5 Alasan Slippage Lebih Sering Terjadi di Crypto

Di-update
February 9, 2026
Bagikan
Gambar 5 Alasan Slippage Lebih Sering Terjadi di Crypto

Jakarta, Pintu News – Slippage menjadi salah satu risiko paling sering dialami trader crypto dan cryptocurrency, terutama saat pasar bergerak cepat. Fenomena ini terjadi ketika harga eksekusi transaksi berbeda dari harga yang diharapkan, dan selisihnya bisa signifikan. Dibandingkan pasangan forex mayor, slippage di crypto lebih sering muncul karena struktur pasar dan karakteristik likuiditas yang berbeda.

1. Likuiditas Crypto Lebih Tipis dan Tidak Merata

Pasar crypto sering terlihat likuid di permukaan, tetapi kedalaman order book bisa cepat menipis. Ketika order besar masuk, harga dapat langsung meloncat ke level berikutnya.

Di pasar forex mayor, likuiditas cenderung dalam dan stabil sepanjang sesi aktif. Sebaliknya, pada cryptocurrency tertentu, likuiditas bisa terfragmentasi di banyak bursa sehingga harga terbaik tidak selalu tersedia di semua platform.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik: Bitcoin Sering Rebound di Februari — Pelajaran dari Data Historis

2. Volatilitas Tinggi Memperbesar Slippage

Crypto dikenal dengan pergerakan harga yang cepat dan tajam dalam waktu singkat. Tanpa katalis makro besar, harga bisa bergerak beberapa persen hanya dalam hitungan menit.

Volatilitas seperti ini jarang terjadi di forex mayor yang umumnya dipicu data ekonomi terjadwal. Ketika volatilitas crypto melonjak di jam sepi, slippage menjadi hampir tak terhindarkan.

3. Spread Lebar dan Repricing Cepat

pemilik bitcoin terbanyak
Generated by AI

Slippage berkaitan erat dengan spread, yaitu selisih harga beli dan jual. Di crypto, spread bisa melebar drastis saat pasar tidak stabil.

Repricing yang cepat membuat harga di layar sering tertinggal dari harga eksekusi sebenarnya. Akibatnya, trader bisa masuk atau keluar posisi di harga yang jauh dari rencana awal.

4. Keterlambatan Eksekusi dan Faktor Teknis

Sedikit keterlambatan saja bisa berdampak besar di pasar crypto. Koneksi internet, platform mobile, hingga routing order dapat menambah latency.

Di pasar yang bergerak cepat, jeda beberapa detik cukup membuat harga berubah signifikan. Inilah sebabnya slippage lebih sering terjadi pada crypto dibandingkan forex yang infrastrukturnya lebih matang.

5. Stop Loss dan Likuidasi Berantai

Slippage paling sering muncul saat stop loss atau likuidasi terpicu bersamaan. Ketika banyak posisi terpaksa ditutup, order book bisa “tersapu” dalam satu arah.

Likuidasi berantai ini umum terjadi di pasar cryptocurrency yang sarat leverage. Harga dapat melompat melewati beberapa level tanpa transaksi di antaranya.

Cara Praktis Mengurangi Risiko Slippage

Slippage tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, tetapi dapat dikelola. Penggunaan limit order membantu mengontrol harga masuk dan keluar.

Selain itu, memilih aset crypto dengan volume besar dan menghindari jam likuiditas rendah dapat menekan risiko. Strategi ukuran posisi yang wajar juga lebih efektif dibanding stop loss terlalu ketat.

Kesimpulan untuk Trader Crypto Pemula

Slippage lebih sering terjadi di crypto karena likuiditas tipis, volatilitas ekstrem, spread lebar, dan efek leverage. Memahami struktur pasar menjadi kunci untuk mengelola risiko ini.

Trader yang menyesuaikan waktu, jenis order, dan manajemen risiko akan lebih konsisten. Dalam pasar cryptocurrency, adaptasi sering kali lebih penting daripada kecepatan.

Baca Juga: 5 Perspektif AI: Apakah XRP Akan Turun di Bawah $1 di Februari 2026?

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->