepat tekanan pada Bitcoin sebagai aset digital. Ia melihat bahwa ketika investor kehilangan kepercayaan terhadap uang kertas karena risiko inflasi dan kebijakan moneter ekspansif, arus modal justru bisa beralih ke logam mulia seperti emas dan perak.
Dalam pandangan Schiff, meski Bitcoin dipandang oleh sebagian investor sebagai “emas digital”, ketidakmampuannya mengikuti reli logam mulia dapat menimbulkan tekanan tambahan pada harga. Ketika emas mencetak rekor dan menarik aliran modal besar, Bitcoin yang tidak menunjukkan performa serupa berpotensi menghadapi penurunan nilai lebih tajam.
Pernyataan ini berkaitan erat dengan keyakinannya bahwa emas tetap menjadi instrumen lindung nilai yang lebih kuat daripada aset kripto manapun dalam kondisi ekonomi global yang tidak stabil.
Baca Juga: 7 Fakta Trump Meme Coin dan Dampaknya pada Kebijakan Crypto AS

Schiff secara konsisten menyatakan bahwa harga Bitcoin tidak didukung oleh nilai fundamental seperti aset fisik, melainkan lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen pasar dan spekulasi investor. Ia bahkan pernah menyamakan naik-turunnya harga Bitcoin dengan fenomena gelembung spekulatif karena kurangnya utilitas nyata di luar fungsi perdagangan.
Menurutnya, ketika pasar mulai mempertanyakan narasi “emas digital”, terutama jika logam mulia mengambil alih dominasi sebagai aset aman (safe haven), Bitcoin bisa mengalami koreksi tajam. Pernyataan ini menggarisbawahi skepticisme jangka panjangnya terhadap mata uang kripto sebagai alternatif yang stabil di tengah krisis makroekonomi.
Schiff percaya bahwa Bitcoin bisa menjadi salah satu aset pertama yang jatuh nilainya sebelum krisis besar terhadap fiat currency benar-benar terjadi, berbeda dengan pandangan banyak investor yang melihatnya sebagai lindung nilai terhadap inflasi.
Selain pendekatan fundamental, Schiff menyoroti kemungkinan terjadinya crash struktural pada Bitcoin. Ia melihat bahwa pasar crypto yang sangat volatil dapat menciptakan kondisi di mana penurunan tajam terjadi lebih cepat daripada pemulihan.
Dalam salah satu komentarnya di media sosial, Schiff mengklaim bahwa Bitcoin bisa “mengikuti lonjakan perak, tetapi dalam arah yang berlawanan,” mengisyaratkan koreksi besar yang mencerminkan bukan hanya penurunan biasa, tetapi implosion harga yang lebih dalam.
Pandangan ini mendapatkan kritik dari komunitas kripto yang menunjukkan bahwa Bitcoin telah mengatasi banyak prediksi bearish sebelumnya dan tetap mencatat performa positif dalam jangka panjang. Namun, kritik Schiff tetap relevan sebagai suara yang memicu diskusi mengenai risiko jangka pendek dan ketergantungan harga terhadap narasi pasar.

Pernyataan semacam ini biasanya memicu reaksi beragam dari investor. Sebagian melihatnya sebagai peringatan risiko pasar, sementara lain menanggapinya sebagai pandangan pribadi yang tidak selalu mencerminkan dinamika pasar crypto yang lebih luas. Banyak pendukung Bitcoin menekankan bahwa BTC telah melewati banyak prediksi “kematian” dan tetap menunjukkan daya tahan dalam jangka panjang.
Walau demikian, komentar dari tokoh ekonomi seperti Schiff sering kali mendorong investor untuk memperhatikan risiko struktural dan volatilitas tinggi di pasar aset digital, serta pentingnya diversifikasi portofolio.
Prediksi Peter Schiff mengenai kemungkinan crash besar Bitcoin mencerminkan skeptisisme kuat terhadap stabilitas pasar kripto di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menekankan preferensi terhadap aset fisik seperti emas dibandingkan aset digital yang volatil. Meski demikian, respons pasar dan komunitas crypto menunjukkan bahwa narasi tersebut bukan pandangan yang diterima secara universal.
Pandangan seperti ini dapat menjadi alat bagi investor untuk mengevaluasi risiko makro dan mekanisme harga, bukan sebagai prediksi pasti. Investor disarankan untuk menggabungkan sudut pandang fundamental, teknikal, dan makro ketika menilai potensi pergerakan harga Bitcoin dan aset kripto lainnya.
Baca Juga: 7 Fakta XRP Longs Dilikuidasi $5 Juta: Analisis Dampak dan Arah Pasar Crypto
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin hari ini, harga Solana hari ini, Pepe coin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: