Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Pada 31 Januari 2026, harga emas sempat diperdagangkan pada $4.975 per ons, turun lebih dari 7% dalam sehari setelah sempat menyentuh level terendah $4.941,79. Emas spot sempat anjlok hingga 7,5% selama sesi perdagangan sebelum sedikit pulih, sementara kontrak berjangka emas AS juga turun lebih dari 7%.
Penurunan tajam ini terjadi akibat penguatan mendadak dolar AS, menyusul pernyataan Presiden Donald Trump bahwa ia akan mengumumkan calon Ketua Federal Reserve berikutnya pada hari Jumat.
Pasar bereaksi cepat setelah Presiden Donald Trump mengonfirmasi pilihannya untuk Ketua Federal Reserve, dengan sejumlah laporan menunjuk mantan Gubernur The Fed, Kevin Warsh, sebagai kandidat terkuat. Trump mengatakan kepada wartawan bahwa banyak pihak percaya Warsh seharusnya sudah memegang posisi tersebut sejak beberapa tahun lalu.
Baca juga: Prakiraan Harga Perak: XAG/USD Hari Ini, 2 Februari 2026
Dalam pernyataan terbarunya, Trump membela keputusannya untuk tidak mencalonkan Kevin Hassett sebagai pimpinan The Fed, dengan alasan ingin mempertahankan Hassett sebagai penasihat ekonomi utamanya, sambil akhirnya memilih Warsh untuk menggantikan Jerome Powell.
Warsh, yang sebelumnya kalah dari Powell pada tahun 2017, dikenal mendukung pengurangan neraca secara agresif dan bersikap terbuka terhadap pemangkasan suku bunga. Para analis menilai Warsh sebagai salah satu pilihan yang bersahabat bagi pasar, dan pencalonannya bisa meredakan kekhawatiran akan hilangnya independensi Federal Reserve.
Seiring menguatnya spekulasi terkait pengumuman Ketua The Fed, dolar AS bangkit dari posisi terendah dalam empat tahun terakhir. Penguatan dolar memberi tekanan tambahan pada harga emas, karena membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli internasional.
Analis mencatat bahwa emas kini semakin diperlakukan sebagai sumber likuiditas di masa gejolak pasar, bukan semata-mata sebagai aset lindung nilai (safe haven). Penjualan besar-besaran emas terjadi bersamaan dengan penurunan indeks saham AS secara lebih luas, mempertegas sentimen “risk-off” atau penghindaran risiko di pasar.
Meskipun terjadi penurunan tajam pada hari Jumat, emas masih mencatatkan kenaikan sekitar 16% sepanjang Januari. Logam mulia ini sempat melonjak ke rekor tertinggi $5.594,82 pada hari Kamis, menandai kenaikan bulanan keenam berturut-turut dan menjadi performa bulanan terkuat sejak tahun 1999.
Goldman Sachs menetapkan target harga akhir tahun sebesar $5.400 untuk emas, mengutip meningkatnya partisipasi investor individu. Kenaikan tajam emas awal pekan ini terjadi setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga, dan komentar dari Ketua The Fed Jerome Powell gagal menghentikan pelemahan dolar yang sudah berlangsung sebelumnya.
Pembalikan harga tajam tidak hanya terjadi pada emas. Harga perak jatuh lebih dari 25% setelah mencetak rekor $121,64, dan menghapus nilai pasar sebesar $1,45 triliun hanya dalam dua hari — salah satu sesi perdagangan paling fluktuatif dalam beberapa tahun terakhir.
Baca juga: Harga Buyback Emas Hari Ini, 2 Februari 2026
Analis Bloomberg, Mike McGlone, mencatat bahwa pergerakan harga ekstrem ini meningkatkan risiko bahwa tahun 2026 bisa menjadi puncak harga logam mulia untuk jangka panjang, khususnya perak.
Sementara itu, analis UBS, Giovanni Staunovo, menggambarkan penurunan ini sebagai fase konsolidasi pasca reli besar, namun menekankan bahwa masih ada beberapa faktor pendukung harga emas yang tetap kuat.
Indikator permintaan fisik menunjukkan sinyal yang bervariasi. Premi emas di India naik ke level tertinggi dalam lebih dari satu dekade karena tingginya permintaan investasi menjelang kemungkinan kenaikan bea masuk. Di Tiongkok, premi juga meningkat karena adanya lonjakan permintaan investasi dan perhiasan.
Analis independen Ross Norman memperkirakan harga emas mungkin masih akan turun dalam jangka pendek, namun tetap memperkirakan rata-rata harga emas akan bertahan di atas $5.300 pada tahun 2026.
Penurunan tajam harga emas ini menunjukkan betapa cepatnya sentimen pasar dapat berubah saat ketidakpastian kebijakan bertemu dengan posisi pasar yang terlalu padat. Dengan keputusan Trump soal Ketua The Fed, pasar kini lebih menantikan kejelasan arah kebijakan daripada sekadar mengandalkan momentum.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.