Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Michael Burry, investor yang pernah memprediksi krisis keuangan tahun 2008, pada hari Senin memperingatkan bahwa penurunan tajam Bitcoin bisa memicu gelombang penjualan paksa di berbagai kelas aset.
Dengan Bitcoin (BTC) yang telah turun 40% dari puncaknya di bulan Oktober dan altcoin yang anjlok 20-40% sejak pertemuan FOMC bulan Januari, pertanyaan besar yang kini menghantui pasar kripto adalah apakah musim dingin kripto (crypto winter) benar-benar telah tiba.
Dalam sebuah unggahan di Substack, investor legendaris Michael Burry — yang dikenal lewat prediksi krisis finansial 2008 dalam film The Big Short — memperkirakan bahwa hingga $1 miliar aset logam mulia telah dilikuidasi pada akhir Januari, seiring investor institusional dan bendahara perusahaan berlomba menutup kerugian dari kripto.
Baca juga: Harga Bitcoin Merosot Lagi ke $76.000 Hari Ini (4/2/26): Apa Selanjutnya untuk BTC?
“Tidak ada alasan penggunaan organik yang bisa menghentikan atau memperlambat penurunan harga Bitcoin,” tulis Burry.
Ia memperingatkan, jika harga Bitcoin jatuh ke level $50.000, perusahaan penambangan kripto bisa bangkrut, dan pasar untuk kontrak berjangka logam mulia berbasis token bisa “runtuh seperti lubang hitam tanpa pembeli.”
Pada hari Selasa (3/2), Bitcoin sempat menyentuh angka $73.000 — turun 40% dari puncaknya di Oktober yang mencapai lebih dari $126.000. Burry berpendapat bahwa Bitcoin gagal memenuhi janji sebagai tempat lindung nilai digital dan alternatif emas.
Ia menilai lonjakan baru-baru ini yang dipicu oleh ETF sebagai spekulatif belaka, bukan tanda adopsi jangka panjang yang solid.
Peringatan Burry tentang potensi penularan keuangan diperkuat oleh kondisi riil perusahaan-perusahaan treasury kripto.
Strategy, perusahaan pengakumulasi Bitcoin yang dipimpin oleh Michael Saylor, kini mengalami kerugian di atas kertas setelah harga BTC turun di bawah rata-rata pembelian mereka sekitar $76.000. Di kuartal keempat saja, mereka mencatat kerugian belum terealisasi sebesar $17,44 miliar.
Kapitalisasi pasar Strategy anjlok dari $128 miliar di bulan Juli menjadi $40 miliar, turun 61% sejak puncak harga Bitcoin di Oktober. Nilai mNAV perusahaan (nilai perusahaan dibanding nilai kepemilikan kripto) juga menurun drastis, dari lebih dari 2 menjadi hanya 1,1, mendekati batas kritis yang bisa memicu penjualan token secara paksa.
Perusahaan tersebut bahkan mengisyaratkan kemungkinan menjual kepemilikan jika mNAV jatuh di bawah 1 — sebuah perubahan besar dari sikap lama Saylor yang terkenal dengan semboyan “tidak akan pernah menjual.” Demi menjaga kemampuan membayar dividen dan utang, Strategy telah menggalang dana $1,44 miliar melalui penjualan saham.
Sementara itu, BitMine Immersion Technologies, perusahaan akumulasi Ethereum (ETH) yang didukung oleh Peter Thiel dan diketuai oleh Tom Lee dari Fundstrat, menghadapi kerugian yang lebih besar. Mereka memiliki 4,3 juta ETH dengan harga beli rata-rata $3.826, namun kini nilainya turun ke sekitar $2.300 — artinya kerugian belum terealisasi lebih dari $6 miliar.
Analis memperingatkan bahwa perusahaan-perusahaan treasury kripto kini terperangkap oleh narasi mereka sendiri. Setiap penjualan aset, bahkan dalam jumlah kecil, bisa mengirimkan sinyal buruk yang memicu kejatuhan harga saham dan token yang lebih besar daripada nilai jual itu sendiri.

Analis asal Jepang, Hiroyuki Kato dari CXR Engineering, memperingatkan bahwa pasar kripto kemungkinan telah memasuki tren penurunan jangka panjang. Bitcoin kini telah menembus titik terendah bulan November, yang memicu pergeseran strategi investor — dari pola beli saat harga turun (buy-the-dip) menjadi strategi jual pendek (short-selling).
Baca juga: Ethereum Tertekan: Vitalik Buterin Pindahkan 5.493 ETH, Trend Research Lepas 20 Ribu ETH
Penurunan Ethereum semakin tajam setelah harga menembus level support penting di 400.000 yen (sekitar $2.600). Sementara itu, altcoin juga mengalami penurunan besar, 20-40% sejak pertemuan FOMC pada Januari.
Kato mencatat bahwa grafik mingguan menunjukkan pola head-and-shoulders yang mendekati garis leher (neckline). Jika pola ini benar-benar ditembus, maka pemulihan jangka pendek akan sangat sulit secara struktural.
“Volatilitas tinggi pada kripto dan logam mulia — yang terjadi lebih awal dibanding pasar saham — bisa menjadi ‘kanari di tambang batu bara’,” tulis Kato, mengisyaratkan bahwa pasar sedang menghindari risiko (risk-off) dan menyarankan investor untuk menunggu hingga kondisi stabil kembali.
Meski banyak sinyal bearish bermunculan, Tiger Research berpendapat bahwa penurunan pasar saat ini berbeda secara fundamental dari musim dingin kripto sebelumnya.
Musim dingin di masa lalu—seperti peretasan Mt. Gox pada 2014, kehancuran ICO tahun 2018, dan kolapsnya Terra-FTX tahun 2022—semua dipicu oleh kegagalan internal industri yang merusak kepercayaan dan membuat banyak talenta meninggalkan ekosistem.
“Kita tidak menciptakan musim semi, jadi musim dingin pun tidak ada,” tulis laporan tersebut.
Menurut Tiger Research, baik reli harga di awal 2024 maupun penurunan saat ini dipicu oleh faktor eksternal seperti persetujuan ETF, kebijakan tarif, dan ekspektasi suku bunga—bukan kegagalan dari dalam industri itu sendiri.
Yang lebih penting, pasar kini telah terbagi menjadi tiga lapisan utama setelah masuknya regulasi:
Dampak positif yang dulu menyebar ke semua token saat Bitcoin naik (trickle-down effect), kini telah menghilang. Modal dari ETF kini tetap berada di Bitcoin dan tidak mengalir ke altcoin seperti sebelumnya.
“Musim kripto di mana semua aset naik bersama tampaknya tidak akan terulang lagi,” simpul Tiger Research. “Reli besar selanjutnya akan datang. Tapi bukan untuk semua pihak.”
Agar reli itu benar-benar terjadi, ada dua syarat utama yang harus terpenuhi:
Sampai kedua hal itu terjadi, pasar kripto saat ini berada dalam fase yang belum pernah ada sebelumnya — bukan musim dingin, bukan juga musim semi, tapi suatu paradigma baru yang unik.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.