Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Pasar crypto dan cryptocurrency global tengah memasuki fase yang terlihat tenang, namun menyimpan dinamika penting di balik layar. Di saat emas dan perak mencuri perhatian investor global, aset digital utama justru tampak diabaikan.
Analis dari firma data on-chain Santiment menilai kondisi ini bukan pertanda kehancuran pasar. Sebaliknya, fase ini dinilai sebagai periode transisi yang sering kali mendahului pergerakan besar.
Analis Santiment bernama Brian menjelaskan bahwa percakapan terkait Bitcoin (BTC) melonjak sekitar 47% dalam sepekan terakhir. Namun, lonjakan ini didominasi narasi negatif, termasuk anggapan bahwa Bitcoin adalah aset “mati”. Sentimen tersebut muncul karena BTC tertinggal dari emas dan perak dalam beberapa bulan terakhir. Menurut Brian, narasi ini lebih didorong oleh frustrasi, bukan kepanikan pasar.
Secara fundamental, penurunan Bitcoin masih tergolong wajar dalam standar crypto. Dalam satu tahun terakhir, BTC hanya terkoreksi sekitar 10–12%, level yang masih mudah dipulihkan. Pada saat analisis dilakukan, harga Bitcoin berada di kisaran USD 87.500 atau sekitar Rp1,47 miliar, setelah sempat menembus USD 90.000 di awal Januari. Pendinginan sentimen ini justru menunjukkan pasar belum memasuki fase fear ekstrem.
Baca juga: Hype XRP 3 Digit Dinilai Menyesatkan, Ini Gambaran Masa Depan Sebenarnya
Brian menyoroti bahwa lonjakan harga emas dan perak telah mengalihkan perhatian investor dari crypto. Perak, khususnya, mencatat reli tajam dalam beberapa pekan terakhir, mendorong arus modal keluar dari aset digital. Fenomena ini tidak asing dalam siklus pasar, di mana dana kerap berpindah dari satu kelas aset ke kelas aset lain. Kali ini, rotasi terjadi lintas pasar, bukan hanya di dalam ekosistem cryptocurrency.
Reli emas juga mencerminkan meningkatnya kekhawatiran global. Faktor geopolitik, isu tarif perdagangan, dan ketidakpastian ekonomi mendorong institusi besar serta bank sentral meningkatkan akumulasi emas. Dalam konteks ini, emas berfungsi sebagai indikator ketakutan pasar. Akibatnya, Bitcoin dan aset crypto lain kehilangan panggung, meski fundamentalnya tidak mengalami kerusakan signifikan.
Baca juga: 4 Meme Coin yang Berpotensi Rally di Februari 2026
Menurut Brian, kesenjangan yang melebar antara Bitcoin dan emas justru bisa menjadi sinyal bullish jangka menengah. Saat investor ritel menjauh dari crypto, pemain besar dan holder jangka panjang mulai mengakumulasi secara diam-diam. Data on-chain menunjukkan peningkatan kepemilikan oleh entitas besar di tengah minimnya euforia pasar. Kondisi ini sering kali menjadi fondasi bagi reli berikutnya.
Ia menambahkan bahwa jika Bitcoin mengalami penurunan cepat menuju USD 80.000 atau sekitar Rp1,34 miliar, skenario tersebut justru berpotensi memicu rebound kuat. Penurunan tajam cenderung menciptakan sinyal beli yang lebih jelas dibandingkan koreksi lambat. Ethereum (ETH) menunjukkan pola serupa dengan Bitcoin, meski penurunannya sedikit lebih dalam. Saat ini, ETH dinilai berada di bawah level valuasi netral, yang secara historis sering menjadi zona akumulasi.
Sementara itu, Ripple (XRP) tampil sedikit berbeda dibandingkan dua aset utama lainnya. Meski harga XRP turun lebih dari 21% dari puncak terdekat, metrik valuasi jangka panjang menunjukkan area beli yang relatif lebih kuat. Namun, sentimen pasar terhadap XRP cenderung lebih optimistis dan dipicu lonjakan FOMO jangka pendek. Brian mengingatkan bahwa optimisme berlebihan justru bisa membatasi kenaikan harga dalam waktu dekat, meski prospek jangka panjang XRP tetap solid.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.