Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Bitcoin (BTC) kembali bergerak datar di sekitar US$65.040 atau kurang lebih Rp1,09 miliar (kurs US$1 = Rp16.766) ketika emas mendekati level kunci US$5.000 per troy ounce, sekitar Rp83,83 juta. Performa yang kontras ini kembali memicu perdebatan tentang posisi Bitcoin sebagai “emas digital” di tengah gejolak pasar global.
Di saat emas dan perak berusaha menutup kerugian besar beberapa hari terakhir, pasar crypto justru tampak ragu melanjutkan reli. Namun, menurut eksekutif Bitwise, kondisi saat ini justru menandai fase akhir dari “crypto winter” terbaru di pasar cryptocurrency.
Pada perdagangan terbaru, Bitcoin (BTC) gagal menembus kembali area resistensi US$80.000 atau sekitar Rp1,34 miliar dan justru bergerak sideways di bawah level tersebut. Struktur harga intraday menunjukkan ketidakpastian, dengan rentang yang sempit dan minim dorongan beli yang meyakinkan.
Pergerakan ini sangat berbeda dengan logam mulia yang lebih agresif memulihkan kerugiannya. Di mata banyak pelaku pasar, BTC untuk sementara kehilangan momentum narasi “safe haven” yang pernah menguat di siklus sebelumnya.
Emas (XAU) sempat memantul hingga sekitar US$4.971 per troy ounce, setara kurang lebih Rp83,34 juta, naik lebih dari US$500 dari titik terendah lokal pada awal pekan. Perak bahkan mencatat lonjakan harian di atas 11% setelah sebelumnya jatuh mendekati US$71 atau sekitar Rp1,19 juta.
Rebound cepat dua logam mulia ini mempertegas bahwa minat lindung nilai saat ini masih condong ke aset tradisional. Bagi sebagian analis, pola ini membuka kemungkinan bahwa investor institusional sementara merotasi dana dari crypto ke emas dan perak di tengah ketidakpastian makro.
Baca juga: Polymarket Buka Toko Sembako Gratis di New York, Strategi Marketing Crypto yang Tak Biasa?
Sejumlah trader menyoroti bahwa secara historis, emas dan Bitcoin (BTC) cenderung “bergantian” memimpin reli. Dalam kurang lebih 14 bulan terakhir, emas menjadi aktor utama, sehingga ada harapan narasi “emas digital” akan kembali mengambil alih jika siklus bergeser.
Pandangan ini berasumsi bahwa setelah fase penguatan logam mulia, modal spekulatif akan kembali mencari imbal hasil lebih tinggi di aset crypto. Jika pola tersebut terulang, fase sideways BTC saat ini bisa terbaca sebagai masa transisi, bukan awal tren turun baru.
Namun, tidak sedikit analis yang justru pesimistis terhadap performa relatif Bitcoin terhadap emas. Mereka menyoroti bahwa ini adalah siklus pertama di mana Bitcoin tidak mencetak puncak baru yang signifikan dibanding emas.
Beberapa proyeksi ekstrem bahkan memperkirakan penurunan nilai BTC terhadap emas hingga 80% dalam jangka waktu tertentu, dengan alasan rotasi modal dan penyesuaian portofolio institusional. Perbedaan pandangan tajam ini membuat hubungan Bitcoin–emas menjadi salah satu topik sentral di kalangan analis makro dan pelaku pasar cryptocurrency.
Baca juga: Trump Akhiri Shutdown, Pasar Crypto Mulai Bangkit atau Justru Anjlok?
Di tengah sentimen campuran tersebut, Matt Hougan, Chief Investment Officer Bitwise, menyampaikan pandangan yang lebih optimistis. Ia menilai “crypto winter” yang sedang berlangsung sebenarnya sudah dimulai sejak Januari 2025, meski reli ETF Bitcoin spot membuat 2025 tampak seperti bull run di permukaan.
Menurutnya, suasana pasar saat ini—yang diwarnai rasa putus asa, kelelahan, dan apatis—justru mirip dengan fase-fase akhir musim dingin pada siklus sebelumnya. Ia menegaskan tidak ada yang berubah secara fundamental pada aset crypto, meski harga jangka pendek tertekan.
Hougan memperkirakan bahwa pasar berpeluang “bangkit dengan kencang” lebih cepat dari ekspektasi konsensus. Dari sudut pandangnya, periode koreksi panjang sudah berlangsung cukup lama, sehingga probabilitas memasuki “musim semi” crypto meningkat. Bagi investor yang menahan eksposur pada aset seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), maupun altcoin seperti Ripple (XRP) dan Pepe Coin (PEPE), pesan implisitnya adalah bahwa fase tersulit mungkin sudah mendekati ujung.
Namun, mengingat ketidakpastian makro dan rotasi lintas aset yang masih berlangsung, kehati-hatian dan manajemen risiko tetap menjadi kunci dalam menyikapi dinamika pasar cryptocurrency saat ini.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.