Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Pendirian Vitalik Buterin, salah satu pendiri Ethereum (ETH), kembali menyita perhatian dunia teknologi dan crypto setelah ia menyatakan bahwa narasi lomba global menuju Artificial General Intelligence (AGI) bermasalah dan perlu pendekatan baru yang lebih aman, desentralistik, serta terintegrasi dengan jaringan blockchain Ethereum. Pendekatan ini berpotensi memengaruhi cara developer dan investor memandang hubungan antara AI dan cryptocurrency.
Buterin menilai bahwa kerangka “lomba menuju AGI—siapa yang tercepat menang” adalah salah dan berbahaya karena memprioritaskan status dibandingkan keselamatan. Ia menggarisbawahi bahwa fokus pada kecepatan dapat membuat pengembangan AI melampaui sistem pengawasan dan kontrol yang memadai. Dengan sudut pandang ini, ia ingin menggeser diskusi dari kompetisi menjadi tata kelola yang lebih bertanggung jawab.
Menurut Buterin, pendekatan cepat-cepat ini meningkatkan risiko kesalahan sistemik dan gagal memenuhi standar keselamatan. Hal ini diperparah jika sejumlah kecil perusahaan besar mengendalikan teknologi AI yang sangat kuat. Kritiknya mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas di komunitas teknologi soal dampak sosial AGI yang belum terkendali.
Baca Juga: 5 Fakta Tentang Pengaruh Jeffrey Epstein di Silicon Valley yang Mengejutkan
Sebagai alternatif, Buterin mengusulkan kerangka yang memperkuat peran Ethereum sebagai lapisan dasar (base layer) bagi ekosistem AI yang desentralistik. Menurutnya, blockchain Ethereum bisa menjadi infrastruktur yang mendukung interaksi AI secara aman, termasuk melalui pasar agen AI dan tata kelola bersama yang lebih transparan.
Kerangka ini mencakup empat elemen utama: infrastruktur jaringan, privasi melalui model AI lokal, koordinasi ekonomi antar AI menggunakan pembayaran on-chain, serta tata kelola melalui sistem kripto yang terdesentralisasi. Dengan cara ini, AI tidak hanya dikembangkan oleh segelintir entitas tetapi oleh komunitas yang lebih luas.

Buterin melihat Ethereum bukan sekadar platform smart contract, tetapi juga sebagai basis netral untuk menyebarkan kekuatan AI secara lebih merata. Dalam model ini, berbagai pelaku dapat menjalankan agen AI yang saling bertransaksi dan berkoordinasi secara langsung menggunakan protokol blockchain, tanpa perlu bergantung pada entitas terpusat.
Pendekatan ini juga mencakup penggunaan alat kriptografi seperti zero-knowledge proofs untuk memastikan privasi dan akuntabilitas. Hal ini membuka kemungkinan AI yang canggih sekaligus tetap menghormati kontrol data pengguna dan batasan privasi.
Dalam pidatonya, Buterin menekankan pentingnya model AI yang berjalan secara lokal, yaitu di perangkat pengguna, sehingga data pribadi tidak harus diserahkan kepada sistem pusat. Pendekatan ini bertujuan mengurangi risiko pelanggaran privasi atau dominasi data oleh perusahaan besar.
Model lokal juga memungkinkan AI dijalankan lebih dekat dengan kebutuhan pengguna, sekaligus memberi kontrol lebih besar atas bagaimana data digunakan. Ini berbeda dengan model saat ini yang sering memforsir data besar dari banyak pengguna untuk melatih AI terpusat.
Salah satu aspek kunci dalam proposal Buterin adalah penggunaan mekanisme tata kelola yang berdasarkan prinsip kripto, seperti voting desentralistik dan insentif ekonomi, untuk mengatur pengembangan AI. Mekanisme semacam ini berbeda dari kontrol sentral yang dominan saat ini di laboratorium AI besar.
Dengan penerapan tata kelola yang lebih demokratis, Buterin berharap keputusan strategis tentang AI tidak hanya diambil oleh segelintir pihak. Sebaliknya, komunitas global dapat ikut menentukan arah teknologi melalui sistem yang transparan dan dapat diverifikasi di blockchain.
Pendekatan Ethereum terhadap integrasi AI bisa memperluas narasi utilitas Ethereum di luar sekadar smart contract dan DeFi. Ini bisa menarik minat developer dan investor untuk membangun proyek yang menggabungkan AI dengan desentralisasi.
Bagi investor crypto, strategi ini menunjukkan potensi jangka panjang Ethereum sebagai infrastruktur teknologi yang relevan tidak hanya di pasar aset digital tetapi juga dalam evolusi AI global. Hal ini bisa menjadi salah satu faktor pertimbangan dalam keputusan investasi.
Dengan kritiknya terhadap narasi “race for AGI”, Buterin mendorong debat lebih luas tentang bagaimana AI harus dikembangkan di era teknologi yang semakin kompleks. Ia tidak menolak AI canggih, tetapi menekankan bahwa pengembangan AI harus mempertimbangkan keselamatan, etika, dan kontrol desentralistik.
Visi ini mencerminkan upaya menggabungkan kekuatan crypto dengan tantangan besar di front AI, menciptakan solusi yang lebih inklusif dan bertanggung jawab secara sosial. Bagi ekosistem teknologi secara umum, ini membuka babak baru kolaborasi antara blockchain dan kecerdasan buatan.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik di Balik Transfer 2,5 BTC ke Wallet Genesis Bitcoin
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.