Nama Jeffrey Epstein Muncul di Arsip Awal Industri Crypto, Ini Temuannya

Di-update
February 3, 2026

Jakarta, Pintu News – Dokumen Jeffrey Epstein yang dibuka ke publik pada akhir Januari kembali memicu kontroversi, kali ini di ranah crypto. Arsip tersebut memperlihatkan bahwa Epstein memiliki kedekatan dengan sejumlah tokoh penting di fase awal perkembangan Bitcoin (BTC).

Ia terlibat dalam diskusi ideologis, rencana proyek, hingga pendanaan perusahaan infrastruktur blockchain. Meski tidak pernah dikenal sebagai figur utama crypto, jejaknya menunjukkan peran yang lebih dalam dari sekadar pengamat.

Ketertarikan Awal Epstein pada Bitcoin dan Ide Crypto Syariah

Sejak 2011, Jeffrey Epstein tercatat aktif mengikuti perkembangan Bitcoin (BTC) jauh sebelum aset ini dikenal luas. Dalam korespondensi internal, ia menyebut Bitcoin sebagai konsep yang brilian, meski tetap menyoroti potensi risiko dan keterbatasannya.

Sikap ini menunjukkan ketertarikan intelektual yang cukup serius terhadap cryptocurrency sebagai teknologi, bukan sekadar instrumen spekulatif. Ia bahkan menilai Bitcoin dari sisi fungsi, apakah layak disebut mata uang, penyimpan nilai, atau bentuk properti digital.

Puncak ketertarikannya terlihat pada 2016, ketika Epstein mengusulkan gagasan pembentukan dua aset crypto, salah satunya cryptocurrency berbasis syariah untuk negara-negara Muslim. Ide tersebut disampaikan kepada penasihat kerajaan Arab Saudi dan disebut melibatkan antusiasme dari sejumlah pendiri Bitcoin.

Gagasan ini memperlihatkan bagaimana Epstein melihat blockchain sebagai solusi lintas budaya dan sistem keuangan. Walau tidak pernah terealisasi, proposal tersebut menegaskan posisinya yang dekat dengan lingkaran awal inovator crypto.

Baca juga: Harga Buyback Emas Antam Hari Ini, Selasa 3 Februari 2026

Debat Ideologis dan Sikap Skeptis terhadap Investasi Bitcoin

Selain mengamati teknologi, Epstein juga terlibat dalam perdebatan filosofis mengenai identitas Bitcoin (BTC). Dalam pertukaran email dengan investor teknologi ternama pada 2014, ia mempertanyakan status Bitcoin sebagai mata uang atau aset.

Diskusi tersebut mencerminkan isu fundamental yang hingga kini masih menjadi perdebatan di ekosistem cryptocurrency. Pendekatan analitis ini menempatkannya sebagai pemikir kritis, bukan pengikut tren.

Namun, pandangan Epstein terhadap Bitcoin sebagai instrumen investasi justru cenderung konservatif. Pada 2017, saat harga Bitcoin berada di puncak siklus bull market, ia menolak gagasan membeli BTC. Sikap ini menunjukkan adanya jarak antara ketertarikannya pada teknologi dan keyakinan terhadap nilai investasi jangka pendek. Kontras tersebut menegaskan bahwa Epstein memandang crypto lebih sebagai eksperimen sistem keuangan ketimbang aset spekulatif.

Baca juga: Pekan Krusial Pasar Crypto: Bangkit dari Koreksi atau Anjlok Lebih Dalam?

Pendanaan Blockstream dan Posisi Epstein di Lingkaran Crypto Awal

Temuan paling signifikan dalam dokumen tersebut adalah keterlibatan Epstein dalam pendanaan awal Blockstream, salah satu perusahaan infrastruktur Bitcoin terpenting. Pada 2014, ia tercatat ikut serta dalam seed funding senilai USD 18 juta atau sekitar Rp302,3 miliar.

Pendanaan tersebut dilakukan melalui perantara institusional dan menunjukkan kepercayaan pada pengembangan teknologi inti Bitcoin. Keterlibatan ini menempatkan Epstein sebagai investor awal, meski bukan figur publik dalam proyek tersebut.

Selain pendanaan, Epstein juga menerima informasi internal terkait konflik dan dinamika antar proyek blockchain. Ia mendapatkan gambaran langsung mengenai persaingan, perpecahan, dan arah strategis industri crypto pada masa awal.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.

pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8