Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Pasar derivatif aset dunia nyata (real-world assets/RWA) mencatat lonjakan tajam pada awal 2026 seiring volatilitas ekstrem emas dan perak. Data yang dibagikan CoinMarketCap di X menunjukkan volume perdagangan RWA perpetuals—kontrak derivatif tanpa jatuh tempo yang melacak harga komoditas seperti emas dan perak—melampaui US$15 miliar dalam dua pekan terakhir.
Lonjakan ini terjadi ketika emas menyentuh sekitar US$5.500 per ounce dan perak mencapai US$121,64, menandai fase baru integrasi komoditas tradisional ke dalam infrastruktur derivatif berbasis blockchain.
RWA perpetuals memungkinkan trader berspekulasi atas pergerakan harga aset dunia nyata seperti emas dan perak 24/7 tanpa kepemilikan fisik maupun tokenisasi langsung aset dasarnya. Mekanismenya mirip dengan perpetual swap Bitcoin: yang diperdagangkan adalah perubahan harga, bukan klaim atas komoditas. Perbedaan utama dibanding token RWA konvensional adalah fokus pada derivatif murni, bukan representasi kepemilikan.
Pada sejumlah platform, volume harian perdagangan perak perpetual hampir menyamai kontrak berjangka perak di bursa tradisional seperti COMEX. Hal ini mengindikasikan penerimaan yang kian luas terhadap derivatif komoditas berbasis blockchain di kalangan trader aktif. Bukan sekadar fase uji coba, data volume menunjukkan pasar benar-benar menggunakan instrumen ini untuk berspekulasi maupun lindung nilai (hedging).
Baca juga: Perbedaan “Dip” vs “Crash” di Pasar Crypto: Data Sentimen Bongkar Pola Pembalikan Harga
Binance mulai membuka perdagangan kontrak perpetual emas dan perak (XAU, XAG) terhadap USDT pada 5 dan 7 Januari melalui entitas teregulasi di Abu Dhabi Global Market. Dalam waktu singkat, platform ini menjadi salah satu rujukan utama bagi trader yang ingin bertaruh atas pergerakan harga logam mulia dengan kontrak perpetual.
Selain Binance, bursa lain juga memperluas penawaran produk serupa. MEXC meluncurkan futures emas dan perak tanpa biaya trading, sementara Hyperliquid mencatat lonjakan volume signifikan untuk metal perps dengan nilai harian menembus US$1,3 miliar sehingga menempatkan perak di antara aset paling banyak diperdagangkan setelah Bitcoin (BTC). Aster DEX bahkan sudah lebih dulu mencatatkan metal perpetuals dan menjalankan program insentif untuk mendorong aktivitas trading emas dan perak di platformnya.
Baca juga: 3 Faktor yang Diduga Memicu Crash Bitcoin Terbaru di Bawah $60.000
Pergerakan harga emas dan perak yang berayun tajam pada awal 2026—akibat faktor makroekonomi dan ketidakpastian global—menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan RWA perpetuals. Berbeda dengan bursa komoditas tradisional yang tutup di malam hari dan akhir pekan, pasar derivatif berbasis blockchain beroperasi tanpa henti. Hal ini memberi fleksibilitas bagi pelaku pasar global untuk bereaksi cepat terhadap berita dan guncangan harga di luar jam perdagangan resmi.
Secara struktural, RWA perpetuals juga menjadi pintu masuk menuju ekosistem aset dunia nyata yang lebih luas. Berbagai proyeksi memperkirakan pasar aset ter-tokenisasi dapat mencapai skala triliunan dolar pada akhir dekade. Dalam salah satu laporan terdahulu, firma konsultan global McKinsey & Company memprediksi total kapitalisasi pasar tokenisasi dapat menembus US$2 triliun pada 2030. Lonjakan minat terhadap derivatif emas dan perak berbasis crypto dapat dilihat sebagai sinyal awal akselerasi tren tersebut.
Lonjakan volume RWA perpetuals di tengah volatilitas ekstrem emas dan perak menunjukkan bahwa pasar derivatif crypto untuk komoditas dunia nyata telah berkembang melampaui tahap eksperimen. Dengan bursa besar seperti Binance, MEXC, Hyperliquid, dan Aster DEX agresif memperluas penawaran produk logam mulia perpetuals, ekosistem RWA tampak memasuki fase pertumbuhan baru.
Jika proyeksi tokenisasi aset menuju skala triliunan dolar terwujud, segmen RWA perpetuals berpotensi menjadi salah satu simpul utama yang menghubungkan pasar komoditas tradisional dengan infrastruktur keuangan on-chain.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.