Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Bitcoin (BTC) mengalami tekanan tajam baru-baru ini, turun di bawah level US$66.000 (sekitar Rp1,12 miliar) setelah likuiditas pasar menipis dan aksi jual global di sektor teknologi. Penurunan ini bukan hanya soal harga, tetapi mencerminkan risiko yang lebih luas di pasar cryptocurrency serta dampaknya terhadap altcoin, ETF, dan sentimen investor. Berikut tujuh hal penting yang perlu diketahui oleh investor pemula hingga profesional.
Harga Bitcoin turun drastis ke level terendah sejak Oktober 2024, mencapai kurang dari US$66.000 per unit dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Penurunan ini terjadi setelah aset teknologi global mengalami aksi jual besar yang meluas ke pasar berisiko termasuk kripto. Sejak puncak historisnya sekitar US$126.000 pada Oktober 2025, BTC kini turun hampir 50 persen dari nilainya. Penurunan harga yang kuat seperti ini menunjukkan volatilitas tinggi yang menjadi karakter pasar aset kripto.
Baca Juga: 5 Crypto yang Dilirik Whale pada Februari 2026, Akumulasi Diam-Diam di Tengah Volatilitas

Salah satu penyebab utama penurunan harga BTC adalah likuiditas pasar yang menipis. Sosok ini terjadi ketika sedikit pembeli dan banyak penjual, menjadikan pergerakan harga lebih tajam selama gelombang jual. Alhasil, stop-loss dan posisi leverage ikut terpicu, memicu likuidasi besar dalam pasar derivatif. Kondisi ini membuat reaksi pasar semakin sensitif terhadap berita ekonomi global.
Tidak hanya Bitcoin, banyak aset crypto lain mengikuti tren turun serupa. Data menunjukkan bahwa Ethereum (ETH) dan XRP juga mengalami penurunan signifikan bersamaan dengan koreksi BTC. Dalam fase sell-off seperti ini, altcoin sering kali mengalami tekanan lebih besar karena likuiditas dan kapitalisasi pasar yang lebih kecil dibanding Bitcoin. Investor altcoin perlu memahami bahwa tren harga BTC sering menjadi indikator risiko pasar yang lebih luas.
Produk investasi berbasis Bitcoin seperti ETF juga tidak luput dari dampak penurunan harga. Beberapa ETF mencatat penurunan nilai yang cukup tajam atau mengalami aliran keluar modal yang signifikan. Ini menandakan investor institusional dan modal besar mulai menarik eksposur dari kripto, yang kemudian memberi tekanan tambahan pada pasar. Ketika ETF mengalami outflow, hal ini sering mencerminkan sentimen pasar yang melemah secara keseluruhan.
Penurunan harga BTC juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global yang lebih luas, termasuk aksi jual di pasar saham teknologi. Ketika investor khawatir terhadap potensi resesi atau pengetatan moneter, mereka sering mengurangi eksposur pada aset berisiko seperti cryptocurrency. Kondisi tersebut terlihat dalam korelasi antara pasar teknologi dan BTC, di mana aksi jual saham teknologi berdampak langsung pada harga kripto.
Pergerakan harga yang tajam membuat sentimen investor semakin negatif. Volume perdagangan yang tinggi dengan tekanan jual menunjukkan bahwa banyak pelaku pasar belum melihat titik balik yang kuat untuk pembelian. Sentimen negatif ini dapat memperpanjang periode bearish jika tidak segera diimbangi oleh sentimen fundamental yang kuat atau berita positif baru. Indeks pasar kripto terkadang mencerminkan tingkat ketakutan yang tinggi saat volatilitas meningkat.
Meskipun tekanan pasar sedang kuat, situasi ini juga menjadi momen edukasi penting bagi investor baru. Belajar tentang manajemen risiko, diversifikasi portofolio, dan memahami strategi trading yang konservatif dapat membantu mengurangi dampak volatilitas. Investor yang matang biasanya menetapkan batas risiko, memahami beta aset kripto terhadap pasar tradisional, dan tidak bereaksi berlebihan terhadap fluktuasi harga jangka pendek. Edukasi dan persiapan dapat membuat keputusan investasi lebih rasional di tengah ketidakpastian.
Baca Juga: 3 Crypto Underrated Bulan Februari 2026 yang Mulai Dilirik Investor, Bukan Sekadar Hype!
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.