Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Australia kini makin menonjol sebagai kekuatan utama kecerdasan buatan (AI) global dengan rencana ekspansi besar-besaran di sektor infrastruktur data. Rencana ini termasuk pembangunan kapasitas pusat data yang diproyeksikan mencapai hampir 6 gigawatt dan melibatkan investasi kurang lebih USD 105 miliar. Transformasi tersebut bukan hanya relevan untuk industri teknologi, tetapi juga menjadi signifikansi tersendiri bagi ekosistem crypto dan aset digital yang bergantung pada komputasi skala besar.
Australia berencana membangun infrastruktur pusat data yang diproyeksikan mendekati kapasitas 6 gigawatt menjelang akhir dekade ini. Angka tersebut mencerminkan lonjakan kapasitas lebih dari tiga kali lipat dibanding kondisi saat ini. Kapasitas ini akan fokus mendukung pelatihan dan inferensi AI tingkat lanjut termasuk beban kerja machine learning dan komputasi intensif lain.
Kapasitas 6 gigawatt ini sama dengan kebutuhan daya beberapa kota besar untuk pusat data komputasi modern. Pembangunan skala besar ini diprediksi akan menarik lebih banyak investasi global karena banyak perusahaan teknologi besar mencari lokasi dengan pasokan energi dan jaringan yang handal. Infrastruktur semacam ini juga relevan bagi ruang crypto yang memerlukan komputasi kuat, seperti mining atau pelatihan model AI terkait pasar cryptocurrency.
Baca Juga: 7 Dampak Kemenangan Politik Jepang Terhadap Harga BTC & Emas

Proyek ini diperkirakan menelan investasi sekitar A$150 miliar, setara kurang lebih USD 105 miliar dalam dolar AS. Nilai investasi ini menunjukkan komitmen besar Australia dalam membangun ekosistem AI yang bisa bersaing secara global. Pendanaan sebesar ini termasuk dukungan modal, konstruksi fasilitas, dan pengembangan jaringan energi serta teknologi digital pendukung lainnya.
Angka investasi ini tidak hanya berdampak pada sektor teknologi tetapi juga berimplikasi pada pasar tenaga kerja, ekonomi regional, dan potensi pertumbuhan jangka panjang. Selain itu, arus modal yang besar kemungkinan menarik minat korporasi teknologi global dan investasi venture capital yang lebih luas, termasuk pada proyek yang memadukan AI dan blockchain.
Bank Commonwealth Australia (CBA) menyatakan bahwa permintaan untuk infrastruktur AI mengangkat saham perusahaan pusat data dan teknologi jaringan di pasar modal lokal. Perusahaan seperti Goodman Group, Megaport, dan NEXTDC mencatat kenaikan harga saham yang mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek AI.
Permintaan yang kuat terhadap kapasitas komputasi AI tampaknya terdorong oleh lonjakan kebutuhan akan cloud computing, pemrosesan data besar, serta aplikasi yang memerlukan kecerdasan buatan. Kondisi ini menunjukkan bahwa investor mulai mengalihkan perhatian tidak hanya ke teknologi perangkat lunak tetapi juga ke picks-and-shovels infrastruktur fisik yang mendukung AI.
Ekspansi pusat data yang besar tidak hanya relevan untuk pelatihan AI tetapi juga berdampak pada teknologi komputasi intensif lainnya seperti blockchain dan mining cryptocurrency. Dengan kapasitas daya yang besar, lokasi seperti Australia bisa menjadi basis operasi untuk kegiatan kripto yang memerlukan komputasi tinggi, misalnya mining atau staking berbasis perangkat keras. Kondisi semacam ini menarik bagi pelaku pasar crypto yang mengincar efisiensi operasi.
Selain itu, pusat data AI juga bisa menarik perusahaan teknologi besar yang menggabungkan AI dengan aplikasi NFT, analisis data pasar crypto real-time, atau model prediksi harga aset digital. Kapasitas komputasi yang luas berpotensi mempercepat pengembangan protokol baru yang membutuhkan daya komputasi intensif.
Meskipun proyeksi pertumbuhan sangat ambisius, realisasi ekspansi pusat data menghadapi tantangan besar seperti kebutuhan energi, jaringan transmisi stabil, dan ketersediaan tenaga kerja teknik. Infrastruktur ini memerlukan pasokan listrik yang bersih dan berkelanjutan untuk mengurangi dampak lingkungan serta memenuhi permintaan daya yang terus meningkat.
Selain itu, aspek regulasi dan keamanan data menjadi fokus penting karena pusat data AI sering menyimpan dan memproses informasi sensitif. Pemerintah Australia perlu memastikan bahwa kerangka regulasi dan dukungan kebijakan mampu menjaga keamanan, privasi, dan potensi ketergantungan teknologi asing di tengah investasi yang besar ini.
Baca Juga: 5 Fakta Robert Kiyosaki Siap Beli Bitcoin Jika Jatuh ke Level Rp101 Juta
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.