Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Pasar kripto kembali memanas setelah sinyal dari forum elite global dan pergerakan dana institusional mengarah ke satu kesimpulan: utilitas mulai mengalahkan sensasi. Di World Economic Forum Davos, sejumlah bank besar mengakui bahwa infrastruktur kripto dibutuhkan agar tetap kompetitif.
Pada saat yang sama, arus modal terlihat bergeser dari produk ETF Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) menuju ETF altcoin, terutama yang memiliki peluang persetujuan lebih besar. Kombinasi faktor ini membuat Solana (SOL), Ripple (XRP), dan Ethereum (ETH) sering disebut sebagai kandidat pemimpin reli berikutnya.
Di Davos, pesan yang muncul bukan lagi sekadar wacana adopsi, melainkan kebutuhan strategis. Bank-bank besar menilai mereka harus memiliki infrastruktur kripto agar tidak tertinggal dari kompetitor yang lebih gesit. Rel kripto dipandang mampu menyederhanakan proses transfer nilai lintas jaringan dan lintas negara.
Arah ini membuat sektor stablecoin, pembayaran, tokenisasi aset dunia nyata, dan privasi berpotensi menjadi pemenang. Langkah konkret terlihat dari JP Morgan yang meluncurkan JPMD, sebuah stablecoin untuk transfer institusional di jaringan Base.
Inisiatif semacam ini memperlihatkan bahwa blockchain mulai dipakai sebagai jalur operasional, bukan sekadar eksperimen. Ketika institusi mengadopsi stablecoin, kebutuhan likuiditas dan infrastruktur pendukung ikut meningkat. Efek lanjutannya dapat merembet ke proyek-proyek yang menyediakan keamanan, kepatuhan, serta efisiensi transaksi.
Baca juga: Harga 1 Pi Network (PI) di Indonesia Hari Ini (2/2/26)
Arus dana ETF memberikan petunjuk penting tentang perubahan selera investor besar. Produk ETF Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) sempat mengalami arus keluar dalam periode tertentu. Namun, dana tersebut tidak sepenuhnya meninggalkan pasar kripto dan justru berpindah ke produk altcoin. Solana (SOL) dan Ripple (XRP) termasuk yang paling sering disebut karena minat institusionalnya terlihat meningkat.
Yang kerap luput dari perhatian adalah fakta bahwa ETF Bitcoin (BTC) masih mencatat akumulasi bersih sekitar 605.000 BTC dalam rentang 2,5 minggu. Artinya, minat terhadap aset utama belum hilang, hanya terjadi rotasi untuk mencari peluang pertumbuhan yang lebih agresif.
Pipa pengajuan ETF altcoin juga semakin ramai, mencakup Solana (SOL), Ripple (XRP), Sui (SUI), Avalanche (AVAX), Chainlink (LINK), dan Hedera (HBAR). Bahkan, VanEck sudah meluncurkan ETF Avalanche (AVAX), memperkuat narasi bahwa gelombang produk altcoin bisa berlanjut hingga 2026.
Baca juga: Prediksi Harga Pi Network Februari 2026: Bakal Jadi Titik Balik atau Malah Cetak Rekor Terendah?
Ethereum (ETH) mendapat sorotan karena dinilai berada pada fase valuasi yang menarik dibanding Bitcoin (BTC). Rasio ETH/BTC sempat memantul dari level rendah multi-tahun pada April dan perlahan menunjukkan pemulihan. Pergerakan ini sering dibaca sebagai sinyal bahwa tekanan jual mulai mereda. Dalam konteks siklus pasar, fase seperti ini kerap menjadi awal perubahan tren yang lebih besar.
Daya tarik Ethereum (ETH) juga diperkuat oleh pilihan institusi besar untuk proyek tokenisasi. BlackRock dan JP Morgan sama-sama memilih infrastruktur berbasis Ethereum (ETH) untuk inisiatif tokenisasi mereka.
Keputusan tersebut mengirim pesan bahwa jaringan dengan ekosistem matang dan standar yang luas masih menjadi rujukan utama. Jika horizon investasi berada di atas 3 tahun, fokus pasar cenderung kembali pada jaringan yang memiliki utilitas, likuiditas, dan dukungan institusional.
Sinyal dari Davos, rotasi dana ETF, dan preferensi institusi terhadap tokenisasi membentuk satu benang merah: utilitas menjadi pusat perhatian. Stablecoin, pembayaran, RWA, dan privasi berpotensi diuntungkan karena menjadi fondasi rel keuangan baru.
Dalam lanskap ini, Solana (SOL) dan Ripple (XRP) menonjol lewat narasi ETF dan penggunaan yang relevan, sementara Ethereum (ETH) menguat lewat posisi sebagai infrastruktur pilihan institusi. Jika tren berlanjut, reli berikutnya kemungkinan lebih dipimpin oleh aset berfundamental kuat daripada sekadar euforia sesaat.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.