7 Fakta Penurunan Bitcoin dan Turunnya Harga Emas 6 Februari 2026

Di-update
February 6, 2026

Jakarta, Pintu News – Pasar keuangan global pada awal 2026 menunjukkan tekanan besar di berbagai kelas aset, termasuk cryptocurrency seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP, Dogecoin (DOGE), dan instrumen safe-haven seperti emas. Ketika BTC jatuh di bawah US$66.000 (sekitar Rp1,12 miliar), berbagai faktor makroekonomi ikut memengaruhi perilaku pasar dan sentimen investor. Berikut tujuh fakta kunci yang menjelaskan situasi ini serta implikasinya bagi investor crypto dan pasar luas.

1. Bitcoin (BTC) Turun Signifikan Akibat Tekanan Global

Bitcoin sempat merosot ke bawah US$66.000 dari level di atas US$70.000 setelah likuiditas pasar melemah dan aksi jual besar di sektor teknologi global. Penurunan ini mencerminkan volatilitas tinggi di pasar kripto dan korelasi yang kuat antara aset berisiko dan sentimen makro.

Volatilitas seperti ini sering menekan level support teknikal dan memicu aksi jual lanjutan, sehingga membuat banyak pelaku pasar menahan diri untuk membeli pada level rendah. Dalam situasi seperti ini, investor baru perlu memahami bahwa pergerakan jangka pendek bisa sangat tajam tanpa sinyal pembalikan yang jelas.

Baca Juga: 5 Crypto yang Dilirik Whale pada Februari 2026, Akumulasi Diam-Diam di Tengah Volatilitas

2. Altcoin Seperti ETH, XRP dan DOGE Juga Terdampak

Selain BTC, aset lain seperti Ethereum (ETH), Ripple (XRP), dan Dogecoin (DOGE) mengikuti tren turun. XRP tercatat turun di bawah level psikologis US$1,40 sementara banyak altcoin lainnya kehilangan dukungan harga penting.

Altcoin biasanya lebih rentan terhadap penurunan tajam karena kapitalisasi pasarnya lebih kecil dibanding BTC, sehingga ketika Bitcoin tertekan, tekanan ini sering kali menular ke seluruh pasar crypto. Investor yang memegang altcoin perlu menyadari bahwa risiko korelasi harga tinggi dalam fase pasar bearish.

3. Likuidasi Posisi Leverage Mempercepat Penurunan

Aksi jual Bitcoin yang tajam memicu likuidasi besar di pasar derivatif kripto. Posisi long leverage yang menargetkan keuntungan cepat terkena stop-loss otomatis, menghasilkan likuidasi ratusan juta dolar dalam hitungan hari.

Likuidasi paksa ini menambah tekanan jual dan mendorong harga turun lebih jauh karena volume jual meningkat sementara pembeli menunggu sinyal pembalikan. Kondisi ini menggambarkan pentingnya manajemen risiko terutama jika menggunakan margin tinggi.

4. Sentimen Pasar Crypto Semakin Negatif

Sentimen investor di pasar crypto menjadi semakin bearish akibat kombinasi tekanan jual, volatilitas tinggi, dan kurangnya katalis positif jangka pendek. Indeks Fear & Greed untuk aset kripto menunjukkan ketakutan yang tinggi, mencerminkan pesimisme luas di kalangan trader.

Sentimen negatif seperti ini bisa memperpanjang fase turunnya harga jika tidak disertai berita fundamental yang kuat atau dukungan dari katalis positif baru, seperti adopsi institusional atau kebijakan regulasi yang jelas.

5. Penurunan Harga Emas Menjadi Indikator Risiko Makro

prediksi harga emas
Generated by AI

Tidak hanya aset berisiko seperti kripto yang turun, harga emas juga mengalami tekanan signifikan dalam periode yang sama. Harga emas turun sekitar 3,9 persen, yang sebagian disebabkan oleh penguatan dolar AS dan imbal hasil obligasi yang lebih tinggi.

Penurunan emas di tengah gejolak pasar menunjukkan dinamika risiko global yang tidak biasa, karena emas biasanya dianggap aset safe-haven saat pasar mengalami turbulensi. Kondisi ini menandakan bahwa kekhawatiran makro ikut memengaruhi semua kelas aset.

6. Hubungan Antara Dolar AS, Suku Bunga dan Aset Risiko

Penguatan dolar AS dan ekspektasi suku bunga yang tetap tinggi mendorong investor mengalihkan modal dari aset berisiko ke instrumen yang lebih stabil. Hal ini memberi tekanan pada kripto dan emas, karena kedua kelas aset ini cenderung berkorelasi negatif dengan dolar yang kuat.

Ketika suku bunga nyata meningkat, biaya peluang memegang aset tanpa yield seperti emas dan kripto menjadi lebih tinggi, sehingga permintaan bisa menurun. Investor perlu memahami hubungan ini untuk menilai risiko portofolio secara keseluruhan.

7. Implikasi Bagi Strategi Investasi Pemula

Dalam lingkungan pasar seperti ini, strategi investasi yang konservatif dan pemahaman manajemen risiko menjadi sangat penting. Diversifikasi portofolio, menetapkan batas risiko, dan menghindari leverage tinggi dapat membantu mengurangi dampak volatilitas.

Edukasi mengenai korelasi asset, dinamika makroekonomi, dan indikator teknikal penting untuk membuat keputusan yang rasional. Investor yang memahami konteks makro dan fundamental cenderung lebih siap menghadapi fase turun seperti yang terjadi saat ini.

Baca Juga: 3 Crypto Underrated Bulan Februari 2026 yang Mulai Dilirik Investor, Bukan Sekadar Hype!

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga BitcoinUSDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.

pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trading di Pintu

Beli & investasi crypto jadi mudah

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8