Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Harga emas (XAU/USD) dan perak (XAG/USD) naik pada perdagangan terbaru setelah imbal hasil obligasi AS turun menyusul data penjualan ritel yang lebih lemah dari ekspektasi. Kenaikan ini mencerminkan respons pasar terhadap sinyal perlambatan ekonomi Amerika Serikat, yang membuat aset safe-haven seperti logam mulia menarik minat beli. Sentimen ini juga relevan bagi investor crypto dan cryptocurrency yang mengamati bagaimana data makro memengaruhi alokasi aset di luar pasar digital.
Spot emas naik sekitar 0,7 persen setelah imbal hasil Treasury AS merosot karena data penjualan ritel Desember mengecewakan. Penurunan imbal hasil membuat biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan yield menjadi lebih rendah, sehingga menarik minat beli. Jika emas diperdagangkan di sekitar USD 5.000 per ounce, nilainya kira-kira Rp83,85 juta dengan asumsi kurs Rp16.771/USD.
Harga emas sering bereaksi terhadap penurunan imbal hasil karena hal itu mengurangi insentif untuk menyimpan aset berbasis yield lebih tinggi. Dengan kondisi ini, XAU/USD cenderung mendapat dukungan teknikal dari pelaku pasar yang mencari perlindungan terhadap potensi perlambatan ekonomi. Respons seperti ini mirip arah reaksi pasar terhadap aset defensif lain termasuk beberapa segmen cryptocurrency saat ekspektasi pertumbuhan global melambat.
Baca Juga: 5 Fakta Tentang Pengaruh Jeffrey Epstein di Silicon Valley yang Mengejutkan

Spot perak menunjukkan kenaikan yang lebih kuat dibanding emas, dengan penguatan sekitar 2 persen atau lebih pada sesi yang sama. Jika perak diperdagangkan di sekitar USD 82 per ounce, nilainya setara lebih dari Rp1,37 juta per ounce. Penguatan ini memperlihatkan bahwa perak, selain menjadi komoditas industri, juga dipandang sebagai lindung nilai jangka pendek oleh sebagian investor.
Sentimen positif ini didukung oleh turunnya imbal hasil obligasi yang membuat logam tanpa yield seperti perak lebih menarik. Namun perak juga mendapatkan dorongan tambahan dari permintaan investasi serta sentimen risiko global yang meningkat. Pergerakan ini menjadi tanda bahwa XAG/USD tampil lebih responsif terhadap perubahan data ekonomi dibanding XAU/USD.
Laporan penjualan ritel AS terbaru menunjukkan pertumbuhan yang lebih lemah dari perkiraan pasar, menciptakan kekhawatiran atas perlambatan konsumsi domestik. Data ini menekan imbal hasil obligasi dan membuat ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter berubah. Jika tren perlambatan berlanjut, Federal Reserve diperkirakan bisa mempertimbangkan penurunan suku bunga lebih cepat dari yang diantisipasi.
Respons pasar terhadap data ritel menggambarkan hubungan kuat antara indikator ekonomi makro dan harga komoditas. Katalis ini juga sering terlihat dalam volatilitas aset lain seperti cryptocurrency, di mana berita ekonomi global dapat memicu pergerakan harga yang signifikan. Investor kini fokus pada data tenaga kerja seperti NFP untuk menilai arah kebijakan selanjutnya.
Turunnya imbal hasil obligasi AS sering kali berkaitan dengan pelemahan dolar AS, yang pada gilirannya membuat harga emas dan perak lebih kompetitif secara nilai tukar internasional. Ketika dolar melunak, logam mulia yang dihargakan dalam USD menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain. Ini memperkuat permintaan dasar bagi XAU/USD dan XAG/USD.
Korelasi negatif antara dolar AS dan harga komoditas sudah lama diamati dalam pasar keuangan. Dalam konteks ini, investor cenderung mengalihkan modal dari aset berbasis dolar ke instrumen yang lebih defensif seperti logam mulia. Situasi ini juga dapat memengaruhi aset berisiko seperti crypto, di mana pelemahan dolar sering mendorong aliran modal ke beberapa kelas aset digital tertentu.
Setelah ritel, perhatian pasar kini mengarah pada data nonfarm payrolls (NFP) AS yang akan dirilis. Data tenaga kerja ini menjadi indikator kunci bagi ekspektasi suku bunga Federal Reserve. Jika angka NFP lebih lemah dari perkiraan, pasar kemungkinan akan memperkuat ekspektasi pelonggaran moneter, memberikan tekanan turun pada dolar dan potensi lanjutan penguatan logam mulia.
Respons terhadap NFP dapat menciptakan volatilitas tinggi dalam XAU/USD dan XAG/USD, sehingga trader perlu memantau angka tersebut dengan seksama. Pergerakan selanjutnya akan banyak ditentukan oleh pergeseran ekspektasi suku bunga yang memengaruhi siklus aset global.
Kenaikan emas dan perak setelah data makro AS menunjukkan bahwa logam mulia tetap menjadi aset penting dalam strategi diversifikasi. Bagi investor crypto dan cryptocurrency, dinamika ini menggambarkan bahwa faktor makro ekonomi dapat memengaruhi keseluruhan pasar, termasuk aset digital yang memiliki korelasi kompleks terhadap sentimen global.
Diversifikasi portofolio dengan logam mulia dapat membantu menyeimbangkan risiko dari volatilitas tinggi di pasar crypto. Kombinasi antara aset defensif dan aset berisiko menjadi upaya manajemen portofolio yang lebih holistik di tengah ketidakpastian ekonomi.
Secara teknikal, jika XAU/USD dan XAG/USD mempertahankan level support terbaru setelah reli, peluang tren bullish lanjutan masih terbuka. Namun, pelanggaran support penting bisa memicu koreksi jangka pendek karena aksi ambil untung di tengah volatilitas makro.
Investor dan trader disarankan memantau level support dan resistance utama, serta berita ekonomi utama yang dapat menjadi katalis harga berikutnya.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik di Balik Transfer 2,5 BTC ke Wallet Genesis Bitcoin
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
Seiring berkembangnya teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga dalam bentuk digital melalui aset kripto berbasis emas.
Salah satu yang paling populer adalah Tether Gold (XAUt), stablecoin berbasis ERC-20 yang didukung emas fisik, di mana 1 token mewakili 1 troy ounce emas murni. Emas disimpan di brankas di Swiss dan setiap token terhubung langsung ke emas batangan bersertifikat. Sistemnya menggunakan algoritma otomatis untuk mengelola alokasi emas dan alamat Ethereum secara efisien.
Token XAUt tersedia dan diperdagangkan di berbagai bursa kripto. XAUt juga menjadi alternatif menarik bagi mereka yang ingin lindung nilai terhadap inflasi atau ketidakpastian ekonomi global, sembari tetap berada dalam ekosistem aset digital.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.