Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Pergerakan pasar crypto dan cryptocurrency pekan ini diperkirakan sangat dipengaruhi oleh rilis data ekonomi Amerika Serikat. Investor global tengah mencermati sejumlah indikator makro yang berpotensi memicu volatilitas pada aset digital utama seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH). Bagi investor pemula maupun berpengalaman, memahami agenda ekonomi ini penting untuk membaca arah pasar secara lebih rasional.

Inflasi Amerika Serikat kembali menjadi perhatian karena berpengaruh langsung terhadap kebijakan moneter. Jika inflasi melambat, pasar cenderung berspekulasi bahwa suku bunga akan diturunkan lebih cepat. Kondisi ini umumnya dipandang positif bagi crypto sebagai aset berisiko.
Sebaliknya, inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat menekan harga cryptocurrency. Investor akan mengantisipasi kebijakan suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama. Situasi tersebut berpotensi mengurangi minat pada aset spekulatif seperti crypto.
Baca Juga: 7 Dampak Kemenangan Politik Jepang Terhadap Harga BTC & Emas
Pidato dan pernyataan pejabat Federal Reserve kerap menjadi katalis pergerakan pasar. Sinyal hawkish atau dovish dari bank sentral AS sering direspons cepat oleh investor crypto. Hal ini karena arah kebijakan moneter menentukan likuiditas global.
Jika The Fed mengisyaratkan sikap lebih longgar, crypto berpotensi menguat. Sebaliknya, nada ketat terkait inflasi dapat menekan pasar cryptocurrency. Investor biasanya merespons pernyataan ini dalam hitungan jam.

Laporan ketenagakerjaan seperti tingkat pengangguran dan klaim pengangguran mingguan turut diperhatikan. Data tenaga kerja yang kuat mengindikasikan ekonomi solid dan mendukung kebijakan suku bunga tinggi. Kondisi ini cenderung kurang menguntungkan bagi crypto.
Namun, data tenaga kerja yang melemah sering dipersepsikan sebagai peluang bagi aset berisiko. Pasar menilai potensi pelonggaran kebijakan moneter semakin besar. Sentimen ini dapat mendorong minat terhadap cryptocurrency.
Bitcoin (BTC) sering diposisikan sebagai lindung nilai terhadap inflasi, meski korelasinya tidak selalu konsisten. Dalam jangka pendek, BTC lebih sensitif terhadap ekspektasi suku bunga dibanding narasi lindung nilai. Oleh karena itu, rilis data inflasi sangat memengaruhi pergerakannya.
Ketika suku bunga tinggi, imbal hasil aset berbunga menjadi lebih menarik. Crypto yang tidak memberikan yield tetap cenderung kehilangan daya tarik. Hal ini menjelaskan mengapa data makro sangat berpengaruh terhadap harga BTC.
Tidak hanya Bitcoin, altcoin seperti Ethereum (ETH), Ripple (XRP), hingga Pepe Coin (PEPE) juga terdampak sentimen makro. Perubahan ekspektasi suku bunga biasanya memicu pergerakan serentak di pasar cryptocurrency. Volatilitas bisa meningkat dalam waktu singkat.
Altcoin dengan kapitalisasi kecil umumnya lebih sensitif terhadap sentimen negatif. Dalam kondisi makro yang tidak mendukung, investor cenderung mengurangi eksposur risiko. Akibatnya, tekanan jual pada altcoin bisa lebih besar dibanding BTC.
Bagi investor pemula, pekan dengan banyak rilis data ekonomi sebaiknya disikapi dengan hati-hati. Fluktuasi harga crypto bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa perubahan fundamental proyek. Pendekatan manajemen risiko menjadi kunci.
Investor jangka panjang biasanya memanfaatkan volatilitas untuk evaluasi portofolio. Fokus pada tujuan investasi dan bukan pergerakan jangka pendek dapat mengurangi keputusan emosional. Dengan memahami konteks makro, investor cryptocurrency dapat mengambil keputusan lebih terukur.
Baca Juga: 5 Fakta Robert Kiyosaki Siap Beli Bitcoin Jika Jatuh ke Level Rp101 Juta
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.