Harga Bitcoin Terseret Efek Domino Perak: BTC Jebol $85.000, Sinyal Koreksi Masih Kuat?

Di-update
February 3, 2026

Jakarta, Pintu News – Harga Bitcoin (BTC) kembali berada di bawah tekanan setelah tergelincir ke kisaran USD 82.853 atau sekitar Rp1,39 miliar. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan peristiwa likuidasi lintas aset yang jarang terjadi, dipicu oleh anjloknya harga perak hingga 35% dalam waktu singkat.

Guncangan di pasar komoditas tersebut menjalar ke ekosistem crypto dan cryptocurrency, memicu likuidasi besar di berbagai instrumen berbasis blockchain. Kondisi ini membuat pelaku pasar kembali menilai ulang kekuatan struktur teknikal Bitcoin dalam jangka pendek.

Runtuhnya Perak Picu Likuidasi Lintas Aset yang Tidak Biasa

Dalam 24 jam terakhir, pasar crypto mencatat hierarki likuidasi yang tidak lazim, di mana kontrak perak berbasis token justru memimpin tekanan jual. Data menunjukkan sekitar USD 142 juta atau setara Rp2,38 triliun posisi perak terlikuidasi, melampaui Ethereum (ETH) dan Bitcoin (BTC).

Secara keseluruhan, lebih dari 129.000 trader terkena likuidasi dengan total kerugian mendekati USD 543,9 juta atau sekitar Rp9,13 triliun. Peristiwa ini mencerminkan bagaimana aset makro kini semakin terhubung melalui jalur crypto.

Pemicu awal berasal dari pembalikan tajam harga perak setelah reli sebelumnya, yang memaksa hedge fund memangkas posisi bullish ke level terendah dalam hampir dua tahun. Situasi diperparah ketika CME Group menaikkan persyaratan margin emas dan perak hingga 50%, mendorong trader leverage untuk menutup posisi.

Likuidasi tunggal terbesar tercatat di platform Hyperliquid senilai USD 18,1 juta atau sekitar Rp304 miliar pada kontrak perak. Efek berantai ini kemudian menekan sentimen risiko dan menyeret Bitcoin (BTC) serta Ethereum (ETH) lebih rendah.

Baca juga: Bitcoin Memasuki Bulan Februari: Seberapa Besar Peluang Rebound Berdasarkan Sejarah?

Arus Keluar Spot dan Jebolnya Struktur Teknikal Bitcoin

btc netflows
Sumber: Coin Edition

Tekanan terhadap Bitcoin (BTC) tidak hanya datang dari pasar derivatif, tetapi juga dari sisi spot. Data menunjukkan arus keluar spot sekitar USD 76,41 juta atau Rp1,28 triliun pada akhir Januari, memperpanjang pola distribusi yang telah berlangsung sepekan terakhir.

Arus keluar ini terjadi bersamaan dengan jebolnya garis tren naik yang menopang reli sejak akhir 2025. Kombinasi penjualan spot dan likuidasi derivatif menciptakan tekanan ganda terhadap harga.

btc price dynamics
Sumber: Coin Edition

Secara teknikal, Bitcoin (BTC) kini diperdagangkan di bawah seluruh rata-rata pergerakan utama. EMA 20 hari berada di sekitar USD 88.586, EMA 50 hari di USD 90.412, EMA 100 hari di USD 94.046, dan EMA 200 hari di USD 97.997, semuanya berada di atas harga saat ini.

Indikator Supertrend juga masih menunjukkan sinyal bearish di area USD 91.180. Dengan struktur seperti ini, penurunan tidak lagi dipandang sebagai konsolidasi, melainkan kelanjutan tren turun.

Baca juga: Pekan Krusial Pasar Crypto: Bangkit dari Koreksi atau Anjlok Lebih Dalam?

Stabilisasi Jangka Pendek, Tapi Risiko Turun Masih Dominan

Pada kerangka waktu intraday, terlihat tanda-tanda stabilisasi awal setelah tekanan jual mereda. Grafik 30 menit menunjukkan pembentukan higher low sejak area USD 81.000, menandakan adanya upaya bertahan dari pembeli jangka pendek. Indikator RSI sempat naik ke kisaran 36, mencerminkan pelemahan tekanan jual ekstrem. Namun, setiap upaya pemantulan masih tertahan di bawah area USD 84.000.

bitcoin chart
Sumber: Coin Edition

Selama harga belum mampu merebut kembali level resistensi kunci, bias pasar tetap condong ke arah bearish. Skenario optimistis membutuhkan penutupan harian di atas USD 88.586 atau sekitar Rp1,49 miliar untuk menandakan bahwa penembusan tren sebelumnya hanyalah false breakdown.

Sebaliknya, jika Bitcoin (BTC) menutup perdagangan di bawah USD 81.000, target berikutnya mengarah ke area permintaan Desember di sekitar USD 78.000. Dengan likuidasi lintas aset yang masih berproses dan arus keluar spot berlanjut, risiko penurunan dinilai lebih besar dalam waktu dekat.

Kesimpulan

Penurunan Bitcoin (BTC) di bawah USD 85.000 menegaskan bahwa pasar crypto saat ini sangat sensitif terhadap guncangan makro, termasuk dari komoditas seperti perak. Likuidasi lintas aset, arus keluar spot, dan kerusakan struktur teknikal membentuk tekanan berlapis yang sulit diabaikan.

Meski ada tanda stabilisasi jangka pendek, pemulihan berkelanjutan masih memerlukan perubahan sentimen dan arus dana yang jelas. Dalam kondisi saat ini, pelaku pasar cenderung lebih waspada sambil menunggu konfirmasi arah berikutnya.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.

pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8