Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Fase konsolidasi Bitcoin (BTC) sering kali terasa tidak nyaman bagi para trader. Fase ini menguji kesabaran dan keyakinan mereka. Namun, periode seperti ini juga bisa menjadi peluang bagi investor yang menerapkan manajemen modal secara disiplin.
Sejumlah sinyal menunjukkan bahwa bulan Januari bisa menjadi momen penting di mana Bitcoin memasuki fase konsolidasi krusial sebelum mengalami pemulihan. Berikut adalah 3 sinyal yang menunjukkan Januari bisa menjadi titik botom lokal Bitcoin, menurut laman BeInCrypto.
Berdasarkan data teknikal, on-chain, dan aktivitas di bursa, para analis menilai bahwa sejumlah sinyal positif untuk pemulihan jangka panjang mulai terlihat.
Baca juga: Harga Bitcoin Diprediksi Bisa Anjlok ke $62.000? Begini Analisa Peter Brandt
Pertama, data teknikal menunjukkan bahwa Bitcoin mendekati zona DCA (Dollar Cost Averaging) yang optimal berdasarkan rata-rata pergerakan harga (moving averages/MA).
Menurut platform analisis on-chain Alphractal, zona akumulasi jangka panjang yang ideal biasanya terbentuk saat harga BTC berada di bawah semua MA harian, mulai dari MA 7 hari hingga MA 720 hari. Kondisi ini menciptakan “zona aman” di mana harga dianggap berada di bawah nilai wajar jika dibandingkan dengan tren jangka panjang.
Saat ini, harga Bitcoin telah menembus di bawah sebagian besar MA sejak November lalu. Hanya MA720 yang masih bertahan, yang berada di kisaran $86.000.
“Bitcoin semakin dekat ke salah satu zona terbaik untuk menerapkan strategi DCA. Secara historis, zona-zona ini merupakan area ideal untuk akumulasi jangka panjang. Agar ini terjadi, BTC perlu turun di bawah $86.000,” ungkap Alphractal.
Turunnya Bitcoin di bawah $86.000 tidak serta-merta menandakan titik terendah langsung tercapai, namun data historis menunjukkan bahwa periode ketika harga BTC menembus dari MA7 hingga MA720 biasanya berlangsung selama beberapa bulan.
Kedua, data on-chain memperlihatkan bahwa pertumbuhan jaringan Bitcoin berada pada titik terendah dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun ini tampak negatif, pola historis menunjukkan bahwa kondisi seperti ini kerap mendahului fase pemulihan.
Menurut Swissblock, sebuah dana investasi dan penyedia intelijen pasar, lemahnya aktivitas jaringan ditambah dengan rendahnya likuiditas menunjukkan bahwa Bitcoin sedang berada dalam fase akumulasi atau konsolidasi sebelum pergerakan besar berikutnya.
“Pertumbuhan jaringan berada di titik terendah sejak 2022, sementara likuiditas terus menurun. Pada 2022 lalu, kondisi serupa menandai fase konsolidasi Bitcoin sebelum pertumbuhan jaringan mulai pulih, meskipun likuiditas tetap rendah dan harga menyentuh titik terendah,” jelas Swissblock.
Swissblock juga menambahkan bahwa tanda-tanda adopsi baru masih diperlukan. Jika skenario ini terwujud, reli seperti tahun 2022 bisa mendorong Bitcoin mencapai rekor harga tertinggi baru tahun ini.
Baca juga: Harga Bitcoin Anjlok ke $89.000 Hari Ini (21/1/26): Apakah Bull Run BTC Sudah Berakhir?
Ketiga, data bursa menunjukkan bahwa tekanan jual dari para whale (pemilik BTC dalam jumlah besar) telah menurun secara signifikan dalam sebulan terakhir. Perubahan ini menciptakan kondisi yang lebih mendukung untuk konsolidasi harga dan pemulihan.
Berdasarkan data CryptoQuant, aliran BTC dari whale ke bursa—terutama Binance—telah menurun tajam.

Secara spesifik, arus masuk BTC dari transaksi besar (100 hingga lebih dari 10.000 BTC) turun dari hampir $8 miliar per bulan pada akhir November 2025 menjadi sekitar $2,74 miliar saat ini. Perubahan perilaku ini secara signifikan mengurangi pasokan di sisi penjualan, mendukung stabilitas harga, dan memperkuat potensi pemulihan.
Kombinasi dari sinyal teknikal (harga berada di bawah rata-rata pergerakan utama), data on-chain (pertumbuhan jaringan yang rendah), dan data bursa (penurunan tekanan jual dari whale) menunjukkan bahwa Bitcoin sedang memasuki fase konsolidasi yang ideal untuk membentuk titik bottom lokal.
Namun demikian, data di atas belum cukup untuk menentukan level bottom secara akurat. Selain itu, masih terdapat sejumlah ketidakpastian eksternal yang belum diperhitungkan, seperti potensi kembalinya tekanan tarif akibat ketegangan geopolitik serta dampak pasar dari pergantian pimpinan Federal Reserve yang akan datang.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.